Event tahunan bau nyale lombok

Harus Tahu! 5 Hal Unik Seputar Bau Nyale di Lombok

Vote Us

Event Bau Nyale Lombok memang sudah berlalu, namun cerita seputar nyale akan terus bergulir sepanjang tahun. This is a legend! Cerita seputar putri cantik Mandalika yang menjelma cacing laut tetap menarik meski diceritakan berulang-ulang. Bagi yang sudah ikutan bau nyale, akan berbangga menceritakan pengalamannya. Bagi yang belum akan penasaran dan mencoba peruntungannya tahun depan. Cihuiii!

Lombok punya taman wisata keren loh! Baca: Tiga Taman Wisata Alam di Lombok

Bagi Eztyravelers yang bukan penduduk asli pulau ini namun berkesempatan langsung mengikuti core event Bau Nyale Lombok, you guys are lucky! Saya sebagai suku Sasak Asli, akhirnya bisa ikutan event ini setelah hampir 30 tahun, lol, yeah!

Serunya suasana event bau nyale Lombok

Suasana jelang pagi!

Finally! 17 Februari lalu saya bersama rombongan yang jumlahnya lebih dari 15 orang (dan hampir semuanya newbie) mengikuti Bau Nyale di pantai Seger Lombok Tengah. I’m not going to write about what I did there in full paragraph tho, instead, I will note down some information about Nyale that I found during the event or from the story. Cuma di Lombok, cacing laut ini diburu ribuan orang! 

Check it out!

1. Nyale turis vs nyale jamak
Nyale berasal dari kata yang sama “nyale” namun dibaca berbeda (huruf e dibaca seperti dalam kata kertas) yang artinya terang. Ini merujuk pada warna cacing laut yang memang berwarna-warni: merah, kuning, hijau, coklat. Nyale yang warnanya merah, sedikit pirang/keemasan kerap kali disebut sebagai nyale aiq (nyale air) atau nama kerennya nyale turis. Biasanya nyale ini mengawali munculnya nyale-nyale warna lain. Nyale turis teksturnya lebih ringkih dan tidak bisa bertahan lama di darat, dan rasanya pun setelah dimasak, tidak selezat nyale jamak.

Hasil tangkapan bau nyale lombok

Look!

2. Jumlah orang yang Bau Nyale lebih banyak daripada nyale itu sendiri
This is for real! Entah ada berapa ribu orang yang memadati pantai Seger saat Bau Nyale Lombok. Salah seorang kerabat di kampung nyeletuk, “kamu mau bau nyale atau nonton orang?” dan akhirnya saya tahu kenapa pertanyaan itu muncul. Hehehe.. Jika ingin bau nyale dalam arti yang sesungguhnya, maka sebaiknya pergi satu-dua hari sebelumnya, bukan saat hari/malam-H. Semisal core event Bau Nyale Lombok yang jatuh pada tanggal 17 dini hari, maka nyale sebenarnya sudah ada sejak tanggal 15, 16. Nah, bagi mereka yang memang ingin bau nyale (terutama untuk dijual), maka dipastikan satu-dua hari sebelumnya mereka menyambangi pantai setiap hari. Di tanggal 17, jumlah nyale yang tak seberapa harus dibagi dengan ribuan orang yang berebut berburu nyale. Fine, huh!

Keramaian Bau Nyale Lombok

Keramaian bau nyale Lombok

3. Mengumpat saat Bau Nyale hanya bagian dari “kebiasaan”
Satu hal yang membuat saya penasaran adalah umpatan kasar yang katanya selalu menjadi ciri khas event ini. Kata-kata kasar itu konon memancing nyale untuk keluar dari lubangnya. The fact is: it’s a big no! Nggak ada kaitan antara umpatan dengan jumlah nyale yang muncul. Umpatan hanya bagian dari kebiasaan, yang istilah sasaknya “ntan demen-demen doang wah” (read: suka-suka mereka). Fyi, sekarang kebiasaan ini sudah mulai ditinggalkan kok!

Para pejuang bau nyale lombok

Para #PejuangNyale

Selfie ala bau nyale lombok

Selfie #PutriNyale

4. Pelaksanaan core event Bau Nyale Lombok dihitung berdasarkan penanggalan SasakPulau Lombok memang spesial. Bisa jadi itu alasan mengapa cacing laut ini memilih Lombok sebagai salah satu tempat kemunculannya. Emang sih nggak cuma Lombok, tapi dari sedikit tempat munculnya nyale, Lombok adalah salah satunya, terutama di kawasan pantai selatan Lombok. Menurut sistem kalender Sasak, nyale akan muncul setiap tanggal 20 bulan 10, yang biasanya jatuh antara bulan Januari-Maret. Sekali setahun? Bisa dikatakan iya. Kemunculan nyale pada tanggal yang telah diprediksi tersebut adalah siklus tahunan mereka saat melakukan pemijahan massal.

Still-crowded-bau-nyale-lombok

The crowd!

5. Nyale menu spesial tahunan
Hanya sekali dalam setahun, masyarakat Lombok menikmati kuliner satu ini. Bagi mereka yang bukan warga selatan Lombok, maka icip-icip satu sendok sudah cukup (rasanya aneh euy!). Bagi warga selatan, ini adalah masanya pesta nyale. Hehe..bagi yang tidak kebagian akan berburu di pasar. Harga? Lumayan! Salah seorang kerabat yang memang tiap tahunnya berburu nyale, bisa menjual hingga Rp.1.000.000 hasil buruannya. Fyi, satu box kecil nyale bisa dijual seharga Rp.50.000 lho! Nyale biasanya di-pepes terlebih dahulu atau dikeringkan di atas wajan sampai airnya kering, kemudian digoreng kering dengan sambal atau dimasak santan. Mulen maik! Oya, kandungan protein nyale juga okeh! Lebih tinggi daripada telur ayam ras dan susu sapi.

Sambal nyale hasil bau nyale lombok

Sambal Nyale!

Tuhh seru kan? Belum sempet ikutan Bau Nyale Lombok tahun ini? Harus coba tahun depan! Ditunggu di Lombok ya!

Bonus view Cantik bau nyale lombok

Bonus view Cantik!

(Visited 65 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Harus Tahu! 5 Hal Unik Seputar Bau Nyale di Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool