Baju adat lombok utara

Unik! Tampil Beda Dengan Baju Khas Lombok Utara

Vote Us

Hello, Ezytravelers! Bicara budaya berarti bicara bahasan dalam spektrum yang sangat luas. Tidak hanya yang terlihat jelas seperti pada konsep bangunan, baju adat, perayaan, namun hal-hal kecil yang hidup dalam keseharian masyarakat. Sebaliknya, hal-hal yang hidup dalam keseharian masyarakat juga ditunjukkan lewat hal-hal yang nampak di atas. That’s why hampir setiap budaya yang “tampak” memiliki makna filosofisnya sendiri. Misalnya saja, bentuk berugak Lombok yang sengaja didesain bertiang enam (sekenem) atau empat (sekepat) karena masing-masing tiangnya menggambarkan nilai-nilai luhur suku Sasak.

Saya ingat, saat masih kecil dulu, zaman eSDe tepatnya, kami di kelas sering iseng membuka atlas dan melihat aneka bentuk rumah adat, pakaian adat, senjata, khas masing-masing daerah. Semuanya unik! Lombok sendiri sudah sangat dikenal dengan pakaian khas Lambung dan Godek Nungkek/Pegon/Dodot.

Basis sasak dengan baju adat lambung

Gadis Sasak dalam balutan Lambung (foto: Titin)

Salah satu alternatif desa wisata di Lombok, cekidot! :Wisata Kampung, Desa Setanggor
Baju adat lambung dan pegon

Lambung with Hijab looks! (Foto: Etiq)

Kedua baju adat tersebut aslinya berwarna hitam, meski kini semakin banyak pilihan warna. Lambung desainnya sederhana. Dijahit segi empat lebar dengan bagian depan bergelombang asimetris, sehingga terlihat sedikit terangkat. Di sebelah kiri biasanya dipasangkan dengan songket. Bagi yang tidak berhijab, ada sanggul yang dihias tusuk konde berwarna emas dengan detail bunga di ujungnya. Aksesoris lainnya adalah giwang dan gelang. Pada zaman dahulu, Lambung digunakan tanpa baju dalam dan alas kaki.

Pakaian khas laki-laki Lombok terlihat relatif sama dengan pakaian dari daerah lain seperti Bali dan Jawa. Acculturation works well! Ada sapuq yang dikenakan di atas kepala sebagai simbol kehormatan dan kejantanan. Aksesorisnya adalah keris atau pisau kecil yang diselipkan di balik punggung diantara lipatan songket. Ini melambangkan kesiagaan.

Masalah songket lain lagi. Penjelasannya akan panjang..hehehe, Karena ternyata jika mengacu pada adat dan tata cara penggunaan yang sesungguhnya, maka motif, warna, dan bahan songket Sasak memiliki peruntukan yang berbeda-beda. Bahkan untuk motif tertentu tidak semua orang dibolehkan memakainya.

Nyongkolan dengan baju adat lambung

Nyongkolan! (Foto: Etiq)

Next question, why black? Konon warna hitam bagi suku Sasak menggambarkan keanggunan dan kesopanan. Yey!

Lain Lambung, lain lagi yang satu ini: baju adat khas Lombok Utara. Sekedar informasi, Lombok Utara adalah kabupaten paling muda di NTB. Sebelumnya Lombok Utara adalah bagian Lombok Barat, hingga mendapat pemekaran di tahun 2008. Masih muda bingitt!

Bagian paling unik dari baju adat khas Lombok Utara tersebut adalah topi yang dipakai kaum wanitanya. Iya, topi panjang yang sekilas mirip topi pesulap tanpa pinggiran. Hehehe..

Baju adat Jong

The unique Jong! (Foto: Bunda Ida)

Setelah tanya sana sini, ternyata, topi tersebut berikut full outfit yang kerap digunakan di Lombok Utara adalah tenun Bayan yang sudah ditetapkan sebagai pakaian adat sejak 2015 Lalu. Aweeee..Jenisnya pun beragam, sesuai dengan peruntukannya. Dari info yang saya dapat, jumlahnya ada sekitar 13 jenis. Warna, corak, dan bahannya pun punya maksud tersendiri. Tidak semuanya dapat digunakan secara bebas. Umumnya tenun Bayan digunakan pada saat begawe di Lombok dan perayaan adat lainnya. Masyarakat suku Bayan sendiri memiliki adat tradisi yang unik dan berbeda dari masyarakat suku Sasak lainnya yang mendiami pulau Lombok.

Baju adat Jong dipakai anak-anak

Warnanya cerah ceria euy! (Foto: Bunda Ida)

Ada promo tiket pesawat buat ke Lombok nih! Gak cuma itu aja, bisa jalan-jalan hemat dengan booking hotel murah dan paket tour. Yuk siap-siap liburan!

Dari 13 jenis tenun tadi ada sekitar 4 sampai 5 jenis yang bisa dipakai secara umum oleh siapa saja. Lainnya? Terms and conditions apply! Oya, tenun khas Bayan lebih cenderung menggunakan warna-warna terang seperti kuning, merah, atau merah muda.

Back to that unique hat! So, topi panjang yang unik itu namanya “Jong”. Bahan dasarnya adalah benang tenun berwarna merah kemudian ditambahkan detail berbentuk belah ketupat berwarna putih, kuning, dan hijau. Topi ini khusus dipakai oleh perempuan Bayan saat maulid atau lebaran, utamanya mereka yang berasal dari golongan bangsawan dan kyai.

Tampil kece dengan baju adat

Tampil kece! (Foto: Mba Amira)

However, sejak ditetapkan menjadi baju adat khas Lombok Utara, lebih mudah menjumpai tenun ini, dan Jong semakin populer dikenakan dalam berbagai event! Considering its unique design that make you stunning in the crowd! 

Nah, unik tapi tetep kece kan? See ya in Lombok, Ezytraveler! ☺☺

(Visited 277 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Unik! Tampil Beda Dengan Baju Khas Lombok Utara' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool