Bakso Sumsum Lombok

Bakso Sumsum Ala Jalanan, Lombok

Bakso Sumsum Ala Jalanan, Lombok
5 (100%) 2 votes

“Hiduplah… Indonesia Raya…”, Dirgahayu Indonesia untuk ke-71 tahun. Saya bangga menjadi anak Indonesia. Indonesia yang kaya akan alam, kaya akan budaya, dan kaya akan keberagaman penduduknya. Saya bersyukur bisa menikmati kecantikan Indonesia di tanah Lombok yang merupakan bagian kecil dari kekayaan alam negeri ini. Pantai-pantai yang cantik, gunung Rinjani yang gagah, air terjun yang mempesona, dan kayanya budaya Lombok. Berbicara kekayaan negeri ini dan kekayaan tanah Lombok memang tak akan ada habisnya.

Sudah seminggu sebelum tanggal 17 Agustus hari ini, kebetulan di komplek perumahan tempat saya tinggal, digelar banyak sekali lomba untuk memeriahkan hari kemerdekaan. Saya berpartisipasi membantu persiapan beberapa lomba. Dan tentu saja terkadang menguras tenaga yang tentu saja membuat perut sering meronta minta diisi. *ini mah laper, bukan karena capek, huehehe*

Sore itu sebuah lomba sudah digelar, sayangnya tak lama kemudian hujan mengguyur. Tak berapa lama hujan reda dan langit masih saja kelabu. Hawa dingin malah membuat penghuni di dalam perut saya semakin berdemo minta diisi. Setelah merenung dengan tempo yang sesingkat-singkatnya, akhirnya saya memutuskan untuk berburu bakso. Dengan cuaca begini memang paling mantab menyantap bakso dengan kuah yang panas dan tentu saja sambel yang pedes nampol.

Bakso Sumsum di Lombok

koleksi pribadi @deehati

Saya segera mengeluarkan motor, kemudian membawanya menelusuri jalanan di kota Mataram. Motor saya arahkan ke jalan Bung Karno. Beberapa warung bakso tampak ramai, saya masih melaju dengan kecepatan sedang. Kemudian saya teringat sebuah warung bakso yang dulunya berawal dari sebuah emperan ruko, baksonya selalu ramai sekali. Saya memberhentikan motor saya di warung “Bakso Sumsum Ala Jalanan” yang tepatnya di sebuah ruko di jalan Bung Karno, di daerah Karang Sukun, Mataram.

Bakso Sumsum di Lombok

koleksi pribadi @deehati

Bakso Sumsum ala jalanan ini sangat terkenal. Warung bakso yang terbilang unik ini memiliki ciri khas yaitu sebuah mobil pick-up yang dijadikan sebagai pengganti rombong (sebutan lain untuk gerobak pedagang). Dulunya pedagang bakso ini berjualan di emperan ruko yang berada di seberang ruko yang sekarang menjadi warung tetap bakso ini. Para pembeli menyantap bakso mereka di emperan ruko dengan tikar yang digelar. Tapi setelah pindah, mobil pick-up tetap menjadi bagian dari konsep jalanan seperti nama dari bakso ini.

Bakso Sumsum di Lombok

koleksi pribadi @deehati

Saya memasuki warung dan segera mencari-cari meja yang masih kosong, maklum saking sangat ramainya, terkadang kita harus rela menunggu giliran untuk bisa menyantap di tempat. Setelah mendapatkan meja, seorang pelayan menghampiri saya. Saya memesan seporsi bakso campur dan seporsi sumsum. Tak berapa lama, seorang pelayan sudah mengantarkan pesanan saya.

Huwaaaaaahhh… Mangkok berisi bakso dengan ukuran lumayan besar dan potongan tetelan daging dan tulang muda sudah siap disantap. Seporsi sumsum berukuran besar di dalam mangkok yang juga besar membuat saya semakin semangat makan. Suapan pertama bikin ketagihan, rasa bakso urat yang endeuusss belum lagi penuhnya tetelan daging di dalam mangkok bikin perut saya gak mau berhenti mengunyah. Sup sumsum yang ukurannya lumayan besar akhirnya juga memenuhi mulut saya. Kuahnya gurih banget euy… *ini sih beneran laper, hehehe

Bakso Sumsum di Lombok

koleksi pribadi @deehati

Setelah habis isi mangkok saya, saya segera beranjak ke kasir. Seporsi bakso campur dengan isi penuh dengan tetelan dan sebuah bakso besar dihargai Rp 20.000, sedangkan sup Sumsum dihargai berdasarkan besar kecilnya sumsum, yaitu Rp 15.000 – rp 20.000. Pas membayar bakso dan minuman yang saya pesan tadi, iseng-iseng saya tanya kenapa lokasi bakso ini pindah. Eh, ternyata yang menjaga meja kasir adalah pemilik dari warung bakso. Saya sempat mengobrol dengan beliau sebentar.

Bakso Enak di Lombok

koleksi pribadi @deehati

Pak Achmad Mulyono, pemilik warung bakso Sumsum ala jalanan ini ternyata berasal dari kota Banyuwangi. Konsep jalanan yang beliau usung sebenarnya adalah ketidak-sengajaan, “Karena keadaan”, ungkap beliau. Sudah 5x jatuh bangun dalam usaha ini tak membuat beliau berputus asa. Dan akhirnya membuat keputusan berjualan bakso dan mie ayam dengan sebuah mobil pick-up, karena biaya sewa tempat terbilang lumayan mahal. Tercetuslah juga membuat menu sup Sumsum ini, namun saking ramainya dan banyaknya pesanan hingga mencapai ratusan mangkok, akhirnya menu mie ayam harus mengalah untuk mempercepat penyajian.

Bakso Sumsum Ala Jalanan

koleksi pribadi @deehati

Awal tahun 2016 kemarin, bakso yang awalnya mengemper di depan ruko ini akhirnya harus ‘terusir’, karena pemilik baru ruko akan membuka rukonya. Akhirnya pak Mulyono menyewa ruko di seberangnya. Walaupun sudah tidak di jalanan lagi, tapi bakso Sumsum ala jalanan ini tetap ramai oleh pengunjung yang ketagihan dan menjadi pelanggan tetap. Kemudian saya berpamitan dan kembali pulang dengan perut yang sudah kenyang dan tentunya mata sudah mengantuk.

Kamu bisa memasukkan bakso sumsum a la jalanan ini di list wisata kuliner ketika berkunjung ke Lombok. Masih banyak lagi kuliner dengan penyajian unik lainnya di sini. Jadi kapan kamu ke Lombok?

Salam cihuy~

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 1,821 times, 3 visits today)


About

Simply Complicated


'Bakso Sumsum Ala Jalanan, Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool