Bau Nyale Lombok

Bau Nyale, Memburu Putri Mandalika di Lombok

Bau Nyale, Memburu Putri Mandalika di Lombok
5 (100%) 1 vote

Pada jaman dahulu ada seorang putri yang cantik jelita. Tidak hanya memiliki kecantikan rupa namun juga cantik hatinya. Ia terkenal arif dan bijaksana. Namanya Putri Mandalika, seorang anak raja yang pernah memerintah di negeri Lombok. Kecantikannya pun banyak menarik hati para pangeran dari penjuru negeri hingga ingin memperistri sang putri. Setiap pangeran yang datang melamar, tidak ada yang ditolaknya. Antara pangeran satu dan yang lainnya pun tentu tidak ingin sang putri diperisitri oleh banyak pangeran. Hal inilah yang kemudian akan menimbulkan terjadinya peperangan. Sang putri pun gelisah. Oleh karena itu, ia memikirkan bagaimana agar tidak terjadi pertumpahan darah. Ia pun memutuskan untuk mengorbankan dirinya. Mengorbankan jiwa dan raganya. Sang putri menceburkan diri ke laut dan hilang ditelan gelombang. Tak lama kemudian muncullah nyale yang diyakini sebagai jelmaan Putri Mandalika.

Begitulah singkat cerita kisah sang Putri Mandalika. Hingga kini kisahnya masih dikenang dan diabadikan dalam sebuah upacara peringatan. Namanya bau nyale. Bau nyale yang merupakan bahasa sasak memilki arti menangkap nyale yang merupakan sejenis cacing laut. Bau nyale selalu mampu menarik ribuan warga dari berbagai daerah di Indonesia hingga dunia untuk datang ke Pantai Seger,  Kuta, Lombok Tengah yang biasanya menjadi lokasi utama acara. Setiap tahun dalam perayaannya,  ribuan warga tumpah ruah di Pantai Seger dan sekitarnya. Penyelenggaraannya biasanya bertepatan dengan bulan februari. Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru negeri pun hadir ingin menyaksikan wujud sang putri yang diyakini telah berubah menjadi nyale. Masyarakat yang hadir tidak hanya datang dari Lombok sendiri, banyak juga yang datang dari luar Pulau Lombok hingga luar negeri.

Bau Nyale Lombok

Bau nyale sampai ke tengah laut.

Bau Nyale Lombok

Masyarakat tumpah ruah memburu nyale.

Sejak pukul 3 dini hari mulai terdengar ramainya teriakan ribuan warga untuk menyambut cacing laut yang dipercayai sebagai jelmaan Putri Mandalika itu. Konon katanya, untuk memancing agar nyale keluar lebih banyak lagi, maka ia harus diteriaki dengan umpatan-umpatan kotor. Sorak sorai warga makin meriah begitu nyale bermunculan ke permukaan laut yang masih gelap dan dalam keadaan air laut yang belum benar-benar surut. Dengan antusiasnya warga berebut untuk menangkap nyale sebanyak-banyaknya dengan peralatan sederhana yaitu sorok dan lampu senter sebagai penerangan serta wadah untuk menyimpan nyale. Puncaknya sekitar pukul 6 pagi air surut dan warga pun terus menyebar untuk mencari nyale hingga ke tengah laut.

Bau Nyale Lombok

Siap memburu jelmaan sang putri!

Bau Nyale Lombok

Sorok, sejenis jaring untuk menangkap nyale.

Kenapa sih orang-orang begitu antusias? Dan kenapa juga banyak yang memburu nyale ini sampai-sampai rela begadang seharian di pantai menunggu munculnya cacing laut tersebut?. Untuk tahu jawabannya, keep in touch with hellolombok dan baca postingan saya selanjutnya! Buat kamu yang penasaran dan pengen ikut bau nyale, agendakan kunjungan ke Lombok saat februari and see you in little Lombok!

(Visited 965 times, 1 visits today)


About

wandergirl | a lil daughter | weirdo | journeylist


'Bau Nyale, Memburu Putri Mandalika di Lombok' have 3 comments

  1. July 13, 2015 @ 5:54 pm BunSal

    Gambar feature-nya seram..:<
    Tapi, jadi pengen jadiin sebagai resolusi 2016. Ikut Pesta Bau Nyale, dan yang utama, berani memegang Nyale-nya seperti gambar di feature image..Bismilah, aamiin *khusukberdoa 😛

    Reply

  2. October 21, 2015 @ 6:01 pm yoga pratama

    putri mandalika memang cantiiiiiik banget

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool