Kain Tenun khas Desa Pringgasela

Berburu Oleh-Oleh Kain Tenun Khas di Desa Pringgasela

Vote Us

Setelah berlibur disuatu tempat atau daerah, Ezytravelers pasti selalu membawa oleh-oleh ketika pulang. Oleh-oleh yang dibawa pun biasanya beraneka ragam, mulai dari makanan khas/tradisional setempat, pakaian atau kain tenun khas daerah tersebut. Nah, ketika ke Lombok, Ezytravelers bisa membawa oleh-oleh khas dari pulau yang terkenal denga pulau seribu masjid ini. Salah satu oleh-oleh yang sering dibawa pulang oleh wisatawan adalah kain tenun khas Lombok. Well, where can we find it? Di Lombok, banyak sekali desa penghasil kain tenun. Salah satu yang unik adalah kain tenun dari Desa Pringgasela, Lombok Timur. Untuk lebih detilnya, simak postingan saya berikut ini:

Pulau Lombok tak hanya terkenal dengan alamnya yang indah seperti pantai dengan pasir putihnya, gili-gili, air terjun, bukit dan gunung tetapi juga tentang adat-istiadat, kesenian, kebudayaan dan tradisi. Salah satu tradisi turun-temurun yang masih dijaga adalah menenun (tenun) kain.

Sentra kain tenun songket ini terdapat di berbagai daerah di Lombok. Nah, salah satunya adalah di Desa Pringgasela. Desa Pringgasela ini berada di Kecamatan Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur. Tidaklah sulit mencari dan menuju Desa Pringgasela. Adapun rute desa ini dari Mataram yaitu: Mataram – Narmada – Mantang – Masbagik – Pringgasela dan ditempuh kurang dari 2 jam. Akses jalan ke Desa Pringgasela cukup bagus. Desa ini terkenal sebagai penghasil industri kain tenun songket gedogan dengan berbgai macam motif yang unik dan variatif.

Jika Ezytravelers berkunjung ke Desa Pringgasela, Ezytravelers akan melihat beberapa art shop yang berjejer di pinggir jalan. Art shop tersebut menjajakan kain tenun motif khas Desa Pringgasela. Salah satu art shop yang saya datangi (kunjungi) waktu itu adalah Rinjani Art Shop.

Rinjani Art Shop, Desa Pringgasela

Rinjani Art Shop ini terletak di Jl. Veteran, RW. Aman dan tak jauh dari tugu Mopra Desa Pringgasela. Letaknya yang strategis membuat Rinjani Art Shop sangat gampang ditemukan. Meski tak terlalu besar namun art shop ini lumayan cozy karena tempatnya rindang dengan tanaman dan pohon-pohon yang ada di pinggiran jalan.

Jualan kain tenun Desa Pringgasela

Rinjani Art Shop sudah dirintis dari tahun 2008 oleh pemiliknya yang bernama Asmui atau lebih dikenal dengan Alwi. Di Rinjani Art Shop Ezytravelers bisa melihat banyak jenis motif asli tenun songket gedogan Pringgasela. Gedogan adalah alat tenun tradisional yang masih di pakai oleh para penenun kain sehingga kain tenun di Pringgasela lebih dikenal dengan sebutan kain songket gedogan.

Motif tenun Desa Pringgasela

Motif-motifnya sangat unik dan cantik. Jenis motif kain tenun songket gedogan seperti songket Sunda, songket Timur, songket Lambe, songket Sarimenanti dan songket Bayu. Selain itu ada juga songket motif biasa seperti pucuk rebong, ragi dodot, ragi salak, dll.

Tak hanya melihat motif kainnya yang menarik tapi juga di Rinjani Art Shop Ezytravelers akan diajak untuk melihat proses pembuatan kain songket tenun. Pemilik Rinjani Art Shop juga akan membawa kalian keliling untuk mengetahui pewarnaan alami yang dipakai untuk mewarnai kain tenun.

Adapun produk kain songket Pringgasela yang bisa Ezytravelers jumpai dan yang dijual di Rinjani Art Shop seperti berbagai motif songket, selendang, syal tenun, gelang benang dan hiasan dinding yang disebut Ketengger. Ketengger ini adalah hiasan dinding yang ditenun terbuat dari batang buah kelapa (ketengger dalam bahasa sasak). Kalau harga kain tenun songket berkisar antara 350.000 – 500.000, sementara selendang tenun sekitar 90.000 – 150.000 dan syal tenun antara 100.000 – 150.000 tergantung dari bahan dan proses pewarnaannya menggunakan warna alami atau tidak.

Pilihan motif kain tenun Desa Pringgasela

Buruan langsung terbang ke Lombok! Booking hotel murah dan tiket pesawat promo. Gak mau ribet? Ambil paket tour aja!

Kain tenun Desa Pringgasela

Warna kain songket Pringgasela dibuat dari pewarna alami yaitu warna biru dari campuran daun arum dan daun nanas. Warna kuning dari kayu nangka dan kunyit. Warna coklat dari kayu bakau dan kayu makasar. Warna merah dari kayu sepang.

Tenun Desa Pringgasela

Biasanya ketika high season pengunjung yang lebih banyak dari negara Eropa seperti Belanda, Prancis, Jerman dan Belgia namun ada juga para pengunjung lokal dari luar kota seperti dari Jawa dan Jakarta.

So, tak lengkap rasanya jika Ezytravelers belum membeli buah tangan khas Desa Pringgasela yaitu kain tenun gedogan.

Sekian!

(Visited 39 times, 1 visits today)


About

Son of the Beach


'Berburu Oleh-Oleh Kain Tenun Khas di Desa Pringgasela' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool