Berwisata Sejarah di Sapit, Lombok Timur

Berwisata Sejarah di Sapit, Lombok Timur
5 (100%) 1 vote

Dinginnya gunung tidak mampu membuat sejuk hati ini, begitupun ombak pantai yang tidak bisa menghancurkan pahitnya masa lalu, akhirnya saya belusukan ke bekas masjid Wetu Telu saja… halah, garing men! Hihihi

Kali ini saya mengunjungi situs sejarah Wetu Telu yang dimana Wetu Telu itu adalah agama islam klasik hasil akulturasi dua budaya yakni budaya Hindu Bali dan budaya Islam. Situs sejarah ini berada di Lombok Timur, tepatnya di dusun montong kemong, desa sapit, suela, Kabupaten Lombok timur.

Dulunya bekas masjid wetu telu, sekarang namanya diubah menjadi Langgar Sapit. Bangunan khas sasak ini berdiri ditengah-tengah pemukiman warga. Bangunan zaman dahulu yang tergolong semi megah ini masih terjaga kelestariannya oleh masyarakat, hanya saja ritual adat yang sudah mulai berkurang.

IMG01372-20120617-1009

Sebagaimana kita ketahui masjid wetu telu yg berdiri megah cuma ada di Bayan, Lombok Utara dan beberapa tempat di Lombok Tengah. Jujur saja sih, kita masih minim pengetahuan mengenai di mana letak masjid wetu telu yang masih berdiri di Lombok. Nah inilah yang menjadi alasan saya mengunjungi Langgar Sapit ini, yang sebelumnya mendapat cerita dari seorang warga disana. Mungkin tidak banyak yang tahu tentang keberadaan Langgar Sapit ini, terutama orang-orang di luar desa Sapit, dan yang seperti sepengatahuan saya situs sejarah ini belum tercium oleh media.

IMG01370-20120617-1009

Bentuk dan karakteristik Langgar Sapit ini persis seperti rumah adat sasak pada umumnya, hanya saja disematkan sebagai tempat suci oleh warga setempat sampai sekarang. Langgar sapit ini dijaga oleh pemangku adat setempat, yang kebetulan kami tidak bisa menemui beliau untuk diajak berbincang-bincang tentang masa lalu dan sejarah Langgar sapit ini, impasnya admin juga tidak bisa masuk ke langgar sapit ini karena memang untuk hari-hari biasa bangunan ini ditutup untuk umum, kecuali ada izin dari pemangku. Admin hanya menemui mantan kadus yang pernah memerintah di dusun montong kemong ini, bernama bapak Suadi.

IMG01383-20120617-1014

IMG01377-20120617-1011

IMG01373-20120617-1010

Bapak Suadi menceritakan sedikit sejarah dan penggunaan Langgar Sapit saat ini. Beliau menceritakan bahwa Langgar Sapit ini memang benar dahulunya adalah sebuah masjid Wetu Telu, yang dimana aliran islam wetu telu ini adalah islam yang pertama kali dianut oleh masyarakat sasak pada zaman dahulu kala. Pada saat ini langgar sapit ini sudah banyak beralih fungsi yang sebagaimana disebutkan oleh bapak suadi, sebagai berikut:

  1. Penggunaan langgar sapit ini hanya berlaku dihari-hari besar islam, seperti Maulid nabi Muhammad saw. Di waktu fajar, masyarakat berbondong-bondong membawa Sesajen/pesajen berupa ancak (wadah makanan yang terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar) berisi nasi dan lauk pauk untuk disematkan dan didoakan dulu di dalam langgar sapit ini, setelah itu baru makanan-makanan yg sudah diberi mantra dan doa tersebut dibawa ke masjid kampung dan dibagikan kepada masyarakat.
  2. Acara ngayu-ayu, penggunaan langgar sapit ini juga pada saat acara ngayu-ayu atau acara sejenis ritual meminta hujan yang diiringi dengan musik tradisional sasak Gamelan/gendang beleq.
  3. Meminta doa untuk kesuksesan dalam bertani
  4. Ritual adat untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit, di dalam langgar sapit, terdapat dua kolam halaman depan, konon air di dalam dua kolam tersebut dipercayai bisa menyembuhkan segala macam penyakit dengan cara diminum dan mandi.

Nah, itu sedikit cerita dari Bapak Suadi mengenai Langgar Sapit ini. Untuk akses menuju sapit ini sangat gampang apabila anda sering berkunjung ke Suela, lurus saja ke utara (arah sembalun) dan nanti sebelum gerbang TNGR ada pertigaan, ambil kanan dan disitulah desa sapit. Sekitar 500m dari pusat desa dengan terus mengikuti jalan, dan nanti anda mendapatkan pertigaan yang ke-2, nah di situlah letak Langgar Sapit yang tidak jauh dari masjid kampung. Atau anda yang ingin menginap di Sapit, banyak penginapan di sini, iya karena memang Desa Sapit ini termasuk desa wisata Lombok Timur.

Yang terakhir, maaf ya fotonya pake hape lawas. Hehehe.

(Visited 436 times, 1 visits today)


About

Kadal Nongak leq Kesambik, Benang Katak Setakilan... Aduh Denda ~


'Berwisata Sejarah di Sapit, Lombok Timur' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool