Canyoning di Pringgasela Lombok

Canyoning di Pringgasela Lombok
5 (100%) 1 vote

Setiap ingat momen River Tubing sekitar dua bulan lalu, saya masih belum sepenuhnya move on dari ekstasi terpacunya adrenalin. Namun, rasanya sayang juga mengabaikan tantangan super menarik begini. Canyoning di tebing-tebing sungai dengan panduan tim dari Jejak Black Barry (JBB) Adventure, Pringgasela Lombok Timur (Lotim).

Jika sebelumnya lakukan river tubing dengan tandem bersama putra saya yang masih enam tahun, canyoning bersama JBB Adventure bisa saya lakukan bersama si sulung. Batasan umur minimal peserta canyoning adalah 10 tahun. Anak sulung saya sudah 12 tahun. Plus, tentu saja, keharusan utama tubuh dalam kondisi fit.

CANYONING BERSAMA JJB ADVENTURE PRINGGASELA

Saya memilih lakukan aktifitas seru ini di pagi hari. Tenaga penuh dari sarapan yang sehat, serta kondisi tubuh optimal selewat istirahat semalaman. Dua syarat minimal saya bisa bersiap konsentrasi penuh nikmati setiap sensasi dari canyoning.

Canyoning Pringgasela Lotim bersama Jejak Black Barry Adventure.

Canyoning Pringgasela Lotim bersama Jejak Black Barry Adventure.

Membayangkan saja sudah terasa sensasionalnya, saya harus segera bersiap untuk merasakannya langsung. Mempercayakan keselamatan tubuh pada rangkaian tali temali dan peralatan menuruni tebing. Percaya setiap pijakan pada bebatuan licin di tebing sungai yang dituruni, memastikan tubuh di posisi sempurna serta tak terbentur. Trip yang sepenuhnya menegangkan, mulai dari awal, saat turun pun ketika tubuh telah sepenuhnya berada di air. Terutama bagi saya, yang masih saja was-was meski life jacket sudah memastikan saya terapung dan bisa memilih teruskan arungi sungai di atas ban karet besar atau sekedar ciblon (puas-puaskan diri bermain air – sepertinya ada yang belum puas main di masa kecilnya yaaa.. 😛 ).

Canyoning Pringgasela Lotim bersama Jejak Black Barry Adventure.

Canyoning Pringgasela Lotim bersama Jejak Black Barry Adventure.

Canyoning Pringgasela Lotim bersama Jejak Black Barry Adventure.

Canyoning Pringgasela Lotim bersama Jejak Black Barry Adventure.

Peralatan canyoning telah memenuhi syarat standar peralatan sesuai peraturan umum Komunitas Canyoning. Peralatan yang wajib hukumnya dikenakan, demi keselamatan kita sendiri serta tetap asyik plus seru lakukan canyoning. Meski masih memungkinkan kenakan pakaian yang tepat untuk aktifitas alam bebas, tetap selalu disarankan untuk kenakan Full Wet Suit atau lebih dikenal sebagai baju selam. Menjaga tubuh minim dari resiko hipotermia, terutama jika canyoning di air terjun dengan debit air yang tinggi atau jika canyoning dikombinasi dengan menyelam.

Sumber: www.mountainescapes.gr/index.php/latest-news-2/203-canyoneer-lelvl-3-equipment-according-icopro-standard.html

Sumber: www.mountainescapes.gr/index.php/latest-news-2/203-canyoneer-lelvl-3-equipment-according-icopro-standard.html

Masih mirip dengan pengalaman seru saat River Tubing, pemandangan khas pedesaan mewarnai sebagian besar trip canyoning saya kali ini. Perjalanan melintasi jalan-jalan kecil antar kampung untuk sampai di spot tebing. Sekali waktu lewat di depan rumah penduduk, dimana sang nyonya rumah sedang asyik membolak-balik kopi hitam yang digoreng di atas wajan tanah dengan tungku bata merah sederhana. Kelompok-kelompok ibu yang berangkat ke sawah menyertai suami mereka, kenakan kain batik pabrikan bermotif kembang (di Lotim, perempuan di pedesaan masih terbiasa selalu kenakan ‘kereng’ – sarung, di aktifitas sehari-hari). Ssssttt, lipatan yang rapi saat kenakan kereng, dipercaya bisa menjaga lingkar pinggang di ukuran terkecil lhooo.

Perjalanan Menuju Spot Canyoning. Dokpri

Perjalanan Menuju Spot Canyoning. Dokpri

Di sekitar tebing spot canyoning-nya sendiri, pemandangan alam yang asri nan serba hijau sungguh memanjakan mata. Rimbunan rapat pepohonan di hutan yang tampak di kejauhan, pun petak-petak sawah yang berikan berbagai nuansa hijau, nuansa dari berbagai jenis sayur pun padi-padian yang ditanam petani.

Serasa mengulang petualangan susur sungai masa kecil dulu yak. Dokpri

Serasa mengulang petualangan susur sungai masa kecil dulu yak. Dokpri

POTENSI SPOT CANYONING LAINNYA

Di Lombok, aktifitas canyoning memang masih belum banyak dibuka, terutama untuk para wisatawan. Baik domestik pun mancanegara. Aktifitas beresiko tinggi namun sungguh menantang ini biasanya dilakukan oleh para kelompok-kelompok pecinta alam. Saya pribadi pernah lakukan Rapeling di tebing spot femes, tanjung Malimbu di Lombok Barat.

Jika wisatawan telah merasa cukup berfoto-foto cantik berlatar sunset Malimbu yang terbenam di balik siluet Gunung Agung Bali atau latar siluet tiga gili di kejauhan (hanya terlihat pada saat sunset berlangit cerah), sebagian kami (saya bersama kawan-kawan pecinta alam Universitas Mataram) beradu nyali. Praktekkan ilmu tali temali sekaligus turuni tebing Malimbu sampai dasar.

Spot Canyoning, Tebing Jerowaru Lotim. Dokpri

Spot Canyoning, Tebing Jerowaru Lotim. Dokpri

Spot Canyoning, Tebing Bukit di Pantai Kuta Lombok Tengah (selatan Lombok). Dokpri

Spot Canyoning, Tebing Bukit di Pantai Kuta Lombok Tengah (selatan Lombok). Dokpri

Spot Canyoning,Air Terjun Madu Lotim. Kredit Foto: Jejak Black Barry Adventure.

Spot Canyoning,Air Terjun Madu Lotim. Kredit Foto: Jejak Black Barry Adventure.

Nyatanya, Lombok dengan kontur dataran lengkap memiliki banyak potensi spot canyoning. Tebing-tebing batu dari bukit-bukit di pantai-pantai cantik, pun banyak air terjun yang tersebar di empat kabupaten. Potensi spot wisata baru yang bukan tak mungkin menjadi magnet baru. Selalu dikunjungi wisatawan mancanegara pun bisa juga dinikmati wisatawan domestik.

Tentu saja spot-spot yang harus memenuhi standar keamanan untuk bisa lakukan canyoning serta akses-akses sarana prasarana terkait jika terjadi musibah saat lakukan aktifitas beresiko tinggi ini. Ingat! Canyoning mensyaratkan pengetahuan yang cukup tentang dasar-dasar berkegiatan di alam bebas plus kondisi fit sempurna tubuh kita.

Putra saya excited lewati jeram mini pertamanya saat river tubing. Dokpri

Putra saya excited lewati jeram mini pertamanya saat river tubing. Dokpri

Excited saat bergelap-gelap ria di terowongan sungai. Dokpri

Excited saat bergelap-gelap ria di terowongan sungai. Dokpri

Minus trekking ke Rinjani, saya merasa beruntung telah bisa kenalkan dua potensi wisata baru di Lombok pada anak-anak saya. Canyoning nan seru bersama si sulung, serta River Tubing yang menyenangkan bersama putra bungsu saya yang enam tahun.
Dong ayok berburu tiket promo dan terbang lagi ke Lombok..

(Visited 180 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Canyoning di Pringgasela Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool