Cendrawasih Resto, Golden Palace Hotel, Lombok

Cendrawasih Resto, Golden Palace Hotel, Lombok
4.67 (93.33%) 3 votes

Ayo ke Lombok!

Lunch alias makan siang bagi saya adalah kebutuhan akan makan yang agak berat. Siang itu sedikit mendung, dan perut saya mulai keroncongan, maklum pagi itu ada pekerjaan membutuhkan energi lebih untuk berpikir. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Saya baru sadar ada ajakan seorang teman untuk makan siang bersama. Dengan sedikit terburu-buru saya mengendarai motor ditemani rintik hujan, tenang, saya fokus untuk segera sampai kok, tidak sampai baper. Hehehe.. Tapi gegara banyak kerjaan seabrek, macam butuh piknik deh.. *malah curcol*

Kali ini tujuan saya ke sebuah hotel, iya, kami membuat janji makan siang di restoran Cendrawasih, hotel Golden Palace. Setelah memarkir motor, saya melangkahkan kaki ke dalam hotel. Maklum, perut sudah berteriak minta diisi. Di dalam lobby, dua teman saya sedang menunggu. Akhirnya saya bergabung dengan mereka. Hotel yang cukup familiar sebenarnya, karena beberapa kali saya nebeng tidur di sini, ketika lagi pengen glamping, padahal gak camping sih jadinya. Tapi karena kenyamanan dari kamar dan service, tentu saja hotel Golden Palace jadi pilihan alternatif untuk kamu yang liburan di dalam kota Mataram.

1

Memasuki ruang restoran yang berada di sisi kanan lobby hotel, saya cukup merasa nyaman. Restoran Cendrawasih memiliki interior cukup cantik. Bersih dan rapi, kesan elegan juga sangat terlihat dengan hiasan kristal yang menggantung dan kaca variasi. Siang itu restoran agak lenggang, yang ada hanya kami. Ternyata teman saya sudah memesan duluan makanan yang akan kami santap bersama.

4

Tidak berapa lama, seorang waitress datang menawarkan air minum. Cukup sergap dia menuangkan air, dan kemudian mengantarkan makanan yang diorder taman saya. Eh, sebentar, lho! Kok begibung? Iya, di hotel berkelas bintang empat, saya menemukan menu begibung. Ini beneran begibung tapi dengan tampilan yang cukup berkelas juga. Bagi yang belum tau apa itu begibung, “Begibung” merupakan tradisi makan bersama dan disajikan dalam satu wadah semacam nampan suku Sasak yang sudah turun temurun sampai sekarang pun masih dilakoni ketika ada acara.

8

Begibung sudah tersaji di meja, saya tidak langsung menjamah nasi, mengenyampingkan teriakan perut sebentar. Saya cukup tertarik dengan menu begibung yang ada di depan mata saya, wah, ini sih bikin penasaran. Di dalam nampan kulit bambu, dialasi daun pisang, beberapa makanan seperti nasi putih, ares, sambel, pepes ikan, pindangan iga, sate ikan, ebatan/urap, dan emping mlinjo tersaji sangat cantik dalam wadah tanah liat atau gerabah. Ih, cantik, bukannya segera menyantap, saya sibuk mengambil kamera dan meotretnya dulu. Dih, biar kekinian kali ya? *sebelum makan harusnya berdoa, cuy! Hehehe*

7

Setelahnya, kami langsung menyerbu nampan begibung, tapi tidak langsung dimakan di nampan, melainkan menggunakan piring masing-masing. Namanya juga makan di restoran, itu tidak mengurangi nilai etnik dari begibung itu sendiri. Ini suatu keberuntungan juga, chef dari restoran hotel menghampiri kami. Saya yang sedikit penasaran langsung bertanya-tanya tentang isi dari menu begibung. Jadi, pindang iga yang disajikan adalah iga sapi dengan bumbu rajang, santan dan bumbu kuning yang memberikan rasa yang khas. Sedangkan pepes ikan dan sate buntel ikan bahan dasarnya adalah ikan Mahi-Mahi, sejenis ikan yang memiliki tekstur daging yang sangat lembut dan tidak terlalu banyak tulangnya.

2

Saya yang dasarnya tidak doyan sayur, sedikit tertarik dengan ebatan yang menyerupai urap, selain ada wortel sebagai tambahan bahan, ada juga kulit ayam crispy yang dijadikan sebagai taburan untuk menambahkan rasa yang cukup unik dan berbeda dari restoran yang lain. Satu suapan yang bikin nagih, pepes ikan yang bikin mau lagi dan lagi. Sempat juga mencicipi Ares yang merupakan sayur khas Lombok. Lah kok malah doyan sayur gini ya?

3

Selesai dengan menu begibung, perut sudah mulai mereda. Tak lama kemudian, lagi-lagi waitress mengantarkan tiga menu makanan chinese food. Ini teman saya order makanan banyak banget yak, mungkin mereka tahu kalau saya butuh asupan gizi untuk otak *halah. Seporsi daging saus madu, seporsi udang saos keju, dan seporsi sup bibir ikan sangat menggoda untuk segera dilumat. Benar saja, saya kalap mencicipi semua makanan itu. Lupa perkara berat badan ataupun kolesterol.

6

5

Kalau ke Lombok dan stay di Mataram, mungkin kamu bisa mampir dan mencicipi Begibung di hotel berbintang. Sedikit bocoran, dengan merogoh kocek 300 ribu, kamu bisa menikmati begibung dengan 3 orang temanmu. Tapi ketika saya makan, begibung itu sepertinya cukup untuk 5 orang lho! Eits, mo begibung di manapun, tapi jangan lupa bawa pulang sampahmu atau buang sampah pada tempatnya ya..

a

Salam Cihuy

(Visited 193 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Cendrawasih Resto, Golden Palace Hotel, Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool