Danau Segara Anak

Danau Segara Anak Lombok Is On My Bucket-List!

Danau Segara Anak Lombok Is On My Bucket-List!
5 (100%) 1 vote
Danau Segara Anak

Quote of the day

“Be brave. Take risks. Nothing can substitute experience.”

Quote di atas cukup menggambarkan betapa dahsyatnya sebuah pengalaman dalam hidup seseorang. Mungkin juga quotes ini hendak mengatakan, “Beranilah untuk menyisihkan waktu kerja Anda untuk berpetualang karena tiada yang bisa menggantikan nilai sebuah pengalaman.” Maka dari itu, yuk buruan ramai-ramai cuti kerja, pesan tiket, dan tengok indahnya Lombok.

Terakhir saya masih memposting artikel seputar wisata di Pulau Lombok, yang saat itu tentang Gunung Rinjani. Rasa-rasanya sih kali ini saya masih ingin membahas sisi lain dari gundukan bumi itu lagi. Tapi cerita yang akan saya bagikan ini bukanlah pengalaman pribadi saya, namun merupakan cerita dari teman yang akan saya ceritakan kembali untuk Anda semua. Layaknya kutukan cerita berantai. Jadi, pamali jika tidak meneruskan ceritanya… Begitupun Anda!

Ah, dia pandai sekali membuat saya malu menjadi anak Lombok yang belum sepenuhnya begerusuk –blusukan– ke setiap sudut pulau untuk mencari harta karun, sebuah keindahan panorama alam.

Danau Segara Anak

Panorama yang akan dijumpai menuju Segara Anak

Ceritanya yang apik, deskripsinya yang nyata, gesturnya yang meyakinkan… sukses bikin mata saya yang sebenernya udah belo ini malah semakin belo. Duh saya mah cuma bisa narik napas terus ngeluarinnya lewat bawah mulut supaya agak tenangan dikit.
Mungkin sebelum saya membongkar cerita yang diceritakan teman saya itu, lebih baik baca informasi kilat berikut ini.

Gunung Rinjani merupakan gunung vulkanik yang masih aktif nomor 2 tertinggi di Indonesia. Selain pendakian menuju puncak dijadikan salah satu objek wisata andalan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, ternyata gunung dengan ketinggian 3.726 mdpl ini masih menyimpan lokasi wisata yang ngga kalah menariknya. Salah satunya akan dibahas dalam artikel kali ini.
Awalnya dia sudah tau cerita perihal keberangkatan saya ke gunung bareng Bunda untuk merayakan hari spesial dalam hidup saya. Dan kalian tau apa yang terjadi? Dia tertawa! Ya… kalian memang sedang tidak salah baca. Dia TERTAWA… Dia tertawa mengetahui saya gagal memijakkan kaki di puncak tertinggi di gumi Sasak ini. Lemah, katanya….

“Kamu naik Gunung Rinjani tapi ngga kuat sampe puncak? Oke lah, saya berusaha ngerti. Tapi kamu ke Rinjani dan ngga dapat ke Segara Anak juga? Aduh, di mana saya taruh muka ini?” bully teman saya.

Oke sip. Setelah mendengar celotehan salah seorang teman saya, Segara Anak kemudian tiada hentinya mengitari benak saya. Benar juga, kenapa saya tidak singgah saja ke Segara Anak di saat momen istimewa itu? Huh….

Danau Segara Anak

#SegaraAnakAkuAkanDatang

Ibarat twitter, nama Segara Anak seketika menjadi trending topic dengan hashtag #SegaraAnakAkuAkanDatang selama satu pekan. Keinginan untuk nge-Rinjani mencuat kembali. Selain ingin membalas insiden gagal-muncak, cerita mengenai keindahan Segara Anak turut memompa ambisi yang menggebu ini.

“Beih, ngga bisa diungkapkan dengan kata-kata deh gimana indahnya di sana,” tambah teman saya.

Dan dia pun mulai bercerita.

Well, Segara Anak (segara: danau, laut) terletak di bawah puncak sebelah barat Gunung Rinjani. Mengunjungi Danau Segara Anak ini dapat ditempuh dari dua jalur resmi pendakian yaitu jalur pendakian Senaru dan jalur pendakian Sembalun. Danau Segara Anak dengan ketinggian kurang lebih 2.010 mdpl dan kedalaman yang mencapai 230 m ini mempunyai bentuk seperti bulan sabit dengan luas sekitar 1.100 Ha.

Lalu kita bisa ngapain aja sih di sana?

Danau Segara Anak

view Segara Anak dari atas

Danau Segara Anak sering dijadikan spot untuk berlama-lama menikmati Si Cantik (baca: Gunung Rinjani). Bagaimana tidak? Di sekitar danau tersebut terdapat lahan datar dan cukup luas untuk dijadikan tempat berkemah. Bermalam di sebelah danau ditemani api unggun dan menyantap keindahan kemilau bintang pasti asyik banget. Ngga heran banyak pendaki yang bilang kalau di Segara Anak merupakan lokasi yang asoy untuk salam perpisahan sebelum meninggalkan Rinjani.

Di danau ini kita juga bisa memancing ikan mas, ikan karper, dan ikan mujair (nila). Untuk sobat travellers yang biasanya kurang hoki dalam hal mancing-memancing, tenang aja. Di danau ini apapun yang terjadi, asal sudah melepaskan umpan ke danau, insyaAllah pasti dapat ikan. (Kata teman sih begitu).

Danau Segara Anak

Ajakin adek mancing, Bang…

Perlu diketahui di bagian bawah Danau Segara Anak terdapat sumber air panas yang dikenal dengan Aik Kalak. Para pendaki biasanya berendam di Aik Kalak ini untuk melepas penat dan pegal-pegal karena perjalanan. Para petuah juga percaya bahwa dengan berendam di Aik Kalak mampu mengobati aneka jenis penyakit, terutama penyakit kulit. Wah, kalau sakit hati kira-kira bisa ngga ya? Perlu dicoba nih.

Danau Segara Anak

Aliran danau Segara Anak. Mantab, Sob!

Objek lainnya di sekitar Danau Segara Anak adalah Goa Susu. Konon, goa tersebut diyakini oleh masyarakat sekitar sebagai media bercermin diri serta sering dijadikan tempat untuk bermeditasi.

Beranjak ke sisi timur kaldera terdapat Gunung Barujari (atau Gunung Baru) yang memiliki kawah berukuran 170 m x 200 m dengan ketinggian 2.296 – 2.376 mdpl. Gunung ini terbentuk sejak letusan Gunung Rinjani tahun 1994. Sebagai anak gunung, ia terus tumbuh dan berkembang sampai nanti tiba saatnya ia mungkin akan melakukan self-destrcuction alias meletus.

Danau Segara Anak

Gunung Barujari. Need a closer look, perhaps.

Mendengar deskripsi tanpa narasi mengenai tempat menakjubkan itu, setiap indera ini dapat merasakan setiap cerita yang terangkai amat jelas di dalam pikiran yang kemudian direspon oleh hati yang memberontak ingin pergi ke sana. Apalagi ternyata cerita ini belum berakhir, dan saya pun hanya perlu bersabar lagi menahan keinginan yang sudah ada di ubun-ubun.

Salah seorang teman bercerita (lagi) betapa indahnya sunset di sana. Katanya, dia tak pernah melihat pemandangan seindah itu di tempat lain sebelumnya. Ah, benar saja, saya semakin bersemangat mengajak tubuh saya ini ke lokasi itu, entah kapan, tapi secepatnya.

“Sudah… Sudah… Suatu hari nanti saya akan ke sana kok,” ucap saya mencoba tegar.

Danau Segara Anak

Look at the refelction. Oh God, take me there!

Ngedenger ceritanya aja sudah kebayang gimana spektakulernya di sana. Semua ‘katanya’ ini menghiasai dinding rasa penasaran. Bahkan, saya menulis cerita kali ini sambil ileran berhalusinasi, seandainya bisa ke sana.

Lagipula, teman saya tidak menceritakan keindahan Segara Anak secara detail. Dengan alasan dia ingin saya nge-Rinjani lagi.

“Ah, lebih baik kamu langsung saja ke sana. Daripada entar kamu pikir saya lebay bercerita,” ujarnya.

Okelah kalau begitu. Suatu hari nanti saya akan menulis cerita tentang Segara Anak berdasarkan pengalaman pribadi saya dan akan siap saya ceritakan kepada Anda semua. (Aamiin Ya Allah)

Sobat travellers tertarik untuk ke tempat itu juga? Santai saja, yang nulis ini juga belum pernah ke sana kok. Yuk, kita atur schedule biar bisa barengan ke sana. Gimana? READY?

(Visited 465 times, 1 visits today)



'Danau Segara Anak Lombok Is On My Bucket-List!' have 4 comments

  1. July 15, 2015 @ 7:56 pm depz

    bikin kangen rinjani aja ;’)

    Reply

  2. July 17, 2015 @ 1:55 pm Firdi K. Ramadhan

    Aku tak diajak? Fotonya bikin asdfghjkl

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool