desa-mantar

Desa Mantar Satu Dari Sejuta Pesona Wisata Lombok Sumbawa

Vote Us

Setelah kemarin ceritain soal rumah tradisional Sumbawa yang menarik dan wisata air terjun agal yang keindahannya bikin kehilangan rasa pegal saat trekking untuk menemukannya, sekarang saya mau lanjutin cerita ke destinasi wisata di Sumbawa selanjutnya setelah kedua topik yang saya sebutin tadi yaitu menuju ke Desa Mantar di Pulau Sumbawa.

Ezytravelers mungkin ada yang sudah familiar dengan Desa Mantar? Mungkin kalian pernah mendengar atau melihat Desa Mantar dari televisi, koran atau blog sebelumnya? Bisa jadi salah satu dari sekian banyak Ezytravelers yang sedang membaca tulisan ini pernah melihat Desa Mantar dalam sebuah film. Film apa hayo? Film yang saya maksud adalah Serdadu Kumbang! Film yang disutradarai oleh Ari Sihasale yang dirilis pada 16 Juni 2011 ini mengambil latar di Desa Mantar, Sumbawa.

I’m not going to review the movie, of course. But what i want to tell you is about…cerita perjalanan saya ke Desa Mantar. Jadi, gini ceritanya…Setelah sebelumnya trekking nyari air terjun agal yang berada di wilayah Alas, Sumbawa, misi eksplor Sumbawa langsung kami lanjutkan menuju ke Desa Mantar yang terletak di wilayah Kabupaten Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, NTB dengan sepeda motor dan modal GPS kami langsung meluncur~

Desa Mantar

Jasa angkut ke bukit mantar.

Kami tiba di Desa Tapir saat sore hari. Desa Tapir merupakan desa dimana para wisatawan yang ingin mengunjungi Desa Mantar terlebih dahulu bisa membayar jasa menaiki mobil bak terbuka dengan ongkos dua puluh ribu rupiah per orang (jika kalian tidak datang dengan kendaraan pribadi tentunya). Dari Desa Tapir perjalanan terus berlanjut melewati perbukitan yang tampak terlihat seperti Sembalun, Lombok Timur. Jalanannya berkelok dan menanjak melewati jalan aspal mulus. Tetapi semakin tinggi tanjakannya aspal mulusnya pun hilang! Berganti dengan jalanan yang disemen dan banyak berlubang juga berkerikil.

Keseruan perjalanan menuju Desa Mantar mulai terasa di sini. Motor kami kesulitan untuk menanjaki jalan tersebut. Sehingga yang dibonceng harus turun terlebih dahulu membiarkan driver meluncur sendirian sampai menemukan jalan yang agak datar untuk istirahat. Kami istirahat sejenak sambil menikmati pemandangan sekitar dalam keadaan perut yang sudah keroncongan berharap segera sampai ke Desa Mantar dan berdoa semoga ada yang jualan makanan enak di sana.

Cuma beberapa menit istirahat, kami lanjutkan perjalanan. Mulai terlihat perkampungan dan akhirnya kami sampai di Mantar! Hal pertama yang saya cari ketika sampai di Mantar adalah Pohon Harapan! Sebuah pohon yang pernah saya lihat di cuplikan film Serdadu Kumbang dan juga di tulisan sebelumnya di artikel salah satu kontributor Hello Lombok. Tapi yang saya temukan adalah…lintasan paralayang dan kuburan. Lah? Mana pohon yang iconic banget di Mantar itu?

Karena melihat potensi wisatanya, akhirnya Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah menetapkan Desa Mantar menjadi desa budaya sehingga Mantar pun dibenahi dan dilengkapi dengan beragam fasilitas sehingga sudah nggak terlihat apa adanya lagi seperti yang kita lihat di film Serdadu Kumbang.

Desa Mantar

Tepat di bukitnya pada ketinggian 630 meter di atas permukaan laut, dimana juga bukit tersebut menjadi camping ground, telah dibangun landasan paralayang dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Hari pertama berkemah di Desa Mantar sebelum tidur masuk ke tenda saya sempatkan ngobrol dengan ibu-ibu yang berjualan di sana. Dari si ibu saya dapat info kalau Mantar menjadi salah satu lokasi paralayang favorit. Tiap tahunnya di Mantar diadakan acara paralayang yang melibatkan atlit dari berbagai negara. Bahkan spot paralayang di Mantar ini disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia.

desa-mantar

Beres ngobrol langsung siap-siap tidur di tenda yang sudah kami bangun sedari baru datang. Ada yang agak sedikit membuat perasaan saya nggak karuan. Tepat di bukit yang menjadi spot wisata ini, ada kuburan! Sepertinya kuburan ini sengaja digusur dan pindahkan entah kemana. Jadilah kami nenda di samping sisa kuburan yang masih ada. Tidur di samping kuburan. Hehehe…Agak ngerasa gimana-gimana tapi yaudah lah ya. Di enak-enakin aja lagian karena cape akhirnya tidur pulas juga.

Salah satu tenda yag disewakan didirikan di atas kuburan. Hiiiiii

eksplore-sumbawa

Pagi harinya saya bangun untuk nengok kiranya ada sunrise yang menyambut pagi. Sayanganya karena kabut dan sedikit mendung jadinya nggak ada sunrise dan kebanyakan foto yang saya dapat saat Mantar sedang dinaungi kabut. Tapi saya masih bisa menikmati apa yang masih bisa terlihat. Melihat ke sekeliling sejauh mata memandang ada ladang terhampar hijau, lautan luas dengan pulau-pulau yang bertebaran yang dikenal sebagai Gili Balu (delapan pulau kecil) yaitu Pulau Kenawa, Pulau Mendaki, Pulau Paserang, Pulau Belang, Pulau Ular, Pulau Namo dan Pulau Kalong.

desa-mantar

Ada promo tiket pesawat buat ke Lombok nih! Gak cuma itu aja, bisa jalan-jalan hemat dengan booking hotel murah dan paket tour. Yuk siap-siap liburan!

desa-mantar

Cukup menikmati bukit Mantar kami bergehas untuk ke destinasi selanjutnya yaitu ke wilayah Taliwang. Di tengah perjalanan saya menyempatkan mengambil gambar beberapa rumah warga di Desa Mantar yang terlihat begitu etnik dan sederhana. Hampir semua rumah di Desa Mantar masih dalam bentuk tradisional yaitu rumah panggung yang selalu berhasil menarik perhatian saya.

desa-mantar

Udah segitu aja cerita dari Desa mantar, ntar bakal lanjutin lagi cerita jalan-jalan di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat. Enjoy pesona Lombok Sumbawa~

(Visited 115 times, 1 visits today)


About

wandergirl | a lil daughter | weirdo | journeylist


'Desa Mantar Satu Dari Sejuta Pesona Wisata Lombok Sumbawa' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool