Desa Adat Limbungan

Dusun Adat Lombok, Limbungan Desa Perigi Lotim

Dusun Adat Lombok, Limbungan Desa Perigi Lotim
4 (80%) 1 vote

Di antara sekian banyak desa adat, Dusun Adat Lombok Limbungan yang tepatnya berada di Desa Perigi Kecamatan Suela Lombok Timur menjanjikan pemandangan lengkap. Selain kompleks dusun dengan rumah-rumah penduduk yang serba tradisional, pemandangan alam di sekitar dusun memanjakan mata. Kebun dan sawah serba hijau dipadu gradasi biru di kejauhan dari laut Selat Alas pemisah pulau Lombok dan Sumbawa. Di hari tercerah, latar samar bebukitan di sisi barat pulau Sumbawa menjadi penyempurna koleksi foto cantik di dusun ini.

Dusun Adat Limbungan

Rumah khas Dusun Adat Lombok Limbungan

Jamaknya spot-spot wisata di Lombok, dusun adat Lombok Limbungan juga dekat dengan berbagai destinasi menarik lainnya. Sebut saja kompleks makam Selaparang, desa wisata Sembalun atau pantai-pantai cantik di kecamatan tetangga –Pringgabaya, Ketapang dan Tanjung Menangis. Pantai yang menjadi lokasi ritual adat Rebo Buntung Tatulak Tamperan.

Saya? Mengingat sedang memprioritaskan pelesir bagi anak-anak, saya menggabungkan wisata ke dusun adat ini dengan sepagian berenang di kolam yang satu lokasi dengan hutan wisata Lemor di kecamatan yang sama.

Berangkat di pagi hari, motor yang ditumpangi berempat digeber santai. Berjarak sekitar satu jam dari kota saya di Selong Lombok Timur, kemudian berenang sampai tengah hari plus sekalian makan siang, kunjungi dusun adat Lombok Limbungan di siang hari demi bisa dapatkan view cantik di sunset yang agak ‘kepagian’. Cuaca Dusun Limbungan hampir sama dengan kebanyakan desa di kecamatan Suela, dingin statis meski di cuaca terik sekalipun. Mengapa? Lokasinya sudah berada di wilayah kaki gunung Rinjani.

Mau Tahu Lezatnya Soto Lombok? Yuk cicip Soto Mule Ngeno di Lotim
Dusun Adat Lombok Limbungan

Ruas jalan di Dusun Adat Lombok Limbungan

Ish, jadi teringat lagi momen saat lintasi jalanan yang membelah kawasan hutan wisata Lemor. Waktu itu tengah hari tepat, namun sedang hujan lebat plus kabut. Motor matic yang digeber kakak lelaki saya masih relatif baru. Apa daya, terang maksimal lampu motor gagal menembus kabut dan akhirnya motor yang melaju di turunan (sepulang dari desa Sembalun yang lokasinya di ketinggian 1000 mdpl) maksimal di gigi 1 atau 2 dengan tangan bersiap di dua tarikan rem.

Back to Limbungan, bagi saya kompleks dusun adat ini sungguh bangkitkan kenangan masa kecil tentang beberapa kampung leluhur saya dari garis ibu dan bapak. Halaman tanah, pagar atau batas dari batu-batu kali besar, atap ilalang dan dinding bedeg anyaman bambu. Beberapa rumah miliki bong (tempayak tanah yang berfungsi sebagai penampung air) dengan sumbat sabut kelapa yang keras atau potongan karet. Sssstt, rumah saya juga masih gunakan bong sampai tahun 90-an akhir. Setiap pecah, nenek saya almarhum masih rajin membeli ulang. Hiks, jadi kangen nenek.

Bong di Dusun Adat Lombok Limbungan

Bong di Dusun Adat Lombok Limbungan

Lingkungan dusun juga lekat dengan pagar alami seperti pohon pager banten (sebutan khas Lombok) di mana khasiat daun ini bisa sebagai penurun panas –segenggam daun dilumatkan dan ditempelkan di dahi anak yang sedang demam atau dicampurkan di bak air hangat bekal mandi atau berendam. Irigasi sederhana di masing-masing sisi ruas jalan dusun, mengingatkan juga pada desa lain, seperti Senaru di kaki Rinjani sisi utara. Selain sebagai pengairan sawah desa, juga menjadi tempat para ibu-ibu mencuci pakaian.

View Sawah Dusun Adat Lombok Limbungan

View Sawah Dusun Adat Lombok Limbungan

View Laut Dusun Adat Lombok Limbungan

View Laut Dusun Adat Lombok Limbungan

Puas kelilingi dusun dan berfoto-foto cantik dengan latar rumah-rumah tradisional sederhana, waktunya jalan-jalan di wilayah persawahan di dekat dusun. Uwow, hijaunya pepadian, rumpun tanaman pematang yang sekaligus menjadi sumber sayur mayur warga setempat, berlatar birunya pemandangan lautan Selat Alas di kejauhan. Betah banget berlama-lama habiskan waktu di pemandangan cantik begini.

Ezytravelers tertarik kunjungi dusun adat Lombok Limbungan? Tak perlu sungkan meminta siapa pun yang temani trip Ezytravelers datangi spot ini. Mau langsung cuss selepas landing di Bandara Internasional Lombok (BIL) di Praya Lombok Tengah? Naik damri BIL yang menuju kota Selong dan minta turun di perempatan mesjid jami’ Masbagik. Perjalanan bisa diteruskan dengan naik angkutan publik yang femes disebut engkel, minta diturunkan di perempatan yang menuju ke Desa Perigi. Sisa jarak belasan km bisa dilanjutkan dengan ojek. Ngetrip rombongan dengan mobil sewa? Wah, jadi makin asyik karena tinggal pilah-pilih mau teruskan kunjungi spot cantik lainnya di Lombok Timur. Jangan sampai lupa, di jalur menuju Limbungan, Ezytravelers kudu mampir di warung Soto Mule Ngeno. Intip kisah lezatnya di ulasan yang saya tulis sebelumnya yaaa.

Yuk mari, tak perlu sungkan buat tak bosan ngetrip ke Lombok terus..

“Intip Hotel, Paket Liburan dan Tiket Pesawat ke Lombok Terbaru” Hotel di Lombok, Indonesia Holidays Package, dan Tiket Murah
(Visited 627 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Dusun Adat Lombok, Limbungan Desa Perigi Lotim' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool