Gili Kapal Lombok

Eksklusif di Lombok: Gili Kapal, Si Mini yang Misterius

Eksklusif di Lombok: Gili Kapal, Si Mini yang Misterius
5 (100%) 1 vote

Look deep into nature, and then you will understand everything better – Albert Einstein.

Oh, how sweet Einstein is!

Mungkin, atau bisa jadi benar adanya, para ilmuwan dan orang-orang besar dalam sejarah adalah mereka yang jatuh cinta pada alam. Einstein, si ilmuwan jenius, pun menyebut nature sebagai ruang eksperimen yang penuh keajaiban. Nah, kalau saja si Mbah Einstein masih hidup, apa mungkin ia menjadikan Lombok sebagai destinasi wisata? Jawabannya: BISA JADI.

Okay, lupakan pertanyaan di atas. Postingan kali ini sebenarnya nggak ada hubungannya dengan Einstein atau ilmuwan manapun. Tapi lebih pada menyadari bahwa traveling punya segudang cara untuk membuat manusia belajar dari alam. Termasuk tentang fenomena eksklusif Gili Kapal yang misterius. Iya, postingan saya kali ini tentang Gili Kapal.

biru langit di Gili Kapal

biru laut, biru langit di Gili Kapal

Gili Kapal adalah bagian dari gugusan gili—pulau kecil—yang ada di timur Lombok: Gili Kondo, Gili Bidara, dan Gili Petagan. Gugusan gili ini secara administratif berada di kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Butuh waktu sekitar 2,5 – 3 jam perjalanan untuk sampai kesini dari Kota Mataram. Rute tidaklah sulit karena hanya harus mengikuti jalur dari Masbagik sampai Pringgabaya hingga Sambelia. Jangan khawatir bosan, banyak pemandangan menarik yang bisa dilihat sepanjang perjalanan. Kendaraan bisa diparkir dengan aman setelah sampai di dermaga penyebrangan, pantai Pandak, demikian sebutannya menurut masyarakat sekitar.

View pantai Pandak dari Kejauhan

View pantai Pandak dari Kejauhan

Nah! Untuk berkeliling gili, bisa menyewa kapal dengan tarif Rp.325.000-Rp.350.000. It’s worth the price kok, murah meriah, apalagi kalau perginya rombongan. Satu kapal bisa muat 10 orang atau lebih. Beruntung kapal yang kami gunakan saat itu juga menyediakan peralatan snorkeling. Komplit!

Okay, back to Gili Kapal!

Nggak perlu lama-lama, cukup 15-20 menit dari dermaga, pemandangan Gili Kapal sudah tersaji di depan mata. Meski tidak setenar tiga gili lainnya, Gili Kapal punya keunikan tersendiri, cenderung eksklusif karena nggak bisa ditemui sembarang waktu. Gili pasir, nama lain dari gili kapal, memang hanya akan ada pada saat air laut surut, yakni di pagi atau sore hari.

Rombongan kami saat itu sampai sekitar pukul 10.30 siang sehingga penampakan Gili Kapal yang tersisa hanya seluas beberapa meter saja. Padahal menurut guide yang menemani kami, bila datang lebih awal, kami bisa menikmati berada di tengah pulau pasir seluas 2 are.

Merapat menuju Gili Kapal

Merapat menuju Gili Kapal. Iya, sisa sepetak daratan itu saja.

Bayangkan saja berdiri di tengah-tengah pulau pasir kecil dikelilingi lautan seluas mata memandang dibawah langit biru nan bersih, plus pemandangan lereng Gunung Rinjani dari kejauhan. Nothing can explain better, unless you experience it by yourself!

View cantik dari Gili Kapal

View cantik dari Gili Kapal

Masih menurut guide yang menemani kami, gili ini dinamai gili Kapal berawal dari kapal tentara Jepang yang pernah terdampar karena tidak menyadari keberadaan pulau ini ditengah lautan luas. Voila, jadilah nama Gili Kapal. Cool, huh!  Sayangnya kami tidak sempat snorkeling di area Gili Kapal, tapi dari informasi yang kami dapat, alam bawah laut di sekitar Gili Kapal cukup recommended bagi pecinta coral. We’ll give it a try later 🙂

Now, back to Einstein!

Meski nggak ada kaitannya dengan teori Einstein, fenomena misterius Gili Kapal sempat membuat saya penasaran. What actually happens there?

TIKET MURAH KE LOMBOK

Usut punya usut, sebenarnya Gili Kapal tidak tepat jika disebut sebagai gili. Syarat wajib sebuah pulau atau gili adalah tidak boleh tenggelam saat air pasang naik. “Gili” Kapal adalah fenomena geologi yang disebut Gosong atau Gosong Pasir, yaitu pengendapan material yang membentuk tumpukan daratan yang terkurung di suatu perairan. Nah, material hasil sedimentasi penyusun gili kapal adalah timbunan pasir itu sendiri.

Perahu nelayan di Gili Kapal

Perahu nelayan di Gili Kapal

Kece kan, traveling sambil menyaksikan langsung fenomena alam! Daripada penasaran, lebih baik langsung datang dan buktikan sendiri sensasi eksklusif berada di Gili Kapal.

WEfie kece di Gili Kapal!

WEfie kece di Gili Kapal!

(Visited 2,516 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Eksklusif di Lombok: Gili Kapal, Si Mini yang Misterius' have 5 comments

  1. May 6, 2015 @ 6:58 pm depz

    potonya Keceh!
    deskripsinya juga

    I love the way u wrote this post!

    thumbs up

    Reply

  2. May 6, 2015 @ 7:51 pm deehati

    Kereeennn!!! Jadi pengen ke situ..

    Reply

  3. May 7, 2015 @ 7:25 pm awang

    Keceeee..n setilll belom pernah kesiniii..

    Reply

  4. May 8, 2015 @ 9:04 am Abenk Kautsar

    Hail!!!!

    Reply

  5. May 15, 2015 @ 6:26 pm Hello LOMBOK / Keren! Jadi “The Hobbit” di Tengah Pepohonan Purba Lombok

    […] kali ini sebetulnya masih merupakan sekuel dari tulisan sebelumnya tentang Gili Kapal, bonus travelling menyusuri gili-gili di Timur Lombok tersebut. Saya menemukan The Hobbit Forest […]

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool