Festival Moyo 2016, Sumbawa

Festival Moyo 2016, Sumbawa
5 (100%) 1 vote

Festival Pesona Senggigi 2016 telah berlalu, begitu pula dengan Bulan Budaya Lombok Sumbawa 2016, saya cukup senang dengan semakin banyaknya event yang digelar di Lombok. Yah, Lombok merupakan bagian dari provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki banyak sekali kekayaan alam dan tentu saja kaya akan budaya. Belum lagi jika berbicara Nusa Tenggara Barat secara global, tentu saja tak melulu soal Lombok namun akan bersinggungan dengan Pulau Sumbawa yang merupakan bagian dari provinsi ini juga.

b

Setelah mengintip calender event 2016 yang ada di Lombok, mata saya terpaku pada sebuah festival yang akan digelar di pulau seberang Lombok. “Festival Moyo”, sebuah pesta rakyat yang pastinya dikemas begitu apik kembali digelar di Sumbawa. Festival yang menjadi agenda tahunan pemerintah kabupaten Sumbawa. Sebenarnya Moyo sendiri merupakan nama dari sebuah pulau kecil yang sangat cantik dengan panorama yang elok. Denger-denger sih, dulu (almarhum) Lady Diana pernah berlibur di pulau ini lho! Sepertinya ini merupakan event yang sangat disayangkan untuk dilewati.

c

Dan rupanya keberuntungan memihak kepada saya. Saya diajak seorang teman untuk ikut sebuah rombongan yang juga akan menyaksikan pembukaan festival Moyo di kabupaten Sumbawa. Wah, saya langsung mengiyakan, ini merupakan keberuntungan yang gak bakal dateng dua kali. Bayangkan saja, event ini hanya berlangsung setahun sekali. Jadi saya sangat antusias untuk menyaksikan secara langsung acara festival ini.

Jumat pagi, tepatnya tanggal 23 September 2016 kemarin, saya beserta rombongan segera berangkat menuju pulau seberang lombok, Pulau Sumbawa. Kali ini saya naik bis, padahal perjalanan pulau Sumbawa akan terasa lebih cihuy kalau dengan naik motor. Tetapi itu tidak mengurangi panorama alam yang disajikan sepanjang perjalanan. Ketika kapal bersandar di pulau Sumbawa, saya semakin terkagum-kagum dengan pulau Sumbawa. Gugusan pulau yang tersebar tak jauh dari pulau Sumbawa menjadi daya tarik tersendiri. Walaupun ini bukan perjalanan pertama saya ke pulau Sumbawa, tapi saya tetap saja menikmati setiap detik perjalanan yang cukup panjang ditemani pemandangan pesisir yang cantik.

d

Jika dari kota Mataram, perjalanan menuju kabupaten Sumbawa ini memakan waktu sekitar 6 jam. Dan tentu saja, kalau kamu naik motor nih, dijamin bisa bentar-bentar berhenti hanya untuk foto-foto selfie. Hehehe… *itu sih saya*. Sore sedikit mendung, namun tak mengurungkan niat saya untuk menyaksikan pembukaan Festival Moyo yang diadakan di lapanagan Kerato, Kabupaten Sumbawa.

Saya dan beberapa teman yang menginap satu hotel langsung berangkat menuju lapangan Kerato, sayangnya kami telat mengikuti pembukaan. Ini cerita ter-sial saya seperti halnya kejadian hendak menonton Festival Pesona Senggigi (apesnyaaaa saya). Tapi beruntungnya, pembukaan langsung dilanjutkan dengan pawai. Akhirnya saya menyaksikan pawai yang diikuti oleh banyak partisipan. Masyarakat tumpah ruah ke jalanan untuk menyaksikan pesta rakyat yang digelar setahun sekali ini. Sembari berdesak-desakan di keramaian orang, saya berusaha menyelinap ke depan dengan badan saya yang tipis ini.

Dari pawai ini saya banyak melihat budaya pulau Sumbawa. Baju adat yang ditampilkan sangat menarik perhatian, beberapa peserta pawai juga ada yang membawakan tarian tradisional khas sumbawa seperti Tari tanak ( Tanak Juran dan Tanak Eneng Ujan ) yang adalah tarian tari persembahan Tau Juran ( seketeng, Samapuin, Lempeh dan Brangbara ) kepada raja Sumbawa.

Selain itu ada pula Tari Nguri, Tari Pego Bulaeng, Tari Pasaji, Tari Pamuji, Tari Batu nganga, Tari lalu diya – lala jines, Tari ngasak, dll. Saya menikmati sekali keindahan tari-tarian ini sembari mengikuti mereka berjalan dengan iring-iringannya. Duh, saya benar-benar seperti seorang turis yang sedang terkagum-kagum dengan cantiknya kebudayaan pulau Sumbawa yang tak kalah eksotiknya ini.

e

Setelah cukup puas menonton pawai, saya dan beberapa teman yang bersama tadi langsung balik ke hotel. Malamnya, setelah makan malam, kami berangkat lagi ke lapangan Kerato. Kami menyaksikan banyak atraksi budaya yang dibawakan oleh beberapa kecamatan. Setiap kecamatan menampilkan budaya yang berasal dari mereka. Ada yang berupa tarian, ada yang berupa cerita rakyat, ada yang berupa komedi, ada juga yang disajikan dengan menyanyikan lagu-lagu daerah khas Moyo dan Sumbawa diantaranya Poto Tano dan Pengeneng Ate. Saya lagi-lagi hanyut dan terpukau dengan kayanya budaya bangsa kita. Ternyata Indonesia kaya sekali akan budaya, sangat kaya dari yang saya bayangkan selama ini. Nah, ini baru pulau Sumbawa, belum lagi kalau digabung dengan pulau Lombok, jadi Nusa Tenggara Barat memang memiliki kekayaan budaya dan kekayaan alam yang sangat patut diacungi jempol. Membayangkan lagi daerah lain se-nusantara, sepertinya saya bakal ternganga. Menurut informasi yang saya dapat, rangkaian festival Moyo selain pawai budaya ada juga pacuan kuda, kemudian karapan Kerbau. Sayangnya, karena saya ikut rombongan, saya tidak bisa menonton acara-acara tersebut. Saya, dan kalian sobat Ezy, rasanya harus memasukkan list Festival Moyo tahun depan ke agenda liburan saya.

Eits, mo traveling kemana pun, sampahnya bawa pulang! Masukin tas atau buang ke tempat sampah terdekat ya!

(Visited 139 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Festival Moyo 2016, Sumbawa' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool