FESTIVAL MUHARAM LOMBOK TIMUR

FESTIVAL MUHARAM LOMBOK TIMUR
5 (100%) 2 votes

Semakin eksis dengan spot-spot wisata alam seperti Gunung, Air Terjun dan pantai-pantai cantik, kini Lombok juga makin bergiat dengan tawaran pilihan wisata budaya. Berbagai corak ragam kesenian berlatar budaya Sasak Lombok yang kental dikemas di berbagai macam festival seni. Salah satunya, Festival Muharam di Lombok Timur (Lotim).

Menjadi salah satu kabupaten dari empat kabupaten lainnya di Pulau Lombok, Lotim semakin kental dengan budaya Islam di sebagian besar kehidupan keseharian. Masa kecil saya dulu di Selong, kota kabupaten Lotim mengenal daerah-daerah lain di Lotim melalui Pameran Pembangunan yang biasanya diadakan di bulan Agustus setiap tahun. Kini, anak-anak saya lebih mengenal Festival Muharam, bulan pertama di kalender muslim (Hijriyah) yang merujuk pada rotasi bulan terhadap bumi.

Tahun ini, Festival Muharam di Lotim di selenggarakan sebulan penuh. Bertepatan dengan kalender Masehi yaitu sepanjang bulan Oktober ini. Apa saja yang bisa disaksikan di Festival Muharam Lotim?

Bupati Lombok Timur Bapak Ali BD saat kunjungi salah satu stand.

Bupati Lombok Timur Bapak Ali BD saat kunjungi salah satu stand.

RAGAM ACARA BUDAYA

Bertempat di Lapangan Nasional, satu dari tiga ikon lapangan terbesar kota Selong, Festival Muharam sediakan tiga panggung utama yang tersebar di sisi utara, tengah lapangan dan sisi selatan. Panggung sisi utara terletak di stand Dikpora Lotim, persis di pertigaan pertama selepas pintu masuk dari ruas jalan raya utama Jl Teuku Umar Selong. Atau hanya 10 menit berjalan kaki dari kompleks Masjid Raya Al Mujahiddin Selong yang bersebelahan persis dengan Taman Tugu. Di panggung ini lebih fokus bagi pentas musik. Saya akan betah berlama-lama menonton, terutama ketika disajikan music-musik pop dari lagu-lagu Sasak terbaru. Sssttt, saya rekomendasikan lagu “Mauq Cerita” lhooo. Penyanyi utamanya masih siswa dari SMAN 1 Selong, sekolah favorit di Lotim.

Ragam budaya lain bisa dinikmati di panggung utama yang mengarah ke timur. Khusus panggung ini, disisakan tanah lapang yang paling luas. Mengapa? Setiap malam minggu, ada pertunjukan wayang Sasak! Sayang, karena sudah tak sanggup bergadang, saya belum pernah menonton satu pun pertunjukan wayang di panggung ini.

Grup Vocal dari salah satu sekolah negeri di Selong Lotim.

Grup Vocal dari salah satu sekolah negeri di Selong Lotim.

Selain wayang, panggung ini juga menjadi ajang pagelaran seni lintas sekolah yang ada di kabupaten Lombok Timur. Berbagai peragaan mode busana muslim, drama-drama berbahasa pengantar Sasak, juga penyanyi-penyanyi yang kenakan berbagai ragam pola kain tenun Lombok serta kebaya modif khas Sasak Lombok.

Panggung sisi selatan, di stand Departemen Agama menjanjikan ragam budaya yang lebih agamis. Pengisi panggung berasal dari madrasah-madrasah negeri pun swasta serta dari kelompok-kelompok kesenian dari Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Hamzan Wadi Pancor Lotim. Seni Rudat, Qasidah dan berbagai macam tarian berlatar khas budaya Sasak Lombok.

Kombinasi Angklung dan Gendang Beleq menjadi tontonan baru masyarakat Lotim.

Kombinasi Angklung dan Gendang Beleq menjadi tontonan baru masyarakat Lotim.

Paling seru saat tarian dilatari lagu khas Sasak yang rancak.

Paling seru saat tarian dilatari lagu khas Sasak yang rancak.

RAGAM KULINER DAN PRODUK KHAS

Wah, buat saya, sebulan penuh Festival Muharam menjadi surga kuliner. Saya bahkan sempat membeli permen susu, meski sayang saat itu kehabisan Manja Real, dua kuliner khas Sumbawa. Berbagai kemasan dari jaje tujak kering atau goreng siap santap. Warna-warni dodol rumput laut pun rengginangnya yang dikombinasikan dengan ubi ungu.

Kopi Liseng varian rasa Kopitok alias pure kopi tanpa campuran apa pun.

Kopi Liseng varian rasa Kopitok alias pure kopi tanpa campuran apa pun.

Saya selalu suka tudung saji yang polos. Anda?

Saya selalu suka tudung saji yang polos. Anda?

Kerajinan-kerajinan bambu, gerabah, kain tenun, pun produk-produk khas hutan raya di Lotim tersebar di berbagai stand dari dinas terkait. Tudung-tudung saji dari pelepah pandan yang diwarnai alami menjadi merah bata. Satu stand yang paling berkesan bagi saya, yaitu stand Perpustakaan Daerah Lotim. Lebih dari lima frame kaca menyajikan sejarah Gumi Paer Sasak (daerah Lotim) jaman baheula. Koleksi-koleksi keris, acara-acara adat, lapangan serta pasar-pasar terbesar Lotim di jaman penjajahan Belanda dulu.

Lokasi festival berjarak 1 sampai 1.5 jam berkendara dari kota Mataram. Dari Bandara Internasional Lombok di Praya Lombok Tengah, sekitar 1 jam dan masih harus naik angkutan kota berwarna hijau dengan ongkos 5K idr untuk sampai di Lapangan Nasional.

Rona-rona a la Selong Lotim, target utama balita ^_^

Rona-rona a la Selong Lotim, target utama balita ^_^

Dua hotel terletak sangat dekat, yaitu Hotel Erina berada persis di depan lapangan dan Hotel Ratna yang berada persis di depan kompleks Masjid Raya Al Mujahidin Selong. Jadi, jika kebetulan sedang lakukan trip wisata pantai atau wisata alam lainnya di bulan Muharam, luangkan waktu kunjungi Festival Muharam ya. Makin sempurna jika Anda berkunjung di malam Minggu.

Yuk ke Lombok Timur! 🙂

(Visited 123 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'FESTIVAL MUHARAM LOMBOK TIMUR' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool