kesenian-tradisional-lombok

Seniman Cilik Gamelan Sasak Sebagai Regenerasi Kesenian Tradisional Lombok

Seniman Cilik Gamelan Sasak Sebagai Regenerasi Kesenian Tradisional Lombok
Vote Us

Ayo rawat Kesenian Tradisional Lombok! Kembali ke rutinitas yang sedikit monoton. Saya termasuk orang yang lekas bosan dengan aktivitas seperti itu. Iya, dan kebanyakan dari rutinitas tersebut adalah berada di depan laptop. Kemudian weekend memang menjadi jatah badan dan pikiran untuk rehat dengan segala yang agak serius. Butuh refreshing jiwa ibaratnya.

Kesenian Tradisional Lombok

Minggu pagi, biasanya ke Car Free Day, atau ke pantai dekat-dekat rumah. Eh, maklum ya… halaman belakang rumah saya udah pantai, jadi deket banget… *ini songong banget huehehe… Saya diajak seorang teman beserta keluarganya (iya lengkap, suami dan anaknya) untuk blusukan bersama. Karena mereka yang tahu tempatnya, akhirnya saya hanya mengekor di belakang motor mereka. Katanya mau nonton langsung kesenian tradisional Lombok secara langsung, yaitu Gamelan Sasak.

Kesenian Tradisional Lombok

Ke Gili Asahan? Menginap di Karang Putih Villa Aja!

Tidak begitu lama, sekitar 30 menit perjalanan dari kota Mataram. Kami sampai di sebuah dusun yang cukup asri. Tepatnya di Dusun Permas, desa Darek, kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Dua orang teman sudah menunggu kami, dan memperkenalkan kami pada seorang lelaki yang ternyata salah satu penggagas didirikannya sanggar Mas Permas Darek, Bapak Lalu Kusuma Bangsa, yang mengangkat kesenian tradisional Lombok, yaitu Gamelan Suku Sasak.

Kesenian Tradisional Lombok

Setelah memarkir motor, kami langsung diajak ke sanggar, kebetulan pagi itu mereka sedang latihan. Saya yang merupakan seorang pendatang, semakin tertarik dengan kesenian tradisional Lombok. Jadi tak hanya Gendang Beleq saja yang saya tahu. Ternyata banyak lagi kesenian musik tradisional seperti Gamelan ini.

Kesenian Tradisional Lombok

Semakin takjub ketika langkah kaki saya sudah memasuki sebuah halaman Sanggar. Wah, yang bermain ternyata semua masih anak-anak. Berbincang dengan ketua Sanggar, mas Nanang, anak-anak ini memang sengaja dilatih dengan tujuan untuk regenerasi, agar kesenian tradisional Lombok tidak terkikis dan meghilang begitu saja di kalangan anak muda. Ada dua kelompok pemain Gamelan yaitu kelompok cilik dan remaja. Usia termuda seniman cilik di Sanggar Mas Permas Darek adalah 8 tahun, untuk yang remaja rata-rata sudah duduk dibangku Sekolah Menengah Atas.

Kesenian Tradisional Lombok

Kami menikmati alunan musik gamelan yang tercipta dari tangan-tangan kecil anak-anak sanggar Mas Permas Darek ini. Dengan lincah mereka sudah lihai memainkan 12 macam gending. Yang bikin saya kaget lagi, seni Gamelan anak-anak ini baru dibentuk sekitar 4 bulan yang lalu tutur Bapak Lalu Jamiri, selaku pelatih Sanggar. Wow! Keren banget yak… Hebatnya mereka sudah tampil di banyak tempat, bahkan di Bandara LIA (Lombok International Airport).

Kesenian Tradisional Lombok

Pada setiap kelompok terdiri dari 22 orang. Semakin penasaran, saya bertanya pada sekretaris Sanggar, Bapak Lalu Budi Kurniawan, nama-nama alat yang dimainkan oleh teman-teman kecil di depan saya. Nama alat-alat tersebut adalah Sharon, Terompong, Calung, Cigokan, Kantil, Gendang, Pemugah, Petuk/ Kepud, Rincik, Gong, dan Seruling.

Kesenian Tradisional Lombok

Sebenarnya sanggar Mas Permas Darek ini sudah berdiri sejak Juni 2014, namun pada saat itu hanya mengajari Bahasa Krama Sasak, belum merambah pada kesenian tradisional Lombok. Setalah tercetus gagasan untuk mengajari anak-anak muda di dusun Darek, mereka terbantu dengan alat-alat pinjaman dari seorang kolektor yang sangat menyukai kesenian tradisonal Lombok yaitu Bapak H.Lalu Gita Aryadi.

Kesenian Tradisional Lombok

Setelah menikmati suguhan gending dari seniman cilik dan remaja-remaja yang sangat bersemangat pagi ini, kami diajak lagi ke sebuah tempat yang tak jauh dari sanggar. Sebuah alunan musik lagi-lagi terdengar dari tempat tersebut, bedanya tidak terlalu seramai gending Gamelan. Saya mendekat dan ternyata beberapa lelaki paruh baya di sebuah bilik panggung yang cukup tinggi.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: Paket Tour, Cari Tiket Pesawat Murah, Cari Penginapan Murah

 

Kesenian Tradisional Lombok

Bapak Lalu Jamiri (kiri) dan Bapak H. Muhammad Fadli (kanan)

Pak Lalu Kusuma mengenalkan kami pada seorang seniman yang lanjut usia, Bapak H. Muhammad Fadli. Jadi beliau merupakan pemilik Wayang Obat. Nah, ini sangat unik lagi, setahu saya wayang hanya untuk dipentaskan, yang ini berbada, selain wayang-wayang dipentaskan, ada dua wayang dipercaya bisa untuk pengobatan. Wayang Obat, mereka menyebutnya begitu. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, wayang obat bisa mengobati seperti anak tidak bisa bicara, diare dan beberapa penyakit lainnya.

Saya sangat cukup senang dengan blusukan kali ini. Semakin banyak budaya Lombok yang saya ketahui. Regenerasi memang sangat dibutuhkan agar kesenian tradisional Lombok tetap ada dan tidak tergerus oleh budaya modern. Jamuan dari teman-teman sanggar Mas Permas Darek juga sangat baik, mereka ramah sekali. Ternyata alternatif wisata budaya di Lombok memang ngga habis-habis untuk di-explore yaah. Eh, abis nonton Gamelan, sampahnya dibuang ke tempat sampah ya!

Salam Cihuy~

(Visited 288 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Seniman Cilik Gamelan Sasak Sebagai Regenerasi Kesenian Tradisional Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool