Jalan-jalan ke Hutan Mangrove Lembar, Lombok

Vote Us

Green is my happy color. Bagi saya warna hijau selalu bisa mendatangakan letupan-letupan kebahagiaan dan ketenangan. Oleh karena itu setiap sedang dalam cuaca hati yang kacau balau, saya biasanya mencari tempat-tempat hijau seperti misalnya hutan untuk dikunjungi sebagai obat penenang. Seperti suatu hari perjalanan yang saya lakukan bersama seorang teman ke hutan mangrove tepatnya Hutan Ekowisata Mangrove yang ada di Lombok. Beberapa kali melihat foto-foto teman di media sosial membuat saya menargetkan tempat ini jadi obat penenang mood yang lagi nggak beres.

hutan-mangrove

Kalemmmmm~~~

Maka demi misi menenangkan hati dengan sebuah perjalanan ke tempat hijau, suatu sore itu meluncurlah kami ke Hutan Ekowisata Magrove Lembar, salah satu destinasi wisata Lombok yang berada di Kampung Orong Bukal, Dusun Pasanggaran, Desa Lembar Selatan, Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Dengan sepeda motor menempuh perjalanan dari Kota Mataram – Gerung – Lembar – Pantai Cemara. Tidak susah untuk menemukan lokasi hutan wisata mangrove ini. Ikuti saja penunjuk jalan menuju Pantai Cemara. Ikuti arah papan petunjuk ini kemudian kita akan sampai di sebuah pertigaan sebelum menuju ke Pantai Cemara, belok kanan dan melewati kantor Polisi Laut, kemudian masuk lah ke gang kecil di kiri jalan dekat kantor tersebut. Dan tadaaaa~ sampailah kita di lokasi salah satu hutan wisata di Lombok ini.

hutan mangrove

Trek jembatan di hutan mangrove lembar.

Ketika sampai di lokasi, langit sore saat itu syukurnya masih cerah, jadinya kami bisa melihat pemandangan dan menikmati suasana tanpa hujan. Setelah selesai parkir saya rasanya tidak sabar untuk mengelilingi hutan wisata mangrove ini dan jeprat jepret sana-sini. Saat baru sampai, mata saya langsung tertuju pada jembatan kayu yang membentang di area hutan mangrove ini. Jembatan kayu ini merupakan spot favorit untuk berfoto para pengunjung yang datang yang sebelumnya banyak saya lihat diunggah oleh netizen di media sosial. Jembatan kayu ini merupakan trek di atas air payau yang kira-kira panjangnya sekitar 259 meter. Jembatan kayu ini terbuat dari susunan kayu yang terlihat capture-able buat nampang fotoin kaki, LOL. Salah satu kebiasaan saya adalah kalau melihat ada setapak atau jalanan yang instagramable nggak pernah lupa buat fotoin kaki. Nggak penting yaa, tapi yaa begitulah… Selain jembatan yang instagramable ini, hal lainnya yang segera mencuri perhatian saya adalah adanya beberapa bangunan gazebo di atas jembatan. Gazebo ini diperuntukkan bagi pengunjung yang sesekali ingin beristirahat sejenak duduk menikmati suasana hutan mangrove ini.

hutan mangrove

Potoin kaki sendiri hihii…

Sembari berjalan mengitari hutan mangrove melewati trek jembatan, beberapa kali kami ditawari untuk naik sampan. Di hutan mangrove ini memang terdapat sejumlah warga yang menawarkan cara lain untuk menikmati hutan wisata ini yaitu dengan berkeliling naik sampan. Kami pun tertarik dan mencobanya hanya dengan bayar dua puluh ribu rupiah untuk dua orang. Sampan-sampan ini memang disewakan bagi para pengunjung yang ingin menjelajah ke dalam hutan magrove. Sampan kami pun melaju di atas air yang mengalir tenang. Ada kenyamanan dan ketenangan tersendiri menyeruak dari dalam hati melihat kalemnya air dari atas sampan kecil ini. Perasaan menjadi lebih hangat ketika melihat cahaya senja yang mulai menampakkan diri mengintip dari balik hijau pohon bakau. Perpaduan antara hijaunya hutan mangrove dan syahdunya senja. Hmmmmmm, betapa sore yang damai. Segera membuat mood saya yang kacau jadi membaik.

hutan mangrove

Sampan yang disewakan.

Semakin dalam memasuki hutan mangrove ini pemandangan semakin menyegarkan. Beberapa kali kami menyuruh pengemudi sampan untuk menghentikan laju sampan untuk mengabadikan objek objek menarik yang kami lihat dan tentu tidak lupan juga foto narsis. Itu wajib hukumnya. Hehehe… Tak terasa waktu mengalir hingga senja mulai perlahan turun. Senja sore itu membuat langit di atas hutan mangrove saat itu sungguh cantik. Entahlah bagi saya dimana pun dia, senja selalu begitu, tidak pernah tidak cantik. Hadirnya senja di langit hutan mangrove ini tambah membuat hati yang lara jadi bahagia. Eaaaa… 😀 Ternyata tempat ini nggak cuma bagus karena hijaunya yang menenangkan tapi juga bisa menjadi satu spot sunset-an yang menarik. Saat senja rasanya saya tidak ingin beranjak dari tempat ini. Tapi kami pun harus menyudahi kunjungan dan bergegas kembali pulang.

hutan mangrove

Senja di hutan mangrove lembar.

Nih buat kalian yang mau melihat wajah baru wisata Lombok yang lagi hits dan mungkin bosan dengan pantai juga gunung di Lombok? Yuk ayuuuk ke hutan mangrove di Lombok ini!

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: hotel lombok, tour murah, dan tiket pesawat lombok
(Visited 501 times, 1 visits today)


About

wandergirl | a lil daughter | weirdo | journeylist


'Jalan-jalan ke Hutan Mangrove Lembar, Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool