Ini Dia! 5 Bukit Dengan View Pantai Selatan Lombok Yang Menakjubkan

Ini Dia! 5 Bukit Dengan View Pantai Selatan Lombok Yang Menakjubkan
4.8 (95%) 4 votes

Pulau Lombok memiliki garis pantai yang sangat panjang yang membentang mulai dari ujung barat, selatan, timur sampai ujung utara. Pantai-pantai ini memiliki hamparan laut biru yang sangat mempesona dan sangat elok dipandang mata. Nah, pemandangan pantai-pantai ini akan menjadi semakin indah jika dinikmati dari tempat yang lebih tinggi, misalnya seperti bukit. Di Pulau Lombok, banyak sekali terdapat perbukitan yang langsung menghadap ke laut dengan view yang sangat-sangat menakjubkan.

Well, pada postingan kali ini, saya akan menceritakan petualangan saya menjelajahi 5 bukit dengan view pantai selatan yang begitu mempesona. Ke-lima bukit ini terletak di kawasan wisata Kuta Lombok, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Asiknya nih ya, karena masih terletak di kawasan yang sama, dalam sehari kita bisa menjelajahi ke-lima bukit ini, dengan catatan kondisi fisik harus prima lho ya. Gak percaya? Penasaran dengan ke-lima bukit tersebut? berikut cerita perjalanan saya:

Perjalanan saya hari ini agak sedikit berbeda dengan perjalanan saya sebelum-sebelumnya. Why? Karena hari ini, saya dan salah seorang teman saya akan berburu sunrise dan sunset, which means, saya akan jalan-jalan seharian penuh.

Hari Jum’at dini hari sekitar pukul 03.30 Wita, alarm di hape saya berdering kencang, sekencang tiupan angin puting beliung, dan membangunkan saya dari mimpi indah. Dengan agak malas, saya mulai beranjak dari tempat tidur dan langsung menuju kamar mandi untuk mencuci muka. Selesai mencuci muka dan mata sudah agak segar, saya kemudian mempersiapkan semua peralatan traveling yang akan saya bawa seperti kamera, tripod, sepatu trekking, pakaian ganti, dry bag dan perbekalan. Setelah semua selesai dan tersimpan rapi di dalam tas, saya kemudian berganti kostum dan menyeruput secangkir kopi hitam panas, oh nikmatnya! Tak lama berselang, sekitar pukul 04.15 pagi, teman saya datang menjemput dan petualangan kami pun dimulai.

Suasana jalanan ketika kami melintas benar-benar gelap dan sepi. Karena sepi, kami pun memacu kendaraan dengan kencang. Jalanan ini berasa milik kami berdua. Jalur kami pagi ini adalah Mataram-Gerung-BIL-Kuta. Memasuki daerah Kuta, adzan subuh mulai berkumandang dengan syahdu dan kami berdua pun memutuskan untuk sholat subuh terlebih dahulu di Masjid Kuta Lombok sebelum melanjutkan perjalanan kami. Beberapa saat kemudian, selesai sholat subuh, kami pun langsung melanjutkan perjalanan kami menuju bukit pertama untuk berburu sunrise, yaitu Bukit Prabu.

1. BUKIT PRABU

Bukit Prabu terletak di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah. Kalau teman-teman pernah berkunjung ke Pantai Kuta Lombok, di ujung sebelah kanan pantai ada bukit yang menjulang tinggi, nah itulah Bukit Prabu.

Keluar dari masjid tempat kami sholat, kami langsung memacu kendaraan kami dengan kencang menuju Bukit Prabu. Oh ya, FYI, akses jalan menuju Bukit Prabu ini masih benar-benar hancur. Jalannya masih berupa tanah dan bebatuan dengan berbagai macam jenis dan ukuran. Medan jalannya naik turun seperti roller coaster dan sempit serta cuma bisa dilewati oleh sepeda motor. Hanya sepeda motor, jadi jangan coba-coba kesini pakai mobil ya.

Memasuki kaki Bukit Prabu, jalanan yang tadinya halus dan mulus tiba-tiba berubah menjadi jalanan yang kacau balau dan hancur lebur dan tentu saja sangat gelap karena tidak ada lampu penerangan jalan. Melihat kondisi medan yang berbahaya, kami mulai menurunkan kecepatan motor kami karena kalau salah perhitungan sedikit saja, apalagi salah menikung, maka nyawa lah taruhannya. Kenapa? Karena di sebelah kanan kami adalah jurang yang dalam dan di sebelah kiri adalah tebing bebatuan. Jatuh ke dalam jurang atau menabrak tebing bebatuan akibatnya akan benar-benar fatal. 10 menit berlalu, kami masih berjibaku dengan sekuat tenaga dan pikiran melewati jalanan yang semakin berat dan menantang ini. Kami terus memacu kendaraan kami dengan tenang dan penuh waspada dan masuk semakin dalam ke dalam hutan.

Tak lama kemudian, kondisi medan jalannya agak berubah, kami memasuki jalanan tanah yang agak mulus. Melihat jalanan yang agak mulus, kami tanpa pikir panjang langsung menaikkan kecepatan motor kami. Namun, sayang sekali, kami tidak menyadari kalau di depan kami adalah jalanan sawah yang basah dan licin. Karena terlalu kencang, kami tidak bisa mengontrol motor kami dengan sempurna dan akhirnya kami end up being trapped di dalam kubangan sawah. Sepatu dan celana kami basah dan tertanam di dalam lumpur. Anehnya, kami disini tidak merasa kesakitan atau menderita sedikit pun tapi malah saling mentertawakan satu sama lain. Pagi-pagi buta udah berendam di dalam lumpur. What a way to start the day!

Salah satu kondisi trek menuju puncak Bukit Prabu

Salah satu kondisi trek menuju puncak Bukit Prabu

Setelah salah satu dari kami turun dan mendorong kendaraan dengan susah payah keluar dari lumpur, finally, here we are! Puncak tertinggi Bukit Prabu. Oh, wow! Waktu kedatangan kami sangatlah tepat yaitu sebelum sang fajar muncul dari singgasananya, sehingga kami bisa mempersiapkan peralatan. Tak lama berselang, sang fajar, sedikit demi sedikit, mulai merangkak naik dari peraduannya dan sinarnya yang hangat mulai menyapa kulit kami yang kedinginan. What an amazing view! Sunrise yang benar-benar menakjubkan!

The Sunrise

The Sunrise

Tak mau kehilangan momen indah dan langka ini, kami pun mulai memencet shutter camera kami dengan membabi buta dan mengabadikan momen-momen yang mungkin tidak semua orang bisa menikmatinya. Yeah, tidak semua orang bisa menikmati momen indah dan langka ini. Sang fajar mulai meninggi dan pada saat itulah kami dibuat takjub untuk kedua kalinya. Pemandangan pantai selatan lombok terhampar dengan sempurna di depan kami. Tidak ada penghalang. Pemandangan Pantai Kuta sampai kawasan TWA Gunung Tunak terlihat dengan jelas dan nyata dari puncak bukit ini.

Benar-benar luar biasa!

Kami tak henti-hentinya bersyukur bisa menyaksikan pemandangan Pantai Selatan Lombok yang begitu indah ini, yang, sekali lagi, mungkin tidak bisa disaksikan oleh semua orang. Puas menikmati semua keindahan ini, kami pun memutuskan dengan berat hati untuk beranjak menuju tujuan selanjutnya. Tapi, ketika kami mulai berjalan menuju tempat kami memarkirkan kendaraan, untuk ketiga kalinya kami dibuat takjub dengan pemandangan perbukitan hijau yang ditumbuhi oleh ilalang yang sangat cantik. Gak mau kehilangan momen, kami pun langsung berfoto ria di kawasan ilalang ini. Well, di bukit pertama kami sudah mendapatkan 3 pemandangan yang menakjubkan sekaligus. Semuanya terbayar lunas!

Sunrise dan Pantai Selatan Lombok

Sunrise dan Pantai Selatan Lombok

Padang Ilalang di Bukit Prabu

Padang Ilalang di Bukit Prabu

Puas menikmati ilalang yang hijau dan berfoto ria, kami pun melanjutkan perjalanan kami menuju bukit yang kedua, yaitu Bukit Pantai Seger.

2. BUKIT PANTAI SEGER

View dari Bukit Pantai Seger

View dari Bukit Pantai Seger

Mungkin teman-teman sekalian tidak ada yang tidak mengenal Pantai Seger, pantai yang sudah sangat terkenal dikalangan wisatawan lokal maupun mancanegara. Dimana di pantai ini, setiap tahunnya diadakan core event festival bau nyale yang merupakan event andalan pemkab Lombok Tengah untuk menggaet para wisatawan. Nah, di kawasan Pantai Seger ini, terdapat beberapa bukit dengan view pantai selatan yang begitu indah.

Dari Bukit Prabu, saya dan teman saya langsung menggeber mesin motor dengan kecepatan penuh menuju kawasan Pantai Seger ini. Jaraknya dari Bukit Prabu kira-kira 10-15 menit. Tiba di kawasan Pantai Seger sekitar jam 09.45, kami terlebih dahulu harus membayar uang masuk sebesar 5.000 rupiah/motor. Setelah urusan bayar-membayar selesai, kami langsung memasuki kawasan Pantai Seger dan memarkirkan kendaraan kami. Nah, karena ada terdapat beberapa bukit di sini, kami terlebih dahulu berdiskusi untuk menentukan bukit mana yang akan kami panjat. Sebenarnya, kami bisa saja memanjat semua bukit yang ada di kawasan ini, namun mengingat banyak nya tempat yang akan kami kunjungi dan mepet nya waktu yang kami miliki, jadi kami harus bisa menghemat waktu dan tenaga dengan baik. Namun, diskusi berujung buntu karena saya dan teman saya ingin memanjat bukit yang berbeda. Saya ingin memanjat bukit yang sebelah utara sedangkan teman saya ingin memanjat bukit yang sebelah timur. Well, akhirnya dengan berat hati, kami harus berpisah dan memanjat bukit yang berbeda.  And then, kami kemudian mulai berjalan menuju bukit pilihan masing-masing.

View dari Bukit Pantai Seger

View dari Bukit Pantai Seger

Bukit sebelah Utara yang akan saya panjat ini tidaklah terlalu tinggi dibandingkan dengan bukit sebelah Timur dan puncak nya dapat dicapai dengan cepat dan mudah. Jadi, sebenarnya kami bisa menghemat banyak waktu dan tenaga. Tapi ya sudahlah, apa mau dikata, kami memiliki pilihan masing-masing. Well, walaupun tidak begitu tinggi, namun pemandangan dari atas bukit ini benar-benar sempurna. Pantai Selatan dengan air laut yang berwarna biru, pasir putih, ombak, perbukitan dan bebatuan, semuanya terlihat begitu harmonis. Sampai di puncak bukit, saya duduk santai menikmati minuman yang saya bawa ditemani dengan hembusan angin sepoi-sepoi yang menyejukkan jiwa sambil sesekali mengambil foto sebagai kenangan.

Begitu syahdu dan damai!

Tanpa terasa, waktu sudah menunjukkan pukul 11.30 dan karena itu hari Jum’at, jadi sebelum melanjutkan ke bukit selanjutnya, kami memutuskan untuk sholat Jum’at terlebih dahulu dan kemudian makan siang.

Sejurus kemudian, saya mulai menuruni bukit dan menunggu teman saya di tempat kami memarkirkan kendaraan. Tak lama kemudian, teman saya pun tiba dan kami langsung meninggalkan kawasan Pantai Seger menuju masjid tempat kami sholat subuh tadi. Tiba di masjid, kami membersihkan badan dan mengikuti ibadah sholat Jum’at dengan khyusu’. Selesai sholat Jum’at, kami kemudian menuju sebuah tempat makan untuk menyantap makan siang sebelum melanjutkan perjalanan kami ke bukit yang ketiga, yaitu Bukit Merese.

3. BUKIT MERESE

View dari Bukit Merese

View dari Bukit Merese

Siapa yang tidak kenal Bukit Merese? Bukit sejuta umat yang kini lagi “ngehits” di kalangan para instagramers dan tengah berada pada puncak ketenarannya. Saking tenarnya, bukit ini juga kerap kali dijadikan tempat untuk shooting film yang membuatnya menjadi semakin ramai dikunjungi wisatawan. Bukit ini menawarkan pemandangan alam pantai selatan yang benar-benar menakjubkan. Bening dan birunya air laut benar-benar akan memanjakan mata bagi yang memandangnya. Selain pemandangan laut yang amazing, bukit ini juga menawarkan padang rumput hijau yang luas (setelah musim penghujan biasanya) ditemani dengan puluhan ekor kerbau yang digembalakan oleh pemiliknya. Selain itu, dari bukit ini teman-teman bisa menikmati panorama sunrise dan sunset yang begitu memukau.

Untuk masuk ke dalam kawasan bukit ini, teman-teman cukup membayar 5.000 rupiah/sepeda motor atau 10.000 rupiah/mobil. Kalau teman-teman misalnya takut capek jalan atau mendaki untuk mencapai puncaknya, teman-teman tidak perlu khawatir, karena bagi teman-teman pengguna motor trail atau mobil off-road, kendaraan nya bisa langsung dibawa sampai ke puncak bukit.

Well, back to the story, jam sudah menunjukkan pukul 14.00, dari tempat makan kami langsung meluncur menuju Bukit Merese dengan tenaga dan semangat baru. Oh ya, Bukit Merese ini letak nya sebelum Pantai Tanjung Aan, jadi cukup mudah ditemukan. Sekitar 10 menit berkendara dari tempat makan, kami pun tiba di gerbang masuk Bukit Merese, dengan terlebih dahulu membayar tiket masuk tentunya. Setelah memarkirkan kendaraan kami di dekat sebuah cafe di kaki bukit, kami pun mulai berjalan mendaki bukit ini. Trek menuju puncak bukit tidak lah terlalu susah, trek nya menurut kami sangat mudah dilalui. Dan untuk mencapai puncaknya tidaklah membutuhkan waktu yang lama. Sepanjang perjalanan menuju puncak bukit, mata kami benar-benar dimanjakan dengan pemandangan pantai yang begitu indah.

Finally, kami tiba di puncak bukit dan di depan kami terhampar dengan indahnya pemandangan pantai selatan yang begitu memukau. What a wonderful view! Garis pantai selatan berpasir putih yang panjang, perbukitan, air laut yang membiru dan riak-riak gelombang bercampur menjadi satu. Sungguh indah!

Tiba di puncak bukit, kami duduk santai beristirahat sambil berfoto ria. Nah, dibalik Bukit Merese ini, terdapat beberapa pantai yang sangat indah. Namun karena waktu itu sangat panas dan tujuan kami cuma mendaki bukit, jadi kami tidak turun ke pantai nya. Tapi, at least, kami mengambil beberapa foto pantai dari atas bukit. Puas menikmati keindahan pantai selatan dari Bukit Merese, kami pun kemudian memutuskan untuk melanjutkan perjalanan kami menuju bukit selanjutnya, yaitu Bukit Pedau.

4. BUKIT PEDAU

Bukit Pedau

Bukit Pedau

Bukit Pedau adalah bukit yang terletak di kawasan Pantai Tanjung Aan atau tepatnya berada di dekat Pantai Batu Payung. Kalau teman-teman berkunjung ke Pantai Batu Payung, teman-teman pasti akan melewati bukit ini.

Dari Bukit Merese, saya dan teman saya melanjutkan petualangan saya ke Bukit Pedau. Bukit ini jaraknya sekitar 10 menit dari Bukit Merese. Setelah membayar uang masuk sebesar 5.000 rupiah/motor, kami pun memarkir kendaraan kami di perkampungan penduduk di bawah kaki Bukit Pedau. Dari tempat parkir kendaraan, kami mulai berjalan menyusuri trek menuju puncak bukit. Medan menuju puncak bukit cukup terjal dan kami harus berhati-hati agar tidak salah melangkah. Well, karena sudah mendaki 3 bukit sebelumnya dan karena bukit ini juga memang lumayan tinggi, kami mulai sedikit kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak. Kami duduk santai meluruskan kaki dengan nafas yang masih belum teratur sambil menikmati minuman yang kami bawa. Kami baru seperempat jalan menuju puncak bukit, namun dari tempat kami beristirahat ini pemandangan pantainya sudah bagus. Setelah beristirahat yang cukup, kami pun melanjutkan pendakian menuju puncak bukit. Trek-nya semakin menanjak dan kami berjalan semakin selow untuk menghemat energi.

View dari Bukit Pedau

And finally, setelah berjibaku melewati trek yang cukup menantang, kami pun tiba di puncak bukit. Tiba di puncak bukit, kami langsung dibuat speechless, tidak mampu berkata apa-apa. Bukannya lebay atau apa, tapi view pantai selatan-nya benar-benar juara. Kelelahan kami selama mendaki langsung sirna dan terbayar lunas dengan view pantai selatan yang begitu menakjubkan ini. What a breath-taking view! Sakau melihat pemandangan yang begitu indah ini, kami langsung menekan shutter camera kami dan mengabadikan setiap sudut keindahan yang terhampar nyata di depan kami.

Waktu mulai beranjak sore, karena kami masih memiliki 1 tujuan lagi, kami dengan berat hati akhirnya memutuskan untuk beranjak. Sebenarnya belum puas sih berada di puncak bukit ini, namun apa boleh buat. Next time, kami akan kembali ke sini lagi.

Tanpa membuang-buang banyak waktu, kami langsung menuruni bukit dan melanjutkan perjalanan kami menuju bukit selanjutnya, yaitu Bukit Gerupuk.

5. BUKIT GERUPUK

Bukit Gerupuk

Bukit Gerupuk

Sesuai namanya, bukit ini terletak di kawasan Gerupuk, Kuta Lombok Tengah. Trek menuju puncak bukit ini tidaklah terlalu susah. Treknya tidak terlalu curam dan sangat lebar dan waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke puncak pun tidak terlalu lama. Tidak sampai 15 menit. Nah, di puncak Bukit Gerupuk ini terdapat sebuah goa buatan berbentuk lorong kotak yang biasa disebut dengan goa kotak. Goa kotak ini ada konon katanya karena di puncak bukit ini nantinya akan di bangun villa dan menurut informasi yang beredar, bukit ini sudah ada yang punya, yaitu turis dari luar negeri.

Goa Kotak

Goa Kotak

Dari Bukit Pedau, kami langsung memacu kendaraan kami menuju arah timur ke kawasan Gerupuk. Namun sesuatu yang tidak di-inginkan terjadi, dalam perjalanan menuju kaki bukit, ban motor kami tiba-tiba pecah. Oh my! Kami tidak tahu apa penyebabnya, entah itu karena terkena paku atau hal yang lainnya. Panik karena waktu yang semakin mepet, kami langsung berbalik arah mendorong kendaraan kami untuk mencari tukang tambal ban. Tak lama kemudian, dikawasan perkampungan nelayan, kami menemukan tukang tambal ban dan langsung meminta si bapak tukang untuk menambal ban motor kami yang bocor.

Waktu sudah memunjukkan pukul 17.00 lewat dan kami masih menunggu ban motor kami yang sedang di tambal dengan perasaan was-was. Kami sangat khawatir kalau-kalau kami tidak bisa mencapai puncak Bukit Gerupuk tepat waktu. Pada awalnya, melihat sikon yang sedang terjadi, kami berniat untuk menyerah dan tidak melanjutkan perjalanan kami menuju bukit yang kelima ini. Tapi karena sudah terlanjur dan sangat-sangat sayang kalau di lewatkan, kami pun tetap menunggu dengan tidak sabaran. Akhirnya setelah menunggu cukup lama dengan perasaan yang tidak karuan, ban motor kami pun selesai di tambal.

Cihuy!

Setelah membayar dan mengucapkan terima kasih kepada si bapak tukang tambal ban, kami langsung meluncur menuju kaki Bukit Gerupuk. Waktu sudah menunjukkan pukul 17.40 dan waktu kami semakin sedikit. Tiba di kaki bukit, kami langsung mendaki bukit dengan sedikit berlari dan dengan perasaan yang gak tenang. Kenapa gak tenang? Karena kami tidak ingin kehilangan momen sunset di tempat ini. We want to make it perfect. Diawali dengan sunrise dan ditutup dengan sunset. Dan yaaaah, kami tiba di puncak, akhirnya! Dengan nafas yang masih ngos-ngosan, kami langsung mempersiapkan kamera kami untuk mengabadikan momen yang berharga ini, yaitu surya tenggelam.

Sunset dan Pantai Selatan Lombok

Sunset dan Pantai Selatan Lombok

Dari puncak bukit ini, pemandangan khas pantai Selatan yang sangat elok terhampar luas di depan kami. Pemandangan yang benar-benar luar biasa. Semua usaha dan kesabaran kami tidak sia-sia dan semuanya terbayar lunas. Sejauh mata memandang, kami sangat dimanjakan dengan view pantai selatan yang tiada duanya ini. Momen yang kami tunggu pun tiba, sang fajar mulai tenggelam di sebelah barat dan kami langsung mengabadikan momen-momen indah ini.

Matahari sudah tenggelam dan hari pun berubah menjadi gelap lagi. Kami berdua akhirnya memutuskan untuk pulang. Petualangan hari itu benar-benar luar biasa, dibuka dengan sunrise, di tambah eloknya view pantai selatan Lombok dan ditutup dengan sunset. What a perfect day!

Well, sampai disini dulu cerita petualangan saya kali ini. Sampai jumpa di petualangan saya berikutnya, guys!

Buat kalian yang ada di luar Lombok, segera jadwalkan liburan kalian ke Lombok 🙂

(Visited 1,328 times, 1 visits today)


About

Son of the Beach


'Ini Dia! 5 Bukit Dengan View Pantai Selatan Lombok Yang Menakjubkan' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool