Pulau Bungin

Kambing Makan Uang Kertas? Saksikan Di Pulau Bungin

Kambing Makan Uang Kertas? Saksikan Di Pulau Bungin
5 (100%) 1 vote

Puluhan masyarakat suku Bajo dari anak-anak hingga orang dewasa berkumpul di sebuah balai di dekat dermaga Pulau Bungin. Balai itu merupakan salah satu pintu masuk bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Bungin. Masyarakat Bajo yang mendiami Pulau Bungin pun bersiap menyambut wisatawan yang datang. Beberapa anak perempuan akan membawakan sebuah tari penyambutan bagi para wisatawan. Tari dalam bahasa Bajo disebut joge.

Begitu juga sepasang anak laki-laki akan menyambut dengan atraksi manca atau pencak silat khas masyarakat Bajo. Dua kesenian sebagai bentuk penyambutan wisatawan akan diiringi oleh tabuhan musik tradisional yang dibawakan oleh beberapa bapak-bapak yang fasih memainkan berbagai instrumen. Instrumen musik itu terdiri dari gandak (gendang), gong, dan piyu atau serunai.

Suku Bajo

Tari penyambutan atau joge untuk para wisatawan yang datang ke Bungin

Suku Bajo

Anak-anak cowok juga ikutan menyambut wisatawan dengan membawakan atraksi manca atau pencak silat khas masyarakat Bajo

Suku Bajo

Manca maupun joge diiringi oleh instrumen yang dibawakan oleh bapak-bapak Bungin ini.

Itulah sambutan masyarakat Pulau Bungin, Kabupaten Sumbawa bagi wisatawan yang datang berkunjung kesana.  Secara administratif, Pulau Bungin berada di Kabupaten Sumbawa, tetangganya Pulau Lombok. Konon, pulau ini disebut sebagai pulau terpadat di dunia karena populasi penduduknya. Cerita tentang pulau ini kerap aku dengar dari kawanku yang orang asli Bungin. Katanya, kambing disana biasa memakan kertas. Segala jenis kertas, bahkan uang kertas pun dilahap.

“Yang benar saja,” kataku. Aku baru percaya cerita itu setelah aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri. Sampai aku berkunjung ke pulau yang terletak di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa sekitar akhir 2013 lalu.

Mungkin kambing pemakan kertas ini menjadi salah satu pemikat untuk memancing wisatawan ke pulau ini. Tak sulit untuk menemukan kambing di pulau ini, karena kawanan kambing ini cukup banyak berkeliaran di sekitar rumah panggung warga.

Kambing Pulau Bungin

Nih buktinya, kambing juga doyan duit. LOL

Kambing Pulau Bungin

Selain duit, si embek juga doyan ngunyah kertas lho..

Rebutan disuapin kulit jagung. Kasian ya si embek jarang makan rumput.

Rebutan disuapin kulit jagung. Kasian ya si embek jarang makan rumput.

Setiap menemukan kambing, wisatawan yang datang akan mencoba menyuapi mamalia ini dengan kertas, entah itu kertas koran, buku, bahkan uang kertas. Tapi tentunya uang kertas lusuh dan nominal paling kecil, pastinya gak ada yang mau rugi kasih makan kambing pecahan Rp 100 ribu kan? LOL. Aku pun menyaksikan sendiri kambing itu melahap kertas. “Dan hey! Kambing itu juga makan uang kertas,” seruku saat salah satu kawan rombonganku melempar uang kertas lusuh Rp 2 ribu. Wah ditelan juga dan tandas dimakan sama si kambing. Untung aku cepat menjepret, sehingga tak hanya cerita, tapi aku punya bukti otentik. Heheheh. Aku mafhum kenapa kambing itu doyan kertas. Wajar saja karena jarang, bahkan tidak ada tumbuh rumput di sekitar pulau ini. Semuanya kering karena dikelilingi lautan sehingga tanaman sulit tumbuh.

Banyak cara menuju pulau dengan jumlah penduduk sekitar 3.126 jiwa ini. Jalur laut maupun udara juga bisa. Jika menggunakan jalur udara, para pejalan bisa terbang dari Bandara Internasional Lombok (BIL) Sumbawa Besar dengan beberapa maskapai yang membuka rute ini. Tapi perjalanan darat dari Sumbawa Besar ke pulau ini cukup memakan waktu lama, sekitar dua jam. Pilihan lain yang lebih ekonomis bisa menggunakan sepeda motor dari Lombok dan nyebrang melalui Pelabuhan Kayangan ke Poto Tano, Sumbawa Barat. Setelah menyebrang sekitar 2 jam, pejalan bisa langsung menuju Bungin dengan jarak tempuh sekitar 45 menit dari Pelabuhan Poto Tano. Memasuki pulau ini juga bisa lewat jalur darat, karena telah dibangun jalan darat menuju pulau ini pada tahun 2002.

Suku Bajo

Rumah masyarakat suku Bajo yang tinggal di Pulau Bungin

Suku Bajo

Perkampungan di Pulau Bungin

Suku Bajo

Toilet umum yang disediakan untuk wisatawan.

Para pejalan yang berkunjung ke pulau ini tidak hanya bisa membuktikan ada kambing yang doyan kertas, tapi juga bisa melihat keseharian masyarakat suku Bajo yang mendiami pulau ini. Para pejalan bisa jalan-jalan menyusuri pulau ini dan berinteraksi dengan warga sekitar yang sangat ramah. Para pejalan juga bisa menelusuri sejarah kedatangan masyarakat Bajo ke Bungin dan kearifan-kearifan lokal yang masih dipegang sampai saat ini.

Suku Bajo

Perempuan Bungin

Suku Bajo

Ayo ke Bungin, anak-anak Bungin siap menyambutmu.

(Visited 617 times, 1 visits today)


About

Wartawan di koran Suara NTB, pecinta buku, full time dreamer, mimpi keliling dunia karena dunia layaknya buku, harus dibaca sampai tuntas.


'Kambing Makan Uang Kertas? Saksikan Di Pulau Bungin' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool