Homestay Lombok

Kangen rumah? Menginaplah di Yuli’s Homestay Lombok

Kangen rumah? Menginaplah di Yuli’s Homestay Lombok
4.5 (90%) 8 votes

Kawasan pantai Kuta di selatan Lombok semakin ramai dari hari ke hari. Akses jalan raya mulus yang terbuka baik dari kawasan barat Lombok maupun timur, menjadikan area sekitar letter-board Pantai Kuta hampir selalu ramai sepanjang waktu. Sekian kali saya menemani tamu (sekarang tamu wisata saya lebih sering satu keluarga, baik itu rekan dari salah satu milis parenting atau rekan chit-chat dari grup chatting online seperti Whatsapp), baru kali ini tamu saya hanya mengambil dua shot di depan letter board ini. Uwow! Telisik punya telisik, ternyata tamu saya lebih menyukai ketenangan dan serunya berbasah-basah ria di pantai. Baik saat snorkeling, aktifitas mencari kerang yang sederhana, sampai bermain ombak tinggi. Berdampingan dengan para surfer.

Satu keluarga kecil, tamu saya di tahun lalu sungguh menyukai perbedaan tekstur pasir di beberapa pantai di kawasan sepanjang Kuta Lombok. Tahun ini, tujuh orang dari sekeluarga besar terdiri dari lima anak-anak usia sekolah dengan energi yang seolah tak habis-habis. Tak ada ombak tinggi yang mencegah mereka berendam sepanjang hari. Tak ada arus kuat yang menahan mereka berburu foto-foto cantik si Nemo. Tak ada perjalanan jauh yang memaksa mereka terlambat satu menit sekali pun dari jadwal berangkat yang disepakati. Saya jadi merasa trip libur paska lebaran dua pekan lalu seperti trip trekking 5D4N-nya Rinjani. Seru dan memacu adrenalin setiap hari.

Beruntungnya saya, segera selepas tamu saya check-in di hotel bintang lima pilihan mereka di kawasan Kuta Lombok, pilihan saya check-in ke satu homestay kali ini benar-benar tepat.

Homestay di Lombok

Berugak santai Yuli’s homestay

Iyak. Yuli’s homestay. Hanya berjarak kurang lebih 600 meter dari pantai Kuta, juga dekat jalur utama dari arah BIL saat memasuki kawasan Kuta. Tak sampai 300 meter dari perempatan di pusat keramaian Kuta. Dan jalur ini hampir pasti dilewati jika ingin susuri beberapa pantai cantik lainnya ke arah Barat.

Lokasinya sangat strategis karena cukup dekat dari pertigaan pertama arah menuju Kuta, atau jika Anda belok kiri, jalurnya bisa mengantarkan ke ruas jalan pesisir selatan. Ataupun akses jalan melewati art market Kuta, lokasi termudah untuk Anda yang tak bisa tidak menyukai paket nasi Padang, meski sedang edari spot wisata di pulau Lombok.

Perasaan hommy yang kental langsung terasa ketika memasuki halaman depan homestay yang dikelola langsung oleh sang owner-nya ini. Yup, Mbak Yuli, lulusan satu sekolah pariwisata di Mataram Lombok benar-benar menciptakan suasana lebur tanpa sekat bagi setiap tamu-tamunya.

Homestay di Lombok

Interior kamar Yuli’s homestay yang hangat

Homestay Lombok

Beruntungnya saya, dapatkan kamar dengan matahari pagi yang melimpah

Penginapan Murah di Lombok

Kamar mandi minimalis cantik plus bersih

Lobby sederhana tak akan menyurutkan langkah siapa pun untuk batalkan keyakinan memesan satu kamar. Rumput tebal, tiga kolam renang, nuansa krem nan lembut di setiap bangunan hampir saja membuat saya abai dengan keharusan untuk stand-by awal di dua hari terakhir trip temani tamu saya.

Penginapan di Lombok

Yuli’s homestay pool. Hmmm, serasa private villa yak

Homestay di Lombok

Blok paling belakang, kamar dua lantai

Yuli Homestay

Blok tengah. Di ujung blok, terdapat mini art shop

Pilihan kamar yang terpisah di tiga area besar, tawarkan masing-masing satu kolam di setiap blok serta bisa banget diceburin setiap waktu. Udara yang sangat segar, mengingat Yuli’s homestay yang meskipun terletak di daerah pemukiman warga Kuta, kebun-kebun kelapa serta tanaman-tanaman serba rimbun terasa sejukkan mata selepas pandangi terik dan birunya langit plus laut di trip-trip temani tamu. Saya merasakan kehangatan yang mirip dengan saat saya berlindung dalam sleeping-bag serta tenda, di waktu-waktu pendakian berhawa dingin yang ekstrim saat di Rinjani.

Bagi saya, yang terbaik dari pengalaman menginap di Yuli’s homestay, justru interaksi hangat dengan tamu lain saat meracik kopi di dapur umum.

Haaa, bagaimana ceritanya homestay koq pakai dapur umum? Well, public kitchen ini justru membuat saya bebas meracik menu sarapan favorit plus jika sewaktu-waktu ingin ngemil tengah malam, satu atau tiga club sandwich peneman minum kopi. Sekali waktu, cara saya meracik kopi di mana sedikit gula saya letakkan terlebih dulu di dasar cangkir baru kemudian bubuk kopi, membuat awal pagi saya menjadi diskusi yang menyenangkan bersama tamu lain.

Homestay Lombok

Public kitchen yang bersih. Skrinsot dari web Yuli’s homestay

Sedang ingin menyantap makanan siap saji? Beberapa berugak kecil dengan set meja serta kursi makan yang terbuat dari bambu juga tersedia. Menu-menu umum yang Anda temukan saat berlibur bisa dipesan dan sementara menunggu, membaca koleksi buku atau memilih-milih souvenir daur ulang di pojok mini art shop akan menyenangkan.

Homestay Murah di Lombok

Mini art shop dengan produk-produk recycle

Yuli's Homestay

Partner trip saya, bersama Mbak Yuli dan kakaknya

Berugak-berugak di masing-masing blok bahkan dilengkapi dengan kasur dan bantal tidur yang terbuat dari guntingan halus plastik bekas. Tergoda mencari tahu cara membuatnya? Mbak Yuli siap mengajarkan. But wait, pastikan tak ada tamu yang sedang menunggu Anda yak?! ^_^

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 371 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Kangen rumah? Menginaplah di Yuli’s Homestay Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool