Desa Adat Sasak Ende Lombok

Kearifan Lokal Desa Adat Sasak Ende, Lombok

Kearifan Lokal Desa Adat Sasak Ende, Lombok
5 (100%) 3 votes

Cuaca panas memang sangat akrab dengan Lombok. Langit yang sedang cerah membuat saya semangat untuk memacu Alpine, nama motor kesayangan saya. Sebulan kemarin mudik ke tanah Jawa, membuat saya sedikit rindu menyusuri jalan di Lombok. Yah, siapa tahu ada tempat keren yang bisa saya singgahi dalam perjalanan. Pagi itu saya pun mengajak Alpine pemanasan, gerak mesin (bukan gerak badan, dia kan motor, hehehe), maklumlah hampir 2 bulan dia mondok di bengkel, dia ini juga ngangenin lho.

Sering mengambil rute utara untuk touring, saya memutuskan untuk mengajak Alpine menyusuri rute ke arah selatan. Jalan menuju arah Bandara Internasional Lombok tidak terlalu padat lalu lintas, bisa sekalian ngajak Alpine gerak mesin beneran, biar dia gak sakit-sakitan lagi, hehehe. Di perjalanan saya teringat ada sebuah desa adat yang ingin saya kunjungi sedari dulu, tapi belum sempat singgah. Setelah berkendara sekitar 1 jam dari kota Mataram, saya mulai memperlambat laju motor.

Soto Khas Lombok

Desa Adat Sasak Ende Lombok

Memasuki desa Sengkol, kecamatan Pujut, kabupaten Lombok tengah, saya mengarahkan motor saya ke sebuah desa adat. Desa Wisata, Dusun Ende, salah satu desa adat suku Sasak di Lombok. Lokasi desa yang dihuni oleh suku Sasak ende ini terletak tidak jauh dari Desa Adat Sasak Ende Lombok yang mungkin lebih kamu kenal. Karena kebanyakan wisatawan hanya lebih mengenal Sade daripada Ende, itu mengapa Desa Adat Sasak Ende Lombok ini terbilang cukup sepi oleh wisatawan.

Desa Adat Sasak Ende Lombok

Desa Adat Sasak Ende Lombok

Setelah memarkir motor, saya menjejakkan kaki ke dalam kawasan Desa Adat Sasak Ende Lombok ini. Suasana yang lebih tenang dan tidak ramai oleh turis di dalamnya membuat atmosfer perkampungan tradisional sangat terasa sekali, nuansanya begitu nyaman, saya sangat menyukainya. Desa yang hanya dihuni oleh sekitar 30 kepala keluarga ini, sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, namun sebagian juga menenun dan membuat kerajinan tangan.

Desa Adat Sasak Ende Lombok

Area dusun Desa Adat Sasak Ende Lombok cukup luas sekitar 1 hektar, saya jadi semakin senang mengelilingi tempat ini ditemani seorang kenalan yang terlebih dulu tahu tentang dusun Ende ini. Kebetulan kami bertemu dan dia sedang menemani seorang wisatawan asing yang sedang mengunjungi Desa Adat Sasak Ende Lombok ini juga. Ende adalah dusun tradisional yang sangat memegang teguh akar tradisi. Mata saya tak lelah terus-menerus bergerilya melihat suasana perkampungan yang teduh, rumah-rumah penduduk yang sangat tradisional. Rumah beratap jerami, berpilar kayu, berdinding bedek (anyaman kulit bambu/bilik), serta berlantai campuran tanah liat dan kotoran kerbau atau sapi.

Desa Adat Sasak Ende Lombok

Pemandu membawa kami memasuki salah satu rumah Desa Adat Sasak Ende Lombok, rumah adat ini disebut Bale Tani. Atap rumah sengaja dibuat sangat miring, ini dimaksudkan agar para tamu menunduk saat memasuki rumah sebagai bentuk penghormatan kepada sang pemilik rumah. Sebulan sekali lantai akan dipoles atau dipel dengan kotoran kerbau atau sapi, karena jika tidak tanah liat akan terkikis. Kotoran ini sebagai pengganti semen atau perekat tanah liat. Uniknya juga, ketika memasuki rumah, saya tidak mencium sama sekali kotoran hewan kok.

Desa Adat Sasak Ende Lombok

Saya agak terhanyut oleh suasana desa, dimana saya tidak merasa sedang berada di desa wisata. Tentu saja karena aktivitas sehari-hari penduduk berjalan seperti biasa. Ada beberapa orang yang sedang memberi pakan hewan ternaknya, ada juga seorang nenek yang sedang duduk di teras rumahnya dengan aktivitasnya. Beberapa anak kecil sedang bermain di berugak (bale-bale/saung) menghiraukan kedatangan kami. Penduduk wanita di sini rata-rata memakai kain, mereka juga sangat ramah ketika menyambut dan bertatap muka dengan kami. Di dusun Desa Adat Sasak Ende Lombok ini, juga ada sebuah galeri yang menjual tenun ikat hasil kejarinan tangan masyarakat setempat. Jika tidak sedang musim bertani, mereka menenun dan membuat kerajinan tangan lainnya untuk dijual.

Desa Adat Sasak Ende Lombok

Matahari semakin meninggi dan saya masih ingin melanjutkan perjalanan dengan si Alpine. Cukup puas berkeliling kampung dan sempat memasuki salah satu rumah adat di dusun Desa Adat Sasak Ende Lombok, saya berpamitan. Kalau kamu ke Lombok dan ingin merasakan kearifan lokal yang masih terjaga, Desa Adat Sasak Ende Lombok merupakan desa adat yang wajib kamu kunjungi. Keramahan dan suasana perkampungan yang sangat tradisional bisa kamu dapatkan di sini untuk mengenal lebih jauh suku Sasak. Pulang berkunjung, bawa pulang sampahmu atau jangan lupa buang pada tempat sampah yang tersedia.

Salam Cihuy~

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 660 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Kearifan Lokal Desa Adat Sasak Ende, Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool