sayur-kelor

Kulineran Sayur Kelor Lombok dan Cerita Kesederhanaan Masakan Ibu

Vote Us

Salah satu kuliner Lombok yang bisa kalian coba saat berlibur ke Lombok adalah sayur kelor. Nah apa itu sayur kelor? Buat yang belum tahu, sayur kelor adalah lauk yang sangat sederhana yaitu berupa sayur bening daun kelor (daun pohon Moringa) yang dimasak tanpa bumbu macam-macam seperti lauk pada umumnya, sayur kelor cuma diberi garam saja sebagai bumbu penyedapnya.

sayur kelor

Buat kalian yang pengen nyobain kuliner Lombok yaitu sayur kelor ini, kalian bisa menemukannya dengan mudah di warung-warung di Lombok. Di jalur menuju Gili Trawangan yaitu Pusuk misalnya, ada sebuah lesehan yang menjual sayur kelor. Di Kota Mataram sendiri, ada juga beberapa warung kelor, tepatnya berada di daerah Cakranegara dan Sweta.

sayur kelor

Kali ini saya mau ngajakin kalian untuk nyobain kuliner sayur kelor di warung kelor yang ada di daerah Sweta tepatnya di Jalan Brawijaya. Katanya nih, warung kelor yang satu ini memang tenar dan paling rame dikunjungi. Selain karena katanya terkenal itu tadi, sebenernya juga karena lokasi rumah saya yang lebih dekat ke lokasi warung kelor ini, ketimbang warung kelor yang lainnya. Kuy lah meluncur!

Dari rumah saya menuju lokasi warung kelor ini cuma membutuhkan waktu sekitar lima menit saja dengan sepeda motor. Sesampainya di lokasi, ada dua warung kelor yang posisinya tepat bersebelahan. bagi yang baru pertama kali datang bisa jadi bingung mau pilih masuk ke warung yang mana. Tetapi menurut rekomendasi teman, akhirnya saya memilih untuk mencoba warung kelor sebelah kanan yang cat warungnya warna hijau.

sayur kelor

Saya masuk dan kemudian disambut oleh mbak-mbak pelayannya untuk menanyakan saya mau pesan apa. Saya memesan satu porsi. Saat memesan saya nggak punya bayangan akan seperti apa satu porsi sayur kelor ini. Sambil nunggu pesanan datang saya nengok-nengok suasana sekitar.

Mbak-mbak pelayan sedang sibuk ngurusin pesanan. Di beberapa pojok terlihat bapak-bapak sedang duduk makan pada deretan kursi dan meja yang disediakan. Ada juga di pojok lain beberapa orang yang makan di ruangan lesehan yang disediakan.

sayur kelor

Tanpa menunggu terlalu lama, pesanan saya segera datang. Satu persatu diletakkan di meja, sepiring nasi putih, satu mangkuk sayur bening daun kelor, sepiring gorengan macam isinya lengkap dengan sambal colet (ayam goreng, tempe goreng, babat, jeroan, dan terong goreng sambel).

sayur kelor

Saya memulai makan dengan menyicip satu  per satu lauknya dulu, yaitu gorengan tadi yang dicocol ke sambel baru kemudian saya makan dengan nasi yang diguyur dengan sayur kelor. Saat itu juga saya langsung teringat ibu saya di rumah yang sehari-hari kalau lagi malas masak, ujung-ujungnya akan masak hidangan serupa dengan apa yang saya temukan di warung kelor ini.

sayur kelor

Sambil teringat ibu, saya berpikir apasih sebenarnya yang bikin sayur kelor ini istimewa? Sendokan pertama, belum terasa. Pada sendokan kedua kalinya, oh oke, kelor buatan ibu saya di rumah lebih enak. Hehehe… I don’t mean to say kalau sayur kelor di warung ini tidak enak, tapiiii mungkin karena ada perasaan yang bilang kalau masakan ibu ketika menemukannya sejenis dengan yang ada dijual di luar rumah, bakal tetap juara masakan ibu kemana-mana. Setuju nggak? Kalau ada yang nggak setuju juga nggak apa-apa sih.

Selama saya makan saya terus teringat dengan masakan ibu di rumah. Ibu yang ngga suka masak dengan bumbu yang ribet. Seringnya sederhana. Hampir tiap hari menu wajib dirumah adalah sayur bening yaaa termasuk juga sayur bening daun kelor ini, yang biasanya ditemani dengan tempe goreng, terong goreng, ikan asin, lalu sambel goreng colet.

Saat ibu saya memasak sayur bening dan kawan-kawannya tadi, berarti ibu lagi males masak. Seorang ibu ya, masak yang sederhana aja tetep enak dan ngangenin. Bisa dibilang itu adalah kesederhanaan dan bentuk kemalasan favorit saya dari seorang ibu. Tsahhhhh~~~

Saya berpikir kalau sayur kelor ini adalah sedikit wajah dari masakan orang sasak di Lombok yang paaaaling sederhana. Kalaupun ternyata pendapat saya keliru, setidaknya bisa jadi begini, sayur kelor ini adalah wujud kesederhanaan orang Lombok, ibu saya khususnya 🙂 Daaaan sayur kelor ini bukti kalau kesederhanaan itu ternyata banyak yang suka.

Less is more! Nasi kelor ini sederhana, nggak macem-macem kaya nasi campur. Sederhana tapi banyak yang suka, terbukti dengan banyaknya  pembeli yang datang silih berganti mau makan sayur kelor yang sederhana ini. Dah ah ceritanya, makanan saya sudah habis dan mau bayar dulu. Untuk satu porsi nasi kelor ini cukup mengeluarkan 20 ribu rupiah saja.

Saat di Lombok, sudah puas jalan-jalan ke tempat wisata di Lombok, kalian bisa langsung meluncur untuk nyobain kuliner Lombok yang satu ini, sayur kelor. Kan pasti laper tuh habis jalan-jalan langsung merapat ke warung-warung kelor terdekat!

“Intip penawaran Ezytravel lainnya yuk :
Hotel di Lombok, Tiket Pesawat Murah Ke Lombok, Bikin Visa Online
(Visited 132 times, 1 visits today)


About

wandergirl | a lil daughter | weirdo | journeylist


'Kulineran Sayur Kelor Lombok dan Cerita Kesederhanaan Masakan Ibu' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool