wayang sasak lombok

Lombok Punya Wayang Sasak

Lombok Punya Wayang Sasak
5 (100%) 3 votes

Ayo ke Lombok! Liburan biar hidup lo gak garing…

“Rahwana gawe geger nyolong Dewi Sinta”, begitu kira-kira penggalan cerita yang masih saya ingat ketika mendengar eyang kakung berkisah tentang wiracarita Ramayana. Masyarakat lebih mengenal cerita tersebut melalui wayang. Ngomongin wayang sendiri, banyak dari kita nih pasti menyangka bahwa wayang identik dengan tradisi kesenian Jawa. Ada wayang kulit dan ada wayang orang juga, kalau wayang kulit biasanya terbuat dari kulit lembu atau sapi yang dibentuk menjadi tokoh-tokoh wayang seperti tokoh Ramayana ataupun Mahabarata. Sedangkan wayang orang, lakonnya diperankan oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia seni, guys, biasanya sih teater.

Sore itu saya lagi meet-up dengan beberapa teman di sebuah pusat perbelanjaan. Kebetulan meet-up sudah selesai, saya diajakin seorang teman untuk meliput pertunjukan wayang Lombok. Wah, bisa menonton pertunjukan wayang di tanah Lombok bikin saya senengnya kebangetan. Jadi bikin baper, langsung kangen balik ke Yogyakarta, dimana saya pertama kali menyaksikan pertunjukan wayang secara langsung. Tuh kan, nulis ini aja bikin baper lagi deh… Hehehe.

Wayang Sasak Lombok

sumber foto: www(dot)facebook(dot)com/alapriaman

Kali ini saya sebagai boncenger hanya duduk manis sambil mengamati jalan, ke arah mana roda motor ditujukan. Tak berapa lama, tampak dari kejauhan ada keramaian di pinggir jalan. Tepatnya di area parkir Taman Budaya NTB yang berada di bahu jalan, pertunjukan wayang ini langsung menyerap banyak perhatian para pemakai lalu lintas. Motor-motor langsung merapat ke pinggir untuk melihat secara langsung pertunjukan ini. Teman saya segera memarkir motor dan mengambil kamera serta peralatan dia untuk meliput pertunjukan wayang Lombok ini. Jadilah saya duduk seorang diri di sebuah kursi yang tersedia.

Saya agak beruntung karena dapat tempat duduk, dan acara sudah dimulai, sementara penonton cukup ramai dan sebagian penonton akhirnya berdiri. Saya bergabung dengan para penonton lainnya, sementara teman saya sudah bergerilya area pertunjukan untuk mengambil gambar.

Wayang Lombok

koleksi pribadi (at)rickorullyarto

Seperti halnya pertunjukan wayang kulit lainnya, sebuah tenda dengan layar putih telah berdiri di depan kursi penonton. Layar dengan penerangan sebuah lampu pijar di baliknya. Iya, sekarang sudah modern, lilin yang biasanya dijadikan alat penerang untuk membuat siluet wayang telah tergantikan oleh lampu pijar. It’s ok, itu tidak mengurangi kekaguman saya terhadap seni tradisional Indonesia ini.

Sang dalang mulai beraksi dari balik layar yang sedang saya tonton. Tunggu sebentar, lho, lho kok memakai bahasa Sasak? Nah lho, kok bentuk wayangnya berbeda? Bukannya wayang biasanya dibawakan dengan bahasa Jawa, dan bentuk wayang biasanya merupakan tokoh wayang seperti Ramayana dan Mahabarata, atau Pandawa Lima misalnya. “Bumi gonjang-ganjing” yang biasa saya dengar pun jadi berbeda. Saya clingukan mencari teman saya untuk mendapatkan informasi. Maklum, ditinggal sendirian di kerumunan banyak orang yang tidak saya kenal, jadi tidak mungkin tahu-tahu mencolek orang lain untuk bertanya-tanya, bisa mengganggu kekhusyukan mereka menonton.

Kesenian Lombok

koleksi pribadi (at)rickorullyarto

Pertunjukan masih berlangsung dan saya agak sedikit kebingungan, karena yang dipakai bahasa Sasak, dan sayangnya saya belum terlalu fasih (maklum pendatang). Jadilah hanya beberapa kata saja, tetapi saya sedikit mengerti akan apa yang disampaikan dalam cerita wayang ini. Tepat pada hari Air sedunia, pagelaran wayang ini sengaja mengusung tema cerita tentang pentingnya air bagi kehidupan. Diselipkan beberapa pesan moral untuk kita agar kita selalu menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah ke sungai misalnya. Layar dengan sebuah banner di bawahnya bertuliskan “Sekolah Pedalangan Wayang Sasak”, membuat saya ber-oohh ria di dalam hati. Pantas saja berbahasa Sasak, lah wayang Sasak. Dan ini merupakan kali pertama saya menyaksikan langsung wayang Sasak Lombok.

Ternyata Indonesia memang kaya akan tradisi dan budaya, dunia perwayangan tak hanya sebatas di Jawa saja, memang sih perkembangan wayang lebih pesat di Jawa. Semoga saja dengan adanya sekolah wayang Sasak Lombok ini, bikin masyarakat seperti saya ini akhirnya tahu bahwa Lombok juga punya seni wayang. Sayangnya juga saya tidak sempat bercengkerama dengan ki dalang di pertunjukan sekolah pedalangan wayang Sasak Lombok ini.

Jadi, kapan kamu ke Lombok? Lombok punya banyak banget budaya, gak hanya alamnya aja yang cantik, tradisinya juga sangat eksotik dan menarik.

Eits, abis nonton wayang sasak Lombok tadi sampah jajanannya dibuang pada tempatnya ya… 🙂

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 312 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Lombok Punya Wayang Sasak' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool