Kuliner Lombok

Makanan Lombok: Si Hijau Pedas Dari Pulau Pedas

Makanan Lombok: Si Hijau Pedas Dari Pulau Pedas
5 (100%) 1 vote

Sedang dalam cuti singkat? Atau sedang libur tapi bingung mau ngabisin waktu ke mana? Udah… jangan banyak mikir deh. Mending buruan pesan tiket dan pijakkan kaki Anda di Pulau Pedas (alias Lombok). Rasakan sensasi wisata yang tempat lain nggak punya.

“”Tak lekang ditelan zaman.””

Yap, itu quotes yang pas banget buat deskripsiin Lombok. Nggak peduli ini sudah milenium keberapa, tapi yang pasti kami masih menjaga betul apa yang menjadi kekhasan lokal, adat, serta budaya yang ada. Soal lokal (local specific), pasti berbicara tentang sesuatu yang tiada duanya. Artinya, ga’ akan ditemukan di tempat lain. Boleh jadi ada di daerah lain, namun pasti ada fitur khusus yang mustahil sama. Itulah yang akan dipaparkan dalam tulisan singkat ini.

Kangkung. Sayuran yang sudah menusantara. Mungkin seantero jagat raya pun sudah tau nih kangkung kayak apa. Sayuran yang disajikan dalam aneka jenis menu, sebagai contoh, cah kangkung dan pecel kangkung. Siapa sih yang nggak’ tau rasa gurihnya olahan tumisan kangkung yang lezat dan potongan kangkung berbalut saus kacang ini?.

Tapi bagaimanakah orang Lombok alias orang Sasak mengolah sayuran hijau ini?

Nah, kali ini, saya akan mengajak sobat travellers untuk mengenal lebih jauh kuliner khas Lombok (lagi) yang tentunya membuat Anda tidak mati kutu untuk berkuliner bila berkunjung ke Tanah Seribu Masjid ini.

Okay. Plecing kangkung. Beginilah cara orang Sasak menampilkan kekhasan sayuran kangkung. Sebuah makanan maknyos yang bisa ditemani oleh makanan apa saja mulai dari tahu, tempe, ayam goreng, ayam bakar, ikam bakar, pokoknya enak deh. Apalagi jika dijoodohkan dengan nasi anget plus duduk santai di tengah sawah yang sejuk (kalau orang Lombok bilang: elen). Kebayang kan?

Ingat! Kangkung Lombok memiliki prototype yang mustahil ada di tempat lain. Di pulau Lombok sendiri, tidak semua wilayah dapat ditumbuhi kangkung khas ini. Hanya di wilayah Lombok Barat dan Kodya Mataram saja, selebihnya kangkung yang ada hampir sama dengan daerah lain di Indonesia.

Kangkung Lombok

Kangkung Lombok

Mengapa hanya di dua wilayah itu saja?

Pertanyaan yang bukan saja muncul dari outsider Lombok, namun juga dari insider Lombok itu hingga kini belum menemukan jawabannya yang pas. Ada yang bilang karena kekhasan tanah dan airnya. Akan tetapi, sepengetahuan kami, belum ada alasan ilmiah yang menjelaskan mengapa fenomena itu muncul.

Kangkung Lombok memiliki batang sebesar jari orang dewasa, bahkan bisa juga lebih besar, tergantung tingkat kesuburannya. Hal itu sangat menentukan tingkat kerenyahannya.

Sebagai tanaman air, kangkung dapat tumbuh di dua tempat: sawah dan sungai/kali. Kalau sobat travellers saksikan sungai di dua wilayah itu, (khususnya pada musim kemarau) nampak hijau dan segar. Maka tidak mengherankan kemudian kangkung ini dikenal di luar wilayah Lombok, bahkan hingga mancanegara.

Hebohnya lagi, Lombok Barat menjadikan kangkung sebagai komoditas andalan untuk diekspor ke luar wilayah Lombok dan mancanegara.

Mungkin rekan travellers bertanya nih, apa sih istimewanya sebuah kangkung itu sendiri?

Kangkung sebagaimana sayuran lain, sangat kaya akan vitamin A, B, C, zat besi dan serat yang sangat dibutuhkan tubuh (bisa langsung googling deh kalo ngga percaya, hehe). Jadi, tidak ada salahnya dong sesekali makan kangkung (berkali-kali juga ga’ apa-apa sih). Apalagi kalo si kangkung itu diolah menjadi makanan yang bernama plecing.

Mendapatkan plecing terbilang cukup mudah karena hampir semua rumah makan/warung di setiap sudut pulau Lombok menyediakan plecing kangkung.

Plecing Kangkung bisa Anda jumpai di pusat kota

Plecing Kangkung bisa Anda jumpai di pusat kota, Cakranegara.

Sebenarnya, Anda bisa saja membuat plecing kangkung ala Lombok ini sendiri, karena prosesnya sangat mudah, ya… walaupun perlu sedikit teliti biar ga’ salah dan entar malah rasanya kebablasan. (Dan tentunya menggunakan Kangkung Lombok).

Plecing Kangkung Lombok bisa ditampilkan dengan varian yang berbeda sebagaimana sayur lainnya. Namun, plecing komplit yang nikmatnya luar biasa bisa dibuat dengan resep berikut. Selain kangkung muda sebagai bahan utama, bahan-bahan pelengkap bisa juga ditambahkan, yaitu seperti tauge, kecambah kacang ijo, dan kacang tanah goreng. Sedangkan bahan untuk membuat si sambal antara lain adalah cabai rawit (sesuai selera: mau pedas atau ga’), terasi bakar, garam, tomat, dan bisa ditambahkan sedikit gula.

Langkah pembuatannya masih dapat dibilang sangat sederhana. Pertama pilih kangkung muda segar secukupnya, setelah itu cuci dengan bersih. Rebuslah air hingga mendidih di dalam panci. Masukkan kangkung dan tauge ke dalamnya sekitar 5 menit.

Tauge, kangkung, parutan kelapa yang telah dibumbui dan kecambah kacang hijau

Tauge, kangkung, parutan kelapa yang telah dibumbui dan kecambah kacang hijau

Sambil merebus kita bisa menyiapkan sambalnya. Ulek cabai rawit bersama dengan garam dan terasi hingga lembut, kemudian tomat pun dapat dimasukkan dan ulek kembali. Selain diulek menggunakan cobek, blender juga bisa dipakai untuk menghaluskan bahan-bahan sambal itu. Namun pastinya rasa akan sedikit berbeda. Ohya, jangan lupa tambah perasan jeruk limau sebagai penyedap aroma dan rasa.

Setelah kangkung selesai direbus, maka angkat dan tunggu sedikit dingin lalu suwirlah. Kalau sudah, maka tinggal disajikan bersama tauge, kecambah kacang hijau (dan mungkin sayuran yang lain). Kemudian taburkan parutan kelapa yang sudah dicampur (juga) dengan bumbu (cabai merah, bawang putih, garam, gula, dan sedikit terasi) yang sudah dihaluskan. Dan terakhir, sambal tomat yang sudah disiapkan bisa disiram di atas tumpukan sayur dan kelapa parut tersebut. Kacang tanah pun bisa menambah sedapnya plecing kangkung ini. Jreng jreng… kelezatan plecing kangkung ala Lombok sudah bisa beradu di dalam mulut Anda.

Pelecing Kangkung juga enak ditemani lontong

Pelecing Kangkung juga enak ditemani lontong

Meskipun sobat travellers bisa membuatnya sendiri, tapi rasa khas dapur Lombok dengan dapur pribadi Anda akan tetap (jauh) berbeda. Ibarat  si kembar Jono dan Lono, kembar tapi beda (masih ingat kan sinetron tahun 2004 ini?)

Jadi, tunggu apalai. kalian sudah mengantongi berjuta alasan untuk berkunjung ke Lombok.

Yuk, buruan sebelum negara api menyerang.

(Visited 1,008 times, 1 visits today)



'Makanan Lombok: Si Hijau Pedas Dari Pulau Pedas' have 2 comments

  1. May 18, 2015 @ 2:33 pm Firdi K. Ramadhan

    Setuju dengan artikel ini. Saya juga pernah denger cerita tetangga, dia bilang gini (kurang lebih sih ya):

    “Saya pernah coba buat plecing di luar daerah Lombok. Bahan-bahan seperti kangkung dan kawan-kawan padahal sudah dibawa dari tanah asalnya, eh tapi ternyata rasa plecing yang dibuat di Lombok jauh lebih enak daripada di tempat lainnya.”

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool