Masjid Kuno Gunung Pujut Lombok Tengah

Masjid Kuno Gunung Pujut Lombok Tengah
Vote Us

It is said, “the more you know, the more you know, you know nothing.” Semakin banyak yang kita tahu, kita makin disadarkan bahwa yang kita tahu hanya secuil dari semesta pengetahuan. Hal ini, somehow, berlaku sama untuk urusan jalan-jalan. Semakin sering kita menjejak tanah yang berbeda, maka semakin sadar kita, bahwa perjalanan ini tak ada habisnya. Selalu ada tempat baru, orang-orang baru dengan budaya, adat istiadat, yang berbeda. Always. Pun Lombok, selalu ada hal baru yang bisa dituliskan tentangnya.

Salah satu promo wisata Lombok adalah wisata religi. Cukup banyak situs kegamaan warisan dari masa lampau di pulau ini. Selain pura dan pemandian, spot lainnya yang jumlahnya cukup banyak dan tersebar di berbagai tempat di Lombok adalah masjid kuno. Salah satunya ada di desa Sengkol, kecamatan Pujut, Lombok Tengah.

The sign

The sign

Awalnya saya sama sekali tidak tahu keberadaan masjid ini. Rencana keberangkatan yang saya dengar pagi itu hanya “naik gunung pujut”. Siapa sangka justru di puncak gunung (lebih tepatnya bukit) Pujut ada masjid kuno yang usianya sudah ratusan tahun. Perjalanan bisa dimulai dari perempatan pasar baru Sengkol ke arah timur. Di awal perjalanan kita masih menemukan rumah-rumah warga, khas kampung. Nantinya akan ada plang penunjuk jalan bertuliskan “Benda Cagar Budaya Masjid Gunung Pujut” kemudian lurus saja mengikuti jalan setapak yang sudah di-paving.

Is it a trekking spot? Yes , it is! 

The beginning of the road

The beginning of the road

Still the road..

Still the road..

So, berwisata kesini adalah perpaduan antara wisata trekking dan religi, hehehe. Ketinggian bukit ini mencapai 500 mdpl, sumber lainnya menyebutkan 400 mdpl. So it’s not that difficult, kind of (very) soft trekking. 

What’s around? 

Trees. Trees. Trees. Bamboo. Yay! Jalan menuju ke lokasi aman dan teduh. Jika berangkat pagi-pagi sekali maka kita akan trekking ditemani kabut. Misty. Pohon yang mendominasi adalah pohon asam diselangi bambu, dan semak belukar. Butuh waktu sekitar 45 menit untuk sampai ke lokasi ini dengan berjalan kaki. Sebetulnya, kita masih bisa berkendara dan menitip motor di rumah penduduk, sehingga jarak tempuh bisa lebih dekat. Dan makin cepat tergantung dari kecepatan langkah kaki. Kita akan melewati tangga ber-paving sebelum sampai di jalan tanah menuju masjid.

Menapaki tangga paving

Menapaki tangga paving

Menyusur jalan setapak

Menyusur jalan setapak

Area masjid terbilang sangat asri dan indah. Dikelilingi oleh pohon-pohon besar dengan cabang-cabang yang membentuk pola unik, masjid ini makin terlihat semarak dengan adanya bunga-bunga yang sengaja ditanam di sekitar area. Kebesihan masjid ini juga tetap terjaga, mengingat ada juru kunci yang memang ditugasi untuk itu.

Walking with sunrise

Walking with sunrise

Sebelum memasuki masjid kita harus terlebih dahulu meminta izin pada juru kunci. Tidak ada ritual khusus selain pengunjung sedang dalam keadaan suci atau sudah berwudhu. Masjid ini cukup besar dengan ukuran sekitar 9×9 meter, lantainya terbuat dari tanah, dan atapnya yang terdiri dari 2 cungkup/undakan terbuat dari alang-alang. Desain masjid ini cukup unik. Tidak ada jendela, dan hanya ada satu pintu kayu untuk masuk ke dalam masjid. Ukurannya pendek sehingga kita harus menundukkan kepala agar bisa masuk. 4 tiang besar menyangga masjid ini sehingga tetap berdiri kokoh.

img_7163-500x350

Ini dia Masjid Gunung Pujut

Ini dia Masjid Gunung Pujut

Di bagian atap masjid ada buntelan kain putih yang diikat melingkar menjadi lima bagian. Konon di dalamnya ada pecahan uang bolong berjumlah 1000 yang masing-masing dipecah 200 keping. Sayangnya, karena datang terlalu pagi kami tidak sempat mengobrol dengan juru kunci.

Pose cakep

Pose cakep

Di sebelah timur masjid ada berugaq kecil untuk beristirahat. Seperti makam Loang Baloq, ada juga satu pohon di tempat ini yang digantungi “kertas harapan” hehehe..

Berugaq istirahat

Berugaq istirahat

Masjid Kuno Pujut sudah tidak digunakan lagi untuk kegiatan peribadatan, melainkan sebagai situs budaya dan kerap dikunjungi sebagai wahana belajar sejarah dan kebudayaan lokal. Cool!

Big tree

Big tree

After all, tempat ini oke banget untuk foto-foto. Ada banyak pojok keren dengan background hutan dan pepohonan besar yang cakep. Dengan sedikit usaha, tempat ini boleh lah menjadi salah satu spot foto, untuk pre-wedding ataupun photo fun dengan tema local oldies atau forest picnic. Keren kan!

Tsakep kan!

Tsakep kan!

Pose di luar area masjid Pujut

Pose di luar area masjid Pujut

Saatnya merencanakan perjalanan kalian ke Lombok! And if you need more places to explore, put this one in your list! Give it a try, why not?

Yuk, ke Lombok!

 

 

 

 

 

(Visited 269 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Masjid Kuno Gunung Pujut Lombok Tengah' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool