Masjid Lombok

Masjid-Masjid Tua di Lombok Timur

Masjid-Masjid Tua di Lombok Timur
5 (100%) 5 votes

Tahun lalu saya menulis tentang Makam Selaparang di desa Suela Lombok Timur. Salah satu jejak kerajaan Selaparang pun sekaligus riwayat penyebaran agama Islam di sisi timur Pulau Lombok. Destinasi pilihan melakukan wisata religi, juga sejarah.

Kali ini, saya berkunjung ke dua masjid tua. Pertama, masjid Raudhatul Muttaqin di desa leluhur saya, Kotaraja. Kedua, di masjid Al Falah desa Songak Sakra. Dua masjid tua ini terletak di kabupaten Lombok Timur. Berikut cerita tentang sejarah dua masjid Lombok.

1. Masjid Raudhatul Muttaqin Kotaraja

Mengikuti ‘pakem’ lawas, lokasi masjid berusia 350 tahun ini bersebelahan dengan pasar, lapangan desa serta pusat pemerintahan yaitu Kantor Desa.

Masjid Lombok

Gerbang depan masjid

Masjid Lombok

Bersebelahan dengan pasar lama. Saat ini lokasi pasar yang lebih luas pindah ke dekat kompleks makam desa

Sayang sekali, ketika melakukan pemotretan terbaru spot wisata religi yang sejalur dengan desa wisata Tete Batu serta destinasi wisata Joben (Otak Kokoq), saya merasa sungkan sendiri memasuki bagian dalam masjid Lombok karena kebetulan sedang datang bulan. Lokasi beduq yang sudah tua, juga kayu-kayu yang terdapat di area mimbar jadi tak bisa saya abadikan ulang.

Akses dari kota Mataram, paling mudah jika menuju desa ini melalui perempatan pasar desa Paok Motong Lombok Timur. Transportasi publik masih cukup mudah dan sudah tersedia dari pukul 7 pagi sampai sekitar waktu maghrib (6 sore). Berkendara sekitar 1.5 jam dari Mataram, atau lebih cepat setengah jam jika dari BIL Anda memutuskan menggunakan Damri bandara. Masjid Jami’ Raudhatul Muttaqin berada di sisi kiri depan perempatan desa Kotaraja. Hanya 45 menit berkendara jika memulai trip dari kota Selong, kota kabupaten Lombok Timur, kampung kelahiran serta kota di mana saya tumbuh besar. Empat ruas jalan beraspal mulus kini membuat masjid mudah di akses dari desa mana pun. Lokasi masjid Lombok yang hampir tak pernah tidur menjelang Lebaran Idul Fitri, karena adanya pasar malam yang ramai baik oleh pedagang pun para pembelinya.

Masjid Lombok

Masjid Raudhatul Muttaqin Kotaraja

Masjid Lombok

Belokan menuju desa wisata Tete Batu

Masjid Lombok

Jika langit cerah, sisi selatan TN Gn. Rinjani akan tampak jelas

Selain bahwa desa ini merupakan desa leluhur saya, di satu momen sembahyang Iedul Adha beberapa tahun lalu saya memiliki satu pengalaman yang sungguh berkesan. Sebelum menikah, saya terhitung anak yang merasa berkewajiban lalui hari raya besar Islam bersama keluarga inti. Namun, saat sudah kuliah, sesekali akhirnya ternyata saya diperkenankan berlebaran bersama beberapa kerabat dekat lain. Dapati shaf yang masih kosong saat fajar, saya beringsut gelarkan sajadah di shaf terdepan. Beberapa sesepuh desa sudah memperingatkan, bahwa shaf tersebut milik seorang sesepuh lain yang terbiasa laksanakan sholat berjemaah. Enggan disebut anak yang tak mendengar nasehat orang tua, saya mulai melipat sajadah dan beranjak mundur. Bersamaan, jemaah sepuh yang seharusnya berada di tempat saya baru saja datang dan berucap, “Biarkan saja putri kita ini di tempatnya sekarang. Saya juga yang salah, berangkat terlambat. Memang sudah haknya…”

Subhanallah. Di salah satu sholat Iedul Adha berjemaah saya, beroleh rezeki dobel, shaf depan dan penghargaan dari seseorang yang jauh lebih sepuh serta dituakan.

Masjid Lombok

Sisi halaman dalam dari gerbang depan

Masjid Lombok

Taman bunga sederhana di sisi lain area dalam masjid

Masjid Lombok

Gang khusus jemaah perempuan. Salah satu alasan saya begitu sungkan masuk dari gerbang depan masjid

2. Masjid Al Falah desa Songak Sakra

Dekat dari kota Selong, saya terhitung sangat jarang sengaja berkunjung ke spot-spot wisata religi meski satu sisi mulai memberi perhatian berlebih. Termasuk di antaranya Masjid Al Falah di desa Songak Sakra ini. Namun, demi bisa berikan update destinasi wisata anti mainstream Lombok bagi para sobat Ezy travelers, saya memasang mata lebih lebar serta semakin banyak mendengar info mengenai spot wisata yang tetap menarik untuk dikunjungi. Salah satu masjid Lombok yang bernama Al Falah juga terletak di pinggir jalan raya, akses utama dari kota Selong menuju Sakra atau ke kawasan Lombok selatan. Berkendara tak sampai 30 menit atau sekitar 1.5 sampai 2 jam dari BIL di Praya Lombok Tengah.

Masjid Lombok

Masjid Kuno Al Falah Desa Songak Sakra

Dekat dari gerbang batas kota terluar kota Selong yang bersebelahan dengan kecamatan Sakra, lokasi masjid di sisi kanan sebelum jembatan letter S. Sayang, saat berkunjung tidak bertepatan dengan salah satu perayaan agama Islam yang kadang diselenggarakan di area masjid ini. Pun masih belum sempat bertemu langsung dengan pengurus admin masjid untuk berdiskusi lebih dalam tentang sejarah yang melatari keberadaan masjid ini.

Masjid Lombok

Saat berburu foto, seorang jemaah masjid meminta dipotret. Ssstt, yang di depan gerbang sebenarnya pakde jauh saya di Kotaraja, tapi sungkemnya nanti pas Iedul Adha yaaa…^_^

Sama penasaran seperti saya? Cobalah berkunjung tepat di perayaan Maulid (Hari Lahir) Nabi Besar Muhammad SAW atau perayaan desa Songak khusus lainnya. Salam traveling…^_^

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 562 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Masjid-Masjid Tua di Lombok Timur' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool