Mencicipi Mie Pelangi Sriwijaya, Lombok

Mencicipi Mie Pelangi Sriwijaya, Lombok
5 (100%) 3 votes

Ayo ke Lombok!

Hello guys, masih semangat puasa? Harus selalu semangat donk! Di bulan Ramadan gini semakin banyak penjual makanan dan minuman yang bermunculan. Tentu saja banyak pula orang yang mendadak “menjelma” jadi pedagang musiman. Hehehe… Aji mumpung memang nih di kala bulan Ramadan tiba.

Bagi saya yang belum berbakat jadi pedagang (tapi doakan bisa menjadi pedagang juga ya, yang gak musiman sih hehehe)), jika bulan Ramadan seperti saat ini, saya hanya menjadi kaum PPT “Para Pemburu Takjil”. Hihihi… Jadi saban sore saya berkendara mengikuti roda motor yang berputar, ngabuburit gitu deh, menunggu adzan maghrib menjelang. Dengan laju yang agak lambat, sembari lirik kanan dan lirik kiri untuk sekedar melihat ramainya penjaja makanan dan minuman yang bertebaran di pinggir jalan.

Mengikuti laju motor yang belum menemukan tempat tujuan singgah, mata saya menangkap sebuah spanduk bertuliskan “Mie Pelangi”. Sebenarnya ini bukan pertama kalinya, jika melewati jalan Sriwijaya kota Mataram untuk menuju mall, saya seringkali melihat warung tenda “Mie Pelangi” ini. Sayangnya, setiap kali saya melewatinya, warungnya selalu tutup. Nah, begitu juga sore itu, gerobak warung tendanya masih tertutup dengan terpal, bikin penasaran ih…

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Tak berapa lama kemudian, saya berhenti di sebuah lapak jajanan yang sudah menyediakan bermacam takjil, saking banyaknya saya sampai bingung mau membeli takjil yang mana. Setelah memutuskan untuk membeli beberapa jajanan dan minuman, saya kembali berkendara dan pulang ke rumah. Adzan Maghrib berkumandang, segera berbuka dan sholat. Sesudahnya perut mulai kelaparan, sempat melirik jam, saya memutuskan untuk segera mengganjal perut sebelum sholat tarwih. Saya arahkan motor ke jalan Sriwijaya lagi.

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

 

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Wah, warung tenda “Mie Pelangi” sudah buka. Ternyata warung mie ini beroperasi pada malam hari saja. Melihat jejeran meja dan deretan kursi yang berwarna-warni, bikin suasana ceria. Saya langsung duduk kemudian melihat menu yang tersedia. Ternyata mie pelangi ini merupakan mie ayam yang mie-nya diolah dari sayur dan buah sehingga berwarna sesuai warna campuran sayur atau buahnya, jadi tidak memakai bahan pewarna buatan. Yang sedikit berbeda lagi, mie ayam ini tidak menggunakan MSG (Monosodium Glutamate) dan tanpa bahan pengawet. Kebetulan saya juga lebih suka tidak pakai MSG.

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Setelah memesan mie yang saya ingin makan, saya sempat ngobrol dengan mas-mas yang kebetulan melayani pesanan saya, jadi informasi yang saya dapat, mie yang dipakai adalah mie bikinan sendiri alias tidak beli jadi. Daya tahan mie yang belum diolah pun hanya dua hari saja, jadi kamu jangan khawatir mie yang kamu makan tidak fresh. Mie pelangi yang saya pesan datang. Wow, mangkok saya ceria sekali. Hihihi… Saya mencicipi satu persatu warna, rasanya memang agak berbeda tiap warnanya. Kalau ditanya bagaimana sensasinya, campur aduk deh, yang jelas saya pengen balik ke sana lagi untuk memesan porsi berikutnya. Endeeuuuusss…

Enak!!!

Jadi rasa penasaran saya terbayar sudah. Mie pelangi cukup mengganjal perut saya untuk melaksanakan sholat tarawih.

Sudah menjelang lebaran, saatnya juga nih menjelma jadi PPT “Para Pemburu Tiket”, nah untuk itu sih serahkan aja pada ezytravel.co.id, banyak tiket murah untuk mudik lebaran nanti. Eits, itu tolong sampah takjilmu dibuang ke tempat sampah ya!

Salam Cihuy~

(Visited 311 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Mencicipi Mie Pelangi Sriwijaya, Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool