dusun sade

Mengintip Tradisi Lampau Masyarakat Sasak di Dusun Sade

Mengintip Tradisi Lampau Masyarakat Sasak di Dusun Sade
5 (100%) 1 vote

dusun sasak sade

Eksotika pulau lombok tak hanya tertaut pada pantai dengan hamparan pasir putih disertai deburan ombaknya yang terdengar gagah. atau pun  tentang air terjun yang tak pernah berhenti mengalir sepanjang tahun tanpa mengenal musim.  tak hanya  bukit bukit yang menjulang tinggi hingga menyentuh awan.  tidak pula sebatas kokohnya gunung rinjani yang berdiri tegak menantang. tapi eksotika pulau lombok yang tak boleh dipalingkan dari pandangan mata adalah Tradisi, budaya, dan kearifan lokal masyarakat sasak itu sendiri.

Masyarakat sasak merupakan salah satu populasi yang masih memegang erat dan menjaga kebudayaan. akan tetapi tidak bisa dipungkiri juga bahwa banyak budaya dan adat istiadat yang mulai ditinggalkan karena datangnya budaya baru terutama yang berasal dari kawasan barat.

Walaupun demikian masih ada beberapa daerah yang memang terus menjaga kemurnian budayanya seperti di Kawasan bayan kabupaten lombok utara dan di dusun Sade yang terletak di lombok tengah. Nah, kali ini saya akan bercerita sedikit tentang desa sade.

Dusun sade atau yang lebih dikenal oleh para bule sebagai “sasak  village sade” ini berada di  desa rembitan kecamatan pujut kabupaten lombok tengah. Keunikan dusun tradisional ini dapat anda tempuh hanya dalam waktu sekitar 15 – 20 menit dari bandara internetional lombok.

Posisi dusun  tradisional sade ini selalu terjaga keasliannya meskipun terletak dipinggir jalan raya beraspal mulus. hal ini tentu sangat memudahkan masyarakat sekitar dengan melakukan pembangunan besar-besaran mengingat posisinya yang cukup strategis. Tapi saluuut! mereka tidak melakukannya, mereka lebih memilih menjaga keaslian dan keasrian rumah dan budaya warisan nenek moyang.

Hal tersebut bisa dibuktikan dengan bangunan rumah yang terkesan sangat tradisional, orang lombok menyebutnya sebagai “bale”. Atapnya terbuat dari  rumput yang sudah dikeringkan. kuda-kuda atapnya memanfaatkan bambu tanpa bantuan paku, hanya tali. dindingnya  terbuat dari anyaman bambu sehingga saat mentari pagi bersinar, kita bisa melihat keindahan cahaya yang menembus dari celah dinding.. keren kan? Untuk lantainya sendiri mereka menggunakan tanah, tidak ada semen, batu bata, batako, apalagi marmer sebagai bahan bangunan.

Di beranda rumah-rumah tradisional tersebut kita juga bisa melihat langsung bagaimana masyarakat sasak di masa lampau membuat kain secara manual. mereka menyebut proses ini “Nyesek”, adalah keterampilan dasar yang harus dimiliki oleh setiap perempuan. Cara “nyesek ” ini mulai diajarkan kepada setiap wanita belia. Mereka akan merasa malu memiliki anak perempuan jika belum memiliki kemampuan “nyesek”. anda pun bisa belajar nyesek disini.

dusun sasak sade

Khusus bagi penggemar batu akik, desa sade ini adalah destinasi yang tak boleh anda lewatkan. di beranda rumah-rumah tradisional tersebut menawarkan berbagai macam dan jenis batu akik. anda tinggal memilih sesuai selera.

Pokoknya lengkap banget deh!

(Visited 382 times, 1 visits today)


About

Anda lebih tahu siapa saya


'Mengintip Tradisi Lampau Masyarakat Sasak di Dusun Sade' have 2 comments

  1. June 4, 2015 @ 7:27 am depz

    paragraf terakhirnya pasti makin membuat penasaran para akikers 😀

    Reply

  2. June 4, 2015 @ 2:25 pm eliyan

    sudah lupak kapan terakhir kali kesini -_-

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool