Pantai Cemara

My Short Escape: Pantai Cemara – Lombok Barat

Vote Us

Kalau kamu tipe penggalau yang mencari pelarian “alam” maka Lombok bisa jadi the best island you could ever choose to live in. Hal ini juga menjadi salah satu hal yang saya syukuri dengan menjadi penduduk pulau ini. Iyaaa, saban galau, nggak enak hati, atau bosan, saya cukup menyalakan motor sambil membawa notebook atau buku bacaan, tak sampai satu jam sudah sampai di spot tujuan. Asoy.

Salah satu spot terdekat dari rumah saya adalah Pantai Cemara, Lembar, Lombok Barat.

Pantai Cemara

Menuju pantai Cemara

So, it was one galau morning when I finally decided to ride on my motorbike and suddenly thatCemara Beachcrossed my mind. Saya menuju pantai Cemara dari rumah kakak saya di Kediri. Butuh waktu hanya 30 menit untuk sampai ke pantai itu. Nah, kalau kebetulan ada yang  datang ke Lombok lewat jalur laut a.k.a pelabuhan Lembar, sok bisa banget mampir ke pantai ini. You’ll get there in less than 15 minutes.

Menuju pantai Cemara, kita akan melewati jalan utama dengan pemandangan sawah dan pepohonan rindang hampir sepanjang jalan. Hati-hati karena banyak truk yang melintasi jalur ini.

Laju motor sengaja saya atur pelan saja, toh saya hanya sendiri dan tidak ada tujuan tertentu selain melepas penat. Masuk melalui entry point berupa gang di pinggir jalan yang diberi penunjuk arah, kita akan disambut pemandangan rumah penduduk dan beberapa kompleks perumahan. Ada kebun kelapa mini khas pantai di sisi kiri jalan. Mini? Iyaa karena jumlahnya sangat sedikit jika diba dibandingkan dengan pohon kelapa yang umumnya ada di pantai-pantai pulau Lombok. Letaknya pun cukup jauh dari pantai utama.

Sebenarnya pantai ini sekarang cukup happening di kalangan para pemburu spot selfie Lombok, terutama di kawasan hutan mangrove-nya. Iya, ini adalah salah satu keunikan pantai ini. Kali lain saya akan membahas khusus tentang hutan mangrove cemara yang jadi spot selfie tersebut.

Pantai Cemara

2nd entry point! Gapura kuning dan Jembatan kayu

Entry point kedua menuju pantai Cemara adalah jembatan kayu. Weww, saya sedikit khawatir kalau-kalau kayunya patah. Menunggu sebentar, ternyata banyak kendaraan yang lalu lalang, mulai dari sepeda sampai cidomo. It’s confirmed safe.

Hutan Mangrove Pantai Cemara

Pemandangan dari entry point! Mulai memasuki kawasan hutan mangrove

Pantai Cemara

Well, the bridge is retty cool for that wefie pose

Di ujung jembatan terlihat “basecamp” pengelola mangrove, Mangrove Lestari Saya semakin yakin bahwa mangrove memang menjadi (atau setidaknya akan dijadikan) “mainan” utama pantai ini. Di kiri kanan saya diapit hutan mangrove, ukurannya rata-rata masih sedang. Ada juga yang terlihat baru ditanam.

Mangrove Lestari Pantai Cemara

Basecamp mangrove lestari

Hutan Mangrove Pantai Cemara

“Kebun” mangrove di sebrang rumah warga

Menuju ke arah pantai semakin banyak rumah penduduk. Hemmm, I think it’s cool, tinggal di rumah-rumah yang front view-nya adalah hutan mangrove. Kondisinya juga cukup bersih dan tertata. Semoga saja karena penduduk sekitar mulai sadar wisata.

Pantai Cemara

Jalan menuju pantai. Terlihat mangrove kecil yang baru ditanam

Entry point ketiga menuju pantai Indah cemara adalah gerbang putih mini dengan taman yang cukup apik tertata. Meski sedikit kurang terawat, kawasan ini sepertinya sudah dirancang untuk memudahkan wisatawan. Area parkir dan toilet pun lengkap. Selain itu ada juga area voli pantai dengan biaya cukup 10 K saja bagi yang mau memanfaatkannya. Berugak-berugak kecil tersebar di beberapa tempat. Pengunjung nggak bakal kekurangan tempat duduk. Banyak bangku semen mini yang juga sengaja dibuat disana-sini. Family/group friendly pokoknya.

Pantai Cemara

Taman apik tertata

Pantai Cemara

Setelah dipikir-pikir yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya, maka pantai ini cukup unik. Pantas saja namanya pantai Cemara. Lantaran pohon utama pantai ini adalah pohon cemara. Saya memilih untuk duduk santai, bersandat di salah satu pohon cemara yang cukup besar. Pantai ini terbilang bersih dan nyaman. Cocok juga untuk para penggalau lokal mengingat pantai ini tidak terlalu ramai dikunjungi. Apalagi kalau datang saat weekdays like I did. You own the beach, folks!

Pantai Cemara

Bangku semen

Pantai Cemara

Cemara, pantai berpasir hitam

Karena datang saat weekdays dan pagi sekali, maka saya tidak banyak berinteraksi dengan masyarakat lokal selain pak jukir, hehehe. Ingin rasanya bertanya-tanya seputar program mangrove dan impactnya bagi masyarakat sekitar. I think it would be cool having convos with locals and having them shared the story. Next time, maybe. 🙂

Pantai Cemara

Well, this may not be your favorite spot, but it could be your next escape destination!

Give it a try, folks! 🙂

(Visited 1,320 times, 2 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'My Short Escape: Pantai Cemara – Lombok Barat' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool