Otak Kokok Lombok

Otak Kokok, “Air Terjun Mini” di Lombok Timur

Otak Kokok, “Air Terjun Mini” di Lombok Timur
2.5 (50%) 2 votes

Keadaan suatu lokasi wisata tak pernah bisa dipisahkan dari masyarakat sekitar–penduduk lokal yang berdomisili di sekitar kawasan. Peran masyarakat menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kenyamanan dan keamanan wisatawan. Untuk yang sudah pernah ke Lombok, well you know how friendly local people are, right? Bahkan di beberapa spot wisata, penduduk lokal diberdayakan sebagai pemandu wisata. Nah! Di Joben, masyarakat lokal memegang peranan sangat penting dalam menjaga hutan yang tentunya berpengaruh terhadap spot wisata. Obviously!

Joben, Lombok Timur, memiliki tempat spesial di hati saya. Selama hampir satu tahun, saya turut membantu teman-teman WWF-Nusa Tenggara melakukan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan resort Joben.

Di tahun 2013 lalu, jadwal saya mengunjungi Joben paling tidak satu kali sebulan. Saking seringnya, saya melewatkan mengambil banyak foto-foto. Hehehe.

Dari Mataram, butuh waktu hanya sekitar 1,5 jam untuk sampai ke Joben, desa Montong Betok, Kabupaten Lombok Timur. Just silly advice, kalau tidak ada niatan untuk mampir kemana-mana, bakal lebih seru kalau ke sini dengan sepeda motor. Lebih puas untuk sightseeing dan bermain angin.

Otak Kokok Lombok

Pemandangan hijau menuju area Otak Kokok (captured by Nicholas Cegalerba)

Keseruan menuju Joben dimulai ketika memasuki jalan kecil di kiri jalan. Kita akan melewati perkampungan dengan pemandangan plus-plus; persawahan dan perkebunan yang asri asoyyy. Asli!

Karena kawasan ini merupakan bagian dari Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) yang menjadi jantung dari pulau Lombok, maka pemerintah dan pihak swasta menggandeng masyarakat sekitar untuk turut ambil peran. Simbiosis mutualisme: masyarakat dibolehkan mengambil rumput untuk ternak (area tertentu) sekaligus membantu menghijaukan kawasan hutan lewat program pembibitan dan penanaman. Cool!

Otak Kokok Lombok

Pintu masuk menuju Otak Kokok (Captured by Syafrudin Syafii)

Otak Kokok Lombok

View dari atas pintu masuk. Menuruni anak tangga menuju kolam utama (captured by Syafrudin Syafii)

Memasuki area kita harus membayar karcis seharga Rp.6.000 untuk orang dewasa dan Rp.4.000 untuk anak-anak. Dari atas kita sudah bisa menyaksikan keasrian tempat ini. Surga air! Tinggal dipilih saja, mau mandi di kolam renang atau kolam pemandian? Hehe.

Otak Kokok Lombok

Gazebo yang disediakan untuk pengunjung (captured by Syafrudin Syafii)

Saya sendiri tentunya memilih mandi di “air terjun mini” yang airnya terasa sangat sejuk. Mungkin karena tingginya yang hanya 5 meter, saya merasa kurang sreg jika menyebutnya sebagai air terjun, seperti masyarakat kebanyakan menyebutnya air terjun Otak Kokok. Tempat ini memang dirancang untuk memudahkan wisatawan. Ada banyak gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai. Toilet pun tersedia dalam jumlah cukup. Snacking? Don’t worry! Ada banyak pedagang di sekitar lokasi yang menyediakan berbagai pilihan makanan. Komplit!

Otak Kokok Lombok

Kolam utama Otak Kokok (captured by Syafrudin Syafii)

Uniknya, sumber air Otak Kokok berasal dar mata air yang kelur dari akar pepohonan. Masyarakat percaya bahwa air Otak Kokok memiliki khasiat untuk menyembuhkan penyakit. Oh iya Otak kokok dalam bahasa lokal berarti kepala sungai, Otak berarti kepala, dan kokoq berarti sungai.

Ada sebuah kearifan lokal berbentuk mitos di sini, yaitu konon jika saat mandi, air berubah berbuih putih, maka itu artinya tubuh kita mengeluarkan penyakit. Dan sebaliknya, jika air tetap jernih, maka tubuh kita aman dari penyakit. Percaya nggak percaya sih! Sekali waktu saya pernah iseng bertanya seputar khasiat air Otak Kokok. Seorang warga menjawab, “Wah mba’nya harus dateng hari Jumat. Disini banyak yang mandi untuk syarat (syarat=tujuan tertentu). Ada aturannya, harus hadap mana. Nggak boleh sembarangan,” ceritanya. Unik dan menarik, bukan? 😀

Otak Kokok Lombok

Pembibitan oleh masyarakat. Salah satu tanaman utama adalah kayu rajumas (captured by Syafrudin Syafii).

Otak Kokok Lombok

Yuk menanam! (Captured by Syafrudin Syafii)

Upaya masyarakat yang terlibat aktif dalam program restorasi hutan patut diacungi jempol. Salah seorang warga lain yang saya temui bahkan bercerita bahwa saat ini jumlah mata air yang muncul kembali di kawasan hutan telah bertambah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Debit air pun tetap terjaga, artinya saat musim hujan maupun musim kemarau, masyarakat tidak khawatir akan ketersediaan air. Keceh!

Otak Kokok Lombok

Masyarakat juga berbagi ilmu kepada anak-anak sekolah tentang pembibitan (captured by Syafrudin Syafii).

Jika ke sini, sempatkan untuk berjalan-jalan dan berinteraksi dengan warga sekitar. They will be more than happy to host you. Salah satu aktifitas yang bisa dilakukan adalah cow feeding, alias memberi makan sapi. Oya, hampir semua keluarga di desa ini memiliki sapi.

Otak Kokok Lombok

Memberi makan sapi bisa jadi aktifitas yang menarik! (Captured by Nicholas Cegalerba)

Berkunjung ke Otak kokok tak hanya memberikan pengalaman wisata yang asyik tapi juga pengalaman sosial dan budaya lokal yang akan sulit dilupakan.

Wanna experience it all? See you in Lombok!

(Visited 1,025 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Otak Kokok, “Air Terjun Mini” di Lombok Timur' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool