Pacoa Jara Lepadi Dompu, 10 Jam Dari Lombok

Pacoa Jara Lepadi Dompu, 10 Jam Dari Lombok
5 (100%) 1 vote

Sejak suksesnya event perayaan 200 Abad meletusnya Tambora di April tahun 2015 yang lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Dompu melalui Dinas Budaya dan Pariwisatanya jadikan beberapa event wisata sebagai agenda rutin tahunan. Salah satunya, Pacoa Jara atau pacuan kuda dengan arena pacuan kuda di Lepadi kecamatan Pajo. Kabupaten Dompu, satu dari empat kabupaten di Pulau Sumbawa, memiliki banyak spot-spot wisata alternatif. Biasanya diselenggarakan bersamaan dengan momen perayan ultah Dompu pada 11 April, Pacoa Jara sekali waktu bisa dinikmati lebih intens di sesi-sesi latihan. Khusus yang ini, sebaiknya pastikan dengan konfirmasi dulu ke sobat traveler Anda di Dompu atau Disbudpar Dompu.

Akses darat dengan penyeberangan antar pulau, melalui pelabuhan Kayangan di Lombok Timur ke Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat. Range harga tiket bis AKAP, mulai dari puluhan ribu saja dengan DAMRI (akan membutuhkan waktu lama karena moda ini sering berhenti menaik-turunkan penumpang) sampai lebih dari 300 K idr untuk bis-bis eksekutif. Melalui udara, pilihan bisa dengan mendarat di kota Sumbawa atau di kota Bima dengan transit di Bandara Internasional Lombok (BIL) atau Bandara Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali. Jika mendarat di bandara Sultan Muhammad Salahudin kota Bima, sobat Ezy masih harus berkendara sekitar satu setengah jam untuk sampai di salah satu penginapan kota Dompu. Jika memilih menginap di Bima dan ingin langsung nikmati keseruan momen Pacua Jara, membutuhkan sekitar dua jam dan langsung menuju ke arena Lembah Kara Lepadi Dompu.

Pelabuhan Poto Tano Sumbawa dari atas kapal penyeberangan.

Pelabuhan Poto Tano Sumbawa dari atas kapal penyeberangan.

Trip saya kali ini, memilih akses darat dan tes kekuatan serta ketahanan karena gunakan motor. Syukurnya, motor cowok dan ditemani kakak saya yang sudah kenyang pengalaman trip lapangan terkait tanggung jawabnya di kantor.
Target mampir dan menginap di rumah keluarga di Utan Sumbawa, kami berangkat dari Selong sekitar pukul 4 sore. Tak antri lama di pelabuhan Kayangan serta menyeberang sekitar 45 menit, keluar dari kompleks pelabuhan Poto Tano kami pun sampai di Utan menjelang maghrib (6 sore). Paman memaksa kami segera istirahat, karena perjalanan Utan ke Dompu masih ratusan kilometer, meski akses tak sampai lebih dari 10 jam karena ruas jalan lebar, mulus serta relatif sepi.

Ruas jalan lintas utara pulau Sumbawa sebagian besar dekat dengan daerah pesisir. Jadi, akan banyak jalan yang berikan pemandangan pantai, bersisian dengan ladang-ladang jagung di musim hujan atau dermaga-dermaga lain di beberapa kecamatan dan desa.

Trip bermotor di lintas Sumbawa Bima.

Trip bermotor di lintas Sumbawa Bima.

Berangkat dari Utan selepas sarapan dan sholat subuh atau sekitar pukul lima pagi, saya dan kakak saya sampai di kota Dompu menjelang sore. Jadi masih ada kesempatan istirahatkan badan selepas perjalanan bermotor sekitar 6 jam. Di tengah perjalanan, saya juga sempat mampir sebentar di kota Sumbawa Besar. Silaturahmi dengan teman kuliah, juga istirahat hilangkan kantuk di satu musholla kecil di desa perbatasan kabupaten Sumbawa dan Dompu.
Hotel-hotel atau penginapan sudah cukup banyak di kota Dompu, range per malam mulai dari 300K idr sampai lebih dari 500 K idr. Namun saya memilih menumpang nginap di kawan-kawan lama yang sempat dekat saat berkomunitas di Universitas Mataram belasan tahun lalu. Rumah kawan saya di daerah Dompu selatan. Akses terdekat menuju desa Lepadi kecamatan Pajo.

Desa Lepadi kecamatan Pajo Dompu.

Desa Lepadi kecamatan Pajo Dompu.

Arena Pacoa Jara Lembah Kara, desa Lepadi Dompu.

Arena Pacoa Jara Lembah Kara, desa Lepadi Dompu.

Taman Makam Pahlawan Dompu.

Taman Makam Pahlawan Dompu.

Pagi hari kedua, saya sudah bersiap menikmati momen Pacua Jara. Sambil menunggu pacuan pertama dimulai, saya mampir juga di kompleks Taman Makam Pahlawan kota Dompu yang berhadap-hadapan dengan arena pacuan kuda. Pohon rindang yang berada persis di depan gerbang tiket arena pacuan masih ada. Di kunjungan pertama saya saat kebetulan bekerja dan berkantor di kecamatan Kempo di awal 2015 lalu, saya bisa puas kelilingi arena. Sayang sekali, koleksi foto khusus saya lenyap gegara abai back up dan harus install ulang PC.

Ramai penonton mulai makin fokus mengawasi persiapan tim dan para joki cilik (anak-anak lelaki berumur kurang dari 10 tahun). Pagar pembatas dari bilah-bilah kayu setinggi dada lelaki dewasa, mencegah masuknya penonton ke arena pacu. Pagar yang sama kelilingi arena di bagian tengah. Segera setelah pacuan pertama mulai, sorak sorai penonton menyemangati pasangan joki dan kuda favorit mengalahkan derap kuda yang berpacu. Tubuh-tubuh mungil para joki bergerak seirama kencangnya derap kuda-kuda mereka. Beberapa putaran dan akhirnya finish, sorak sorai penonton semakin riuh.

Para joki cilik di punggung kuda pacu mereka.

Para joki cilik di punggung kuda pacu mereka.

Di sela pacuan, kuda-kuda gagah di tengah arena pacu mengingatkan saya pada kuda-kuda gagah lainnya yang berlarian lepas di sabana Doro nCanga. Sabana luas di kaki Tambora, di sisi utara Dompu. Juga kawanan kuda yang bermain bebas di pekarangan rumah penduduk kecamatan Kempo, kampung di mana saya sempat berkantor selama 6 bulan.

Sabana luas di kaki Tambora, 'rumah' asli kuda-kuda Pacoa Jara

Sabana luas di kaki Tambora, ‘rumah’ asli kuda-kuda Pacoa Jara

Kawanan kerbau yang juga kerap kita jumpai saat melintas di sabana Doro nCanga.

Kawanan kerbau yang juga kerap kita jumpai saat melintas di sabana Doro nCanga.

Doro: Gunung, nCanga:bercabang, ikon lain sabana Doro nCanga Dompu.

Doro: Gunung, nCanga:bercabang, ikon lain sabana Doro nCanga Dompu.

Kuda-kuda milik penduduk di kecamatan Kempo Dompu.

Kuda-kuda milik penduduk di kecamatan Kempo Dompu.

Saya tak bisa selesaikan pacuan sampai akhir karena ingin lakukan napak tilas trip saya yang berakhir di perburuan sunset pantai Lakey. Hanya saja, kali ini tak ada sunset Lakey karena sore saya berencana kembali ke Lombok.
Memulai trip dari kota Dompu, spot-spot wisata lain yang bisa dikunjungi bersamaan dengan event Pacoa Jara di antaranya Wadu Bunti (batu pengantin), Situs Nangasia (peninggalan gerabah dari kehidupan masa lampau Dompu) dan Lakey (spot pantai surfing).

Wadu Bunti Dompu.

Wadu Bunti Dompu.

Salah satu gerbang masuk menuju pantai Lakey.

Salah satu gerbang masuk menuju pantai Lakey.

Selain Lakey, spot Wadu Bunti dan Nangasia sebaiknya ditemani sobat traveler asli Dompu, guide atau private tour. Lokasi dan sejarah yang melatari bisa diperoleh lengkap serta memungkinkan kita berinteraksi dengan warga di sekitar spot wisata. Pengalaman baru, interaksi yang berujung pada pemahaman kearifan khas penduduk Dompu. Bahkan saya sekali pun masih harus ditemani mengingat bahasa tutur kami sangat jauh berbeda.
Siap masukkan Pacoa Jara di skejul trip sobat traveller Ezy? Lingkari tanggal 11 April di kalender trip Anda dan temukan kisah perjalanan baru di Lepadi Dompu.

(Visited 126 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Pacoa Jara Lepadi Dompu, 10 Jam Dari Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool