nyepi-di-lombok

Pawai ogoh-ogoh dan perang api tradisi jelang nyepi di Lombok yang bisa kalian ikuti dalam sehari

Pawai ogoh-ogoh dan perang api tradisi jelang nyepi di Lombok yang bisa kalian ikuti dalam sehari
Vote Us

Berhubung beberapa waktu lalu adalah Hari Raya Nyepi, saya mau cerita tentang serba-serbi perayaan Nyepi di Lombok terutama tentang dua tradisi budaya yang biasanya sangat identik dengan Nyepi di Lombok yaitu, pawai ogoh-ogoh dan perang api. Kalau perang api, beberapa tahun belakangan saya tetap ikuti keseruannya dan tahun ini pun nggak kalah gregetnya! Kalau soal ogoh-ogoh, pada tahun-tahun sebelumnya saya banyak melewatkannya, tapi tahun ini i joined the crowd! Seperti apa ceritanya? Here i want to tell you.

pawai ogoh-ogoh

Ogoh-ogohnya selfie!

Setiap tahun menjelang perayaan hari raya nyepi di Lombok diselenggarakan parade ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan seni patung representasi dari Bhuta Kala yaitu perwujudan makhluk yang besar dan menyeramkan yang biasanya diarak beramai-ramai sebelum hari raya nyepi. Ogoh-ogoh ini merupakan cerminan sifat-sifat negatif yang ada pada diri manusia. Arak-arakan ogoh-ogoh ini konon disebut bertujuan agar kekuatan negatif yang ada di sekitar ikut bersama ogoh-ogoh dimana pada akhirnya nanti, setelah diarak ogoh-ogoh akan dibakar sebagai simbol pembakaran/pemusnahan segala sifat-sifat buruk manusia sehingga masyarakat siap menjalani nyepi dan tahun baru dengan diri yang baru.

pawai ogoh-ogoh

Di Lombok, pawai ogoh-ogoh biasanya diadakan di beberapa daerah yang memang didominasi oleh umat hindu. Namun, setiap tahunnya parade ogoh-ogoh terpusat di Jl. Pejanggik, Kota Mataram, Lombok. Tahun 2017 ini bertepatan dengan tanggal 27 Maret adalah untuk pertama kalinya saya ikut keramaian pawai ogoh-ogoh. Siang itu saya berangkat dari rumah dan parkir motor di Mataram Mall dan ternyata semua orang baik yang mengarak ogoh-ogoh dan yang mau menonton sudah tumpah ruah di sepanjang Jl. Pejanggik, Cakranegara, Kota Mataram. What a day! That was super hot and so crowded. Saat saya datang ogoh-ogoh masih bersiap-siap untuk diarak dan menunggu giliran untuk berjalan dalam arak-arakan. Mumpung acara arak-arakannya belum mulai saya dan begitu banyak penonton masih bisa kesana-kemari ditengah peserta yang sedang bersiap-siap.

pawai ogoh-ogoh

Saya mulai berjalan dari depan Mataram Mall menyusuri Jl. Pejanggik melihat-lihat beragam bentuk dan rupa ogoh-ogoh hasil kreasi para peserta pawai. Tidak jarang saya temukan orang-orang begitu antusias dan tertarik melihat ogoh-ogoh dan selfie bersama ogoh-ogoh. Selain sebagai tradisi umat hindu menjelang hari raya nyepi, pawai ogoh-ogoh ini di sisi lain menjadi hiburan bagi masyarakat luas. Beberapa wisatawan mancanegara pun terlihat ikut mondar-mandir motret sana-sini di tengah keriuhan dan keramaian. Hampir sejam atau dua jam saya ikut desak-desakkan di tengah seratus lebih ogoh-ogoh dan ribuan masyarakat, juga setelah merasa cukup memotret, saya pun akhirnya memutuskan pulang dulu untuk nantinya bersiap-siap menyaksikan perang api.

pawai ogoh-ogoh

Penonton perang api.

Kemudian sekitar pukul lima sore saya pun meluncur ke Lingkungan Negara Sakah, Sweta, Mataram, tempat lokasi dimana perang api terjadi. Nggak di sangka ternyata lokasi tersebut sudah ramai dan dikerumuni banyak orang. Saya agak telat dan langsung parkir motor kemudian menembus keramain mencari tempat aman untuk menyaksikan perang api. Syukur saat itu belum mulai. Akhirnya ada bapak-bapak yang baik hati kasi saya tempat untuk berdiri sehingga saya bisa sedikit leluasa mengambil gambar. Terlihat para penonton dan peserta begitu tak sabar memulai perang.

pawai ogoh-ogoh

Bobok dinyalakan.

Bobok pun telah dibakar dan kedua kubu mulai saring serang diikuti keriuhan dan abu pekat yang sontak membuat suasana tampak kacau. Hanya beberapa detik saya bisa mendapat gambar yang jelas. Setelahnya saya berusaha menerobos kerumunan umat yang berperang namun tetap saja tidak berhasil menyaksikan dengan jelas apa yang kemudian terjadi, kecuali hanya suara keributan yang jelas terdengar dan peluit yang kemudian terdengar menandakan berakhirnya perang api. It was so fast! Walaupun sebelumnya saya pernah ikut perang api, tapi gregetnya selalu beda. Selalu seru!

pawai ogoh-ogoh

Captured!

Kira-kira begitulah gambaran singkat dua tradisi Lombok yaitu ogoh-ogoh dan perang api yang bisa kalian ikuti dalam sehari yang nggak boleh terlewatkan. Pawai ogoh-ogoh biasanya mulai saat siang hari jam 12-an sudah ramai. Datang lebih awal biar kalian bisa sedikit leluasa jika ingin foto-foto. Sementara perang api, jangan datang jam lima kayak saya, datanglah sekitar pukul tiga atau empat sore agar supaya bisa dapat tempat aman untuk nangkring menyaksikan perang api.

Ada promo tiket pesawat buat ke Lombok nih! Gak cuma itu aja, bisa jalan-jalan hemat dengan booking hotel murah dan paket tour. Yuk siap-siap liburan!

Beruntunglah kalian Ezytravelers yang sedang menginap di hotel-hotel sekitar daerah Cakranegara dan Sweta juga sekitarnya, karena berdekatan dengan lokasi kedua acara tersebut dan bisa dengan mudah menyaksikan dua tradisi ini dengan bermodal berjalan kaki ataupun ojek. Gimana kalau yang mungkin sedang menginap di beberapa hotel yang agak jauh dari daerah tersebut? Kalau nggak mau pakai angkot Ezytravelers bisa nyobain ojek online yang sekarang sudah mulai berkeliaran di Lombok untuk memudahkan.

Jadi kapan kalian ke Lombok? Kalau mau ikutan arak-arakan ogoh-ogoh dan ikut perang api, ingat ingat dan agendakan ke Lombok pas dekat-dekat dengan hari raya nyepi!

Selipkan agenda menyaksikan wisata budaya dan wisata kuliner juga ketika kalian di Lombok. 🙂

(Visited 79 times, 1 visits today)


About

wandergirl | a lil daughter | weirdo | journeylist


'Pawai ogoh-ogoh dan perang api tradisi jelang nyepi di Lombok yang bisa kalian ikuti dalam sehari' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool