Perjuangan Menuju Air Terjun Sekeper, Lombok Utara

Perjuangan Menuju Air Terjun Sekeper, Lombok Utara
5 (100%) 2 votes

Siapa yang tidak kenal Pulau Lombok?! Pulau yang terkenal dengan pesona pantainya yang sangat menakjubkan. Nah, selain pantai-pantainya yang bening dan kadang bikin baper, Pulau Lombok juga ternyata menyimpan berbagai pesona keindahan alam lainnya, salah satunya adalah air terjun. Di Pulau Lombok, banyak sekali terdapat air terjun yang tersebar di beberapa tempat, salah satu nya adalah air terjun Sekeper yang terletak di Desa Santong, Kabupaten Lombok Utara.

Well, pada postingan saya kali ini, saya akan menceritakan petualangan saya menuju air terjun Sekeper yang konon katanya merupakan air terjun tertinggi di Pulau Lombok. Oh, wow! Weekend kali ini, sebenarnya saya akan pergi snorkeling trip ke daerah Tanjung Luar bersama teman-teman KKN waktu kuliah dulu. Namun, karena ketua geng nya tiba-tiba diputusin sama ceweknya dan jadi baper, maka snorkeling trip yang udah direncanain dengan matang malam sebelumnya harus dibatalkan. What the…. Tapi ya sudahlah.

Gak mau ambil pusing dan gak mau ikut-ikutan baper, akhirnya saya iseng-iseng menghubungi teman saya yang lain, kali aja mereka mau diajakin jalan-jalan. Oh yeah! I am lucky! Ternyata empat orang teman saya berencana untuk pergi ke air terjun dan saya pun meminta ijin untuk bergabung. Okeh, tujuan berubah, dari pantai menjadi air terjun. Yah, asik juga kayaknya sesekali main ke air terjun.

Singkat cerita, akhirnya kami bertemu di meeting point dan langsung meluncur menuju air terjun Sekeper yang terletak di Desa Santong, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Setelah menempuh rute yang panjang dari Mataram, rutenya adalah Mataram-Pusuk-Tanjung-Gangga-Santong, akhirnya kami tiba di kawasan Desa Santong dan memarkirkan kendaraan kami di tempat penitipan dan membayar uang masuk sekitar 5.000 rupiah/orang. Jarak dari tempat penitipan motor sampai air terjun Sekeper kira-kira 2-3 jam dengan trekking melewati medan yang cukup menantang.

Medan pertama yang kami lewati adalah jalan setapak yang sedikit menanjak melewati perkebunan kakao dan kopi milik warga. Disini trek-nya masih mudah dilalui dan sangat rimbun, jadi teman-teman gak usah takut kepanasan. Sekitar 15 menitan melewati medan pertama, kami kemudian mulai memasuki medan kedua. Di medan yang kedua ini, treknya semakin menanjak dan kami mulai memasuki kawasan hutan yang ditumbuhi oleh pohon-pohon raksasa. Suasana hutannya sangat sepi karena tidak ada penduduk yang tinggal di sekitar hutan ini. Agak ngeri juga sih berjalan di tengah hutan yang sepi dan rimbun, apalagi kalau tiba-tiba ada Hiu, eh, Harimau yang lewat. Akan jadi sangat tidak lucu ketika asyik jalan trus di sapa Harimau. Tapi, karena dasar teman-teman saya gokil dan tengil semua, jadi selama perjalanan kami tak henti-hentinya membuat kelucuan sampai gak sadar kalau kami sudah tiba di puncak tertinggi di hutan ini.

Air Terjun Sekeper Lombok

Medan Pertama

Air Terjun Sekeper Lombok

Mulai Memasuki Medan yang kedua

Kita udah jalan 2 jam kok gak nyampe-nyampe ya?” Tanya salah satu teman saya.

Udah bener gak jalannya nih?” Saya ikutan nanya.

And guess what? Teman saya, yang notabene-nya anak gunung, yang jadi pemimpin petualangan hari ini, dengan santai dan muka polos menjawab, “nah, saya juga gak tau jalurnya udah bener atau gak, ini pertama kalinya juga saya kesini“.

Whhooaaa…. What the..! It, indirectly, means kami sedang nyasar. Kami semua diam membisu dengan keringat yang bercucuran, saling pandang satu sama lain dan ber-ceka-ceka ria.

Tapi tenang aja, jalur kita udah bener kok, tinggal dikit lagi mungkin. Dari yang saya baca di om gugel, jalur kita udah benar” tambah si ketua geng dengan muka polos.

Look who’s talking?! Ya elah, gue kiraen ente udah pernah kesini dan hafal jalan. Taunya pake acara nyasar juga” sahut teman saya yang satuan.

Jangan panik, kita pasti nyampe kok, tenang aja” si ketua geng mencoba meyakinkan kami. Okay, sedikit lagi guys!

Akhirnya kami memutuskan untuk lanjut berjalan dengan medan yang semakin menanjak. Well, well, well, bunyi gemercik air mulai terdengar di kejauhan dan itu artinya air terjun nya sudah dekat. Kami bertambah semangat dan berjalan dengan riang gembira. Ketika asik berjalan, tiba-tiba sesuatu bergerak di tengah rerimbunan semak-semak. Karena agak parno kali ya, kami mengira itu Paus, eh, Singa yang akan menyergap kami. Kami pun menghentikan langkah kami dan siap mengambil langkah seribu. Tak lama kemudian, sesuatu keluar dari semak-semak itu, namun bukan Paus atau Singa yang keluar, tapi bapak-bapak setengah baya yang sedang mencari sesuatu di hutan. *sigh*

Mau kemana mas?” Tanya si bapak.

Ke air terjun Sekeper, Pak” jawab kami dengan kompak.

Wah, mas-masnya sudah kejauhan ini jalannya” kata si Bapak.

Seriously! Waduhh, terus jalannya lewat mana, Pak?” Tanya salah seorang teman saya.

Sebenernya tadi, sekitar 1 atau 2 kilo ke bawah, ada jalan setapak kecil belok ke kanan. Mas tinggal ikutin jalan itu. Nanti langsung menuju air terjun” Jawab si Bapak.

Kalo lolos ini gak bisa nyampe air terjun, Pak?” Tanya teman saya yang satuannya lagi.

Kalo lolos, masnya nanti nyampe di puncak nya air terjun. Di atasnya air terjun” jawab si Bapak lagi.

Jadi kami harus balik lagi ya, Pak? Atau mungkin ada jalan lain, Pak?” Tanya saya.

Iya mas, bagusnya sih balik. Tapi kalo mau, mas bisa turunin tebing sebelah kanan ini, setelah itu nanti nemu jalan setapaknya. Terus tinggal ikutin jalan setapak, nanti nyampai air terjun” Jawab si Bapak (lagi).

Oke Pak, terima kasih banyak atas informasi dan bantuannya” ucap si ketua geng.

Baik mas, hati-hati ya” jawab si Bapak sambil berjalan meninggalkan kami.

Kami kemudian diam sejenak dan mulai berdiskusi untuk memilih rute mana yang akan kami pilih. Balik sejauh 1-2 kilo, turunin tebing atau pulang ke rumah dan mission failed. Aanndd finally, kami memilih untuk menuruni tebing. The route has been decided, so let’s start walking guys. Kami mulai berjalan menuruni tebing. Keadaan tebingnya cukup curam, ditumbuhi banyak semak-semak dan kelihatan sedikit mengerikan. Tapi demi mencapai air terjun Sekeper, kami langsung berjalan menerjang rimbunnya semak-semak menuruni tebing dengan penuh kewaspadaan. Setelah berjibaku dengan medan yang cukup wow ini, akhirnya kami tiba di bawah dengan selamat dan menemukan jalan setapaknya. Oh, finally! Sekarang, kami tinggal mengikuti jalan setapak yang menurun melewati lembah ini. Oh ya, di sepanjang jalan ini ada salah satu jenis daun yang kalau disentuh atau gak sengaja kesentuh akan menyebabkan gatal yang sangat luar biasa, so harap gunakan baju lengan panjang dan celana panjang, ya.

Air Terjun Sekeper Lombok

Mulai menuruni tebing

Air Terjun Sekeper Lombok

Trek setelah menuruni tebing

Akhirnya, setelah menuruni jalan setapak yang cukup menantang ini, kami tiba di air terjun Sekeper. Oh, betapa senangnya hati kami melihat kemegahan air terjun Sekeper yang terpampang nyata di depan mata kami. Perasaan lega dan bahagia menyelimuti hati kami. Perjuangan panjang kami untuk mencapai tempat ini tidak sia-sia.

Air Terjun Sekeper Lombok

Jalan setapak menuruni lembah

Air Terjun Sekeper Lombok

Air Terjun Sekeper, Finally!

Air Terjun Sekeper Lombok

Seolah-seolah terhipnotis dengan pesona air terjun Sekeper ini, kami langsung melepas semua barang kami dan nyebur di aliran airnya yang super duper dingin. Rasanya benar-benar segar. Badan kami yang udah gak jelas rupanya dan dipenuhi keringat langsung segar kembali setelah berendam di bawah air terjun ini. Sambil berendam, kami dengan santai menikmati segala keindahan air terjun ini dan kami sangat dibuat takjub. Air terjunnya benar-benar tinggi dan jatuhan airnya benar-benar deras. What an amazing view!

Air Terjun Sekeper Lombok

Air Terjun Sekeper Lombok

Air Terjun Sekeper Lombok

Tak terasa asyik berendam, perut kami mulai keroncongan dan itu tandanya kami harus segera menyantap makan siang yang kami bawa. Kami kemudian menyantap nasi yang kami bawa sambil menikmati pemandangan air terjun ditemani suara gemercik air yang membuat suasananya menjadi sangat syahdu. So quiet and peaceful!

Perut sudah terisi dan kami memutuskan untuk kembali berendam dan mengeskplor setiap sudut air terjun Sekeper ini serta tidak lupa mengambil beberapa foto biar gak dikira hoax. Kami mulai memanjat bebatuan dan berendam di kolam-kolam yang ada di aliran air terjun. Air terjun yang tinggi, tebing batu yang berwarna kehijauan karena ditutupi tumbuhan, bebatuan, aliran sungai dan suara gemercik air menyatu membentuk satu kesatuan yang harmonis. Sungguh nikmat!

Air Terjun Sekeper Lombok

Air Terjun Sekeper Lombok

Air Terjun Sekeper Lombok

Tak terasa waktu sangat cepat berlalu dan jam pada waktu itu telah menunjukkan pukul 15.00. Agar tidak pulang kemaleman, kami dengan sangat berat hati mulai beranjak dari tempat yang sungguh menakjubkan ini. Kali ini, dengan mengikuti rute yang benar dan seharusnya kami lewati dari awal, akhirnya kami tiba di tempat penitipan kendaraan dengan selamat. Well, it was, totally, a daring adventure!

Cukup sampai disini dulu kisah petualangan saya menuju air terjun Sekeper. Bagi teman-teman yang hobi trekking, maka spot yang satu ini wajib dicoba.

Sekian!

(Visited 698 times, 1 visits today)


About

Son of the Beach


'Perjuangan Menuju Air Terjun Sekeper, Lombok Utara' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool