Poteng Jaje Tujak, Jajanan Legit Khas Lombok

Vote Us

Salah satu aspek paling menarik dari setiap perjalanan mengunjungi tempat baru adalah kuliner khas daerah tersebut. So, sudah bukan hal baru lagi saban ada teman yang baru kali pertama ke Lombok lantas merajuk minta diantar berburu pelecing atau ayam taliwang. It’s soooo Lombok, yeah.  Bagi yang sudah kali ke sekian ke Lombok biasanya mulai bertanya, “apa lagi nih yang bisa gue coba?” Hehehe.. No worries, di Lombok ada banyaaaaak pilihan kuliner yang bisa dicoba.

Salah satunya yang legend banget dan khas adalah “poteng jaje tujak”. Kalo untuk makanan berat, Lombok identik dengan pelecing dan ayam taliwang, maka kalau bicara jajanan, poteng jaje tujak lah jawabannya!

Penampakan si legit jaje tujak dan poteng (foto: speaker kampung)

Penampakan si legit jaje tujak dan poteng (foto: speaker kampung)

Cara paling asyik menikmati kuliner lokal adalah dengan hadir langsung di mana kuliner tersebut dibuat. Sensasinya akan berbeda, jika kuliner tersebut sudah masuk toko. Nah, kali ini saya ingin berbagi cerita seputar poteng jaje tujak, yes I become one of helpers of jaje tujak making process. Nggak tanggung-tanggung, saya menyaksikan sendiri bagaimana kelompok wanita di kampung membuat sekian-loyang jaje tujak dari 50 kg ketan putih. Another unique thing that’s sooo Lombok. Fyi, poteng jaje tujak umumnya hanya dibuat pada momen-momen tertentu, seperti lebaran atau begawe (kenduri). Di hari-hari biasa, agak jarang menjumpai masyarakat membuat jajanan ini, kecuali ada request tertentu.

Persiapan giling kelapa

Persiapan giling kelapa

Poteng jaje tujak adalah kombinasi dua jenis makanan. Poteng dalam bahasa indonesia adalah tape, yang tidak sulit ditemukan di daerah lain di Indonesia. Sedangkan jaje tujak adalah pasangan setia poteng, hehehe. Ibaratnya nih, nggak akan afdhol makan jaje tujak tanpa poteng. Pun poteng akan terhidang sia-sia jika tak ada jaje tujak. Bahan utama jajanan ini adalah ketan putih dan kelapa parut. Umumnya, satu porsi bundar jaje tujak ukuran mini dibuat dari 1 kg ketan putih dan 1 butir kelapa ukuran kecil sampai sedang.

Menunggu matang...blurry look

Menunggu matang…blurry look

Proses pembuatannya memakan waktu yang cukup lama. Pertama, ketan harus direndam terlebih dahulu selama 3-5 jam, kemudian dikukus sampai setengah matang. Selanjutnya dicampur dengan kelapa yang sudah diparut dan dikukus lagi sampai benar-benar matang. Proses pengukusan, campur dan kukus lagi ini memakan waktu sekitar 1 sampai 1,5 jam.

Proses tujak

Proses tujak

Butuh sedikit energi untuk melakukan proses tujak a.k.a tumbuk

Butuh sedikit energi untuk melakukan proses tujak a.k.a tumbuk

Kerjasama ibu-ibu

Kerjasama ibu-ibu

Nah sekarang disini keseruan dimulai: tahap di-tujak. Tujak dalam bahasa Sasak juga berarti tumbuk atau pukul. Adonan matang tersebut dipisah-pisahkan ke dalam ember kecil dan ditumbuk menggunakan alu sampai teksturnya menjadi lebih halus. Jaje tujak yang sudah selseai kemudian dipindahkan ke wadah dan dibentuk pola pinggirannya menggunakan daun (busung) kelapa. Bagian atas kemudian diratakan kembali dengan ditekan-tekan menggunakan daun agar terlihat rapi. That’s it, ready to serve!

Proses finishing

Proses finishing

Look who's trying that, hehehe

Look who’s trying that, hehehe

Poteng sendiri biasanya dibuat seminggu sebelum jaje tujak dibuat. Tentunya agar saat jaje tujak siap, maka potengnya sudah matang. Butuh waktu sekitar 4-6 hari agar tape poteng masak dengan sempurna. Dalam pembuatan poteng ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh si pembuat. Misalnya, poteng tidak boleh dibuat oleh perempuan yang sedang berhalangan (haid/menstruasi). Alat-alat dan bahan pun harus dipastikan bersih sebelum digunakan, termasuk kebersihan juru masaknya. Hehe. Ada juga yang bilang bahwa sebelum ragi tape ditabur, si juru masak harus ber-wudhu terlebih dahulu. Itu jika ditilik dari segi kepercayaan dan kearifan lokal. Well, penjelasan ilmiahnya, bisa jadi karena ragi tape (yeast) sangat sensitif, jadi faktor kebersihan memang harus diperhatikan agar hasilnya maksimal dan dapat dipastikan tidak ada jamur atau mikroorganisme lain yang numpang tumbuh di tape yang dibuat.

Serving time

Serving time

 

Bagi saya, hal menarik lain yang dapat saya tangkap adalah momen kebersamaan saat proses pembuatan jaje tujak. Bayangkan saja, kelompok perempuan akan berkumpul dan membagi diri berdasarkan tugas masing-masing. Ada yang menunggui adonan, lainnya berkumpul membentuk lingkaran dengan alu di tangan dan ember cetakan di depan mereka. Kelompok yang lain sigap menunggu memastikan bentuk jaje tujak bulat pipih sempurna. Di momen inilah biasanya mereka bertukar cerita, saling ledek dan bercanda. Such a sweet collaboration! I know you can buy jaje tujak in stores or markets, but you can’t buy the experience of watching real togetherness just by making a jaje tujak cake in the village.

Moment of togetherness

Moment of togetherness

How does it taste?

I LOVE IT! Yes, to my own taste, it’s so yummy and legit. Jaje tujak dengan tekstur yang lembut dan rasa yang gurih berpadu dengan manisnya tape poteng. It’s heaven! Oyaaa..biasanya jajanan ini disajikan dengan teh hangat atau kopi. Perfecto!

Well, that’s it!

By the way, kalau teman-teman berencana ke Lombok dan ingin melihat atau membuat langsung jaje tujak dan poteng, just let us know, we’ll be glad to let you experience this in a very personal way! Yuk rencanakan liburanmu ke Lombok!

 

 

 

(Visited 279 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Poteng Jaje Tujak, Jajanan Legit Khas Lombok' have 1 comment

  1. October 23, 2016 @ 10:15 pm nina

    nice post, sweety! pernah gak nanya arti daun yg disilang di atas jaje tujak? hihihi.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool