Pulau Karang Mati Lombok

Mengunjungi Pulau Karang Mati, Lombok Timur

Mengunjungi Pulau Karang Mati, Lombok Timur
5 (100%) 3 votes

Di Pulau Lombok banyak sekali terdapat gili. Gili adalah sebutan bagi pulau kecil yang dikelilingi oleh lautan. Gili-gili atau pulau kecil ini ada yang berpenghuni dan ada juga yang tidak berpenghuni, ada yang besar dan luas namun tak sedikit yang mungil dan sempit. Ada juga gili yang sebagian besar wilayahnya didominasi oleh bebatuan, perbukitan atau hutan bakau. Nah, dari sekian banyak gili, ada salah satu jenis gili yang disebut dengan gosong. Gosong adalah bentukan daratan yang terkurung atau menjorok pada suatu perairan, biasanya terbentuk dari pasir, sisa-sisa karang yang telah mati, dan atau kerikil. Gosong ini akan muncul ke permukaan laut ketika air laut sedang surut dan akan tenggelam atau hilang ketika air laut kembali pasang.

Di Pulau Lombok, ada terdapat beberapa Gosong, yaitu: Gili Kapal di Sambelia, Gili Pasir di Tanjung Luar, Biras Bosang di Sekotong dan Pulau Karang Mati di Desa Sugian, Sambelia, Lombok Timur.

Weekend kemarin, saya dan salah seorang teman saya berkesempatan untuk mengunjungi Pulau Karang Mati yang terletak di Desa Sugian, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur ini.

Sebenarnya saya tidak sengaja mengunjungi pulau kecil yang terbentuk dari kumpulan karang-karang mati ini. Waktu itu, saya dan salah seorang teman saya sebenarnya sedang jalan-jalan keliling dari Mataram menuju Tanjung kemudian berlanjut ke Obel-Obel sampai Sambelia. Nah, ketika berada di kawasan perbukitan Desa Obel-Obel, kami melihat di kejauhan sebuah pulau kecil berwarna putih yang terlihat begitu indah. Pulau kecil itu terletak tepat di sebelah utara Gili Lawang.

Pulau Karang Mati Lombok

Karena penasaran dengan Pulau Karang Mati Lombok itu kami pun langsung meluncur mencari tempat penyebrangan. And well, ternyata agak susah mencari tempat penyebrangan menuju pulau kecil itu dan kami sempat nyasar beberapa kali ketika berusaha menemukan tempat penyebrangan.

Pada akhirnya, kami berdua menemukan seorang nelayan yang sedang memperbaiki jaringnya. Kami kemudian bertanya kepada si bapak nelayan apakah beliau bisa mengantar kami ke Pulau Karang Mati Lombok yang kami lihat itu atau tidak. Setelah bernegosiasi, akhirnya si bapak bersedia untuk mengantarkan kami. Setelah semuanya siap, kami pun naik ke atas perahu si bapak yang hanya muat untuk tiga orang ini.

Mesin dinyalakan dan kami pun mulai berlayar. Here we go!

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok

Keadaan ombak pada saat itu sangat tenang sehingga perahu kami berlayar dengan mulus tanpa guncangan. Dari perahu, Pulau Karang Mati Lombok yang ada di depan kami terlihat semakin jelas. Setelah 20 menitan berlayar, akhirnya kami pun tiba di Pulau Karang Mati Lombok ini. Beruntung, waktu itu pulau nya masih terlihat dan belum tertutup air pasang laut.

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok ini, sesuai namanya, terbentuk dan didominasi oleh karang-karang berwarna putih kecoklatan yang sudah mati/hancur. Tekstur karangnya cukup tajam dan akan terasa perih di kaki ketika diinjak. Jadi, sangat disarankan untuk menggunakan sepatu/sandal ketika berkunjung. Pulau ini tidak begitu besar, luasnya kira-kira 10 x 3 meter. Perairan di sekitar pulau karang mati ini pun cukup tenang, tidak berombak, dangkal dan sangat bening. Selain itu, kondisi pulau ini sangat-sangat bersih. Tidak ada sampah yang terlihat di sekitar pulau ini. Dan menurut penuturan si bapak boatman, pulau ini kerap kali dijadikan sebagai tempat untuk istirahat oleh para pemancing dan nelayan.

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok

Melihat semua keindahan yang terpampang nyata di depan mata ini, kami menjadi sangat tidak sabar untuk segera berenang di pantainya yang terlihat semakin menggoda. Akhirnya, tanpa pikir panjang kami langsung melepas pakaian dan langsung berenang dengan bersuka ria di pantainya yang sangat-sangat bening ini.

Pulau Karang Mati Lombok

Selain pantainya yang indah, ternyata panorama bawah laut Pulau Karang Mati Lombok ini juga cukup menakjubkan. Banyak terdapat berbagai macam dan jenis terumbu karang yang masih terlihat sehat. Dan di beberapa bagian karang, banyak juga terdapat ikan-ikan kecil yang terlihat cukup imut berenang dengan bebas dan saling kejar satu sama lain.

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok

Oh ya, satu catatan, harap berhati-hati dengan bulu babi ketika berenang karena di beberapa bagian pantai, ada banyak terdapat kumpulan bulu babi. Yah, akan menjadi sangat tidak lucu ketika asyik berenang tiba-tiba menginjak bulu babi ini. Rasanya gak usah ditanya lagi. Sangat-sangat sakit, lebih sakit daripada digigit semut dan bahkan bisa menyebabkan pingsan bagi yang tidak kuat menahan rasa sakitnya.

Setelah puas berendam dan berenang, kami kemudian mengambil beberapa foto Pulau Karang Mati Lombok ini dan beristirahat sambil menikmati panorama sekitar yang terlihat begitu memukau ditemani cemilan yang terasa sangat gurih. What a perfect day!

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok

Pulau Karang Mati Lombok

Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Sebenarnya kami ingin berlama-lama menikmati pesona Pulau Karang Mati Lombok ini, tapi waktu belum mengizinkan. Kami kemudian bergegas untuk segera pulang karena jauhnya jarak yang akan kami tempuh.

Well, itulah kisah petualangan saya weekend ini. Buat teman-teman yang belum punya tujuan untuk ber-weekend ria, maka spot keren yang satu ini bisa dijadikan pilihan.

Happy weekend, guys!

Ciao!

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 340 times, 1 visits today)


About

Son of the Beach


'Mengunjungi Pulau Karang Mati, Lombok Timur' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool