Raden Fulan-Dende Fulana, Jejak Lombok Mirah Sasak Adi

Raden Fulan-Dende Fulana, Jejak Lombok Mirah Sasak Adi
2.33 (46.67%) 6 votes

Suku Sasak, populasi hampir 70% dari sekitar tiga jutaan total populasi penduduk yang saat ini mendiami Pulau Lombok. Suku terbesar dan suku asli pulau Lombok. Meski juga sudah banyak suku pendatang dari suku-suku terbesar Indonesia seperti Jawa, Bali dan Sumbawa karena lokasi yang paling dekat, pun suku-suku lainnya seperti Arab, Cina, Melayu, Bugis dan Mbojo (Bima dan Dompu).
Stratifikasi Sosial Suku Sasak

Selain dari banyak referensi, baik ilmiah pun kisah lisan turun temurun, suku Sasak umumnya distratifikasi menjadi tiga kelas sosial.

Pertama, gelar bangsawan tertinggi yaitu Raden bagi lelaki dan Dende bagi perempuan.

Gadis Sasak

Dedare (Gadis) Sasak

Kedua, masih untuk gelar kebangsawanan yaitu Lalu untuk lelaki dan Baiq atau Lale untuk perempuan.
Kelas sosial terakhir (saya pribadi tidak menyukai ‘istilah’ ‘terendah’), yaitu para Amaq (bapak, lelaki) dan Inaq (ibu, perempuan). Sering juga diistilahkan para Amaq dan Inaq Kangkung.

Pemuda Sasak dan Gendang Beleq

Bajang (Pemuda) Sasak dan Gendang Beleq

Stratifikasi ini memiliki sejarah yang tidak jauh berbeda dari kelas-kelas sosial yang terdapat di suku-suku lainnya di Indonesia. Terbesar karena sejarah kerajaan Hindu dari jaman Majapahit dulu, yang kemudian semakin melebur dengan mulai masuknya pengaruh agama Islam di hampir semua kerajaan lokal yang tersebar di kepulauan Nusantara.

Seorang karib keturunan Arab sempat berbagi kisah, bagaimana sulitnya ia yang seorang perempuan dengan gelar bangsawan sesuai budaya Arab ketika ingin mensahkan cintanya pada seorang tak bergelar, pun bukan sesama keturunan Arab, ke jenjang pernikahan. Satu paradoks dimana Arab cukup identik dengan islam, agama yang menafikan pembedaan kelas sosial.

Kembali ke kelas-kelas sosial suku Sasak, garis patrial atau garis kebapakan yang dianut menyebabkan ‘pewarisan’ gelar-gelar kebangsawanan mengikuti garis keturunan ayah. Akan putus ketika seorang Dende menikah dengan amaq kangkung, maka seluruh keturunannya terhapus dari gelar Raden atau Dende. Pemisalan yang bahkan di 2015 ini pun masih termasuk ekstrim, namun sudah jamak terjadi pada para baiq (kelas bangsawan ‘lapis ke2’).
Seberapa Penting Stratifikasi Sosial Ini?

Dedare dan Bajang Sasak

Dedare dan Bajang Sasak

Pengaruh dari semakin tingginya pendidikan yang telah ditempuh para terune (pemuda) dan dedare (Gadis) Sasak, pun globalisasi industri membuat stratifikasi sosial ini sudah tidak terlalu berpengaruh.
Namun tentu saja masih banyak keluarga besar yang memelihara dengan baik adat-istiadat, serta tata krama sesuai kelas sosial yang dimiliki.

Selain efek-efek positif, dimana keluhuran budi dan moralitas tinggi yang dipelihara, salah satu efek minus dari stratifikasi sosial ini, munculnya generasi dedare toaq (perawan tua) karena tingginya standar mahar yang disebabkan strata sosial mereka.

Saya sendiri memiliki keluarga besar dengan garis keturunan Lalu dan Baiq dari bapak dan mamak saya. Namun, ketika saya pertanyakan ke Bapak, mengapa Baiq tak tersematkan di nama-nama resmi saya, jawaban Bapak memaksa saya merenung dalam, “Untuk apa?”.

Ya, untuk apa? Pintarkah saya jika Baiq harus selalu tertulis di depan nama pemberian Bapak? Pastikah saya menjadi seseorang yang terbaik dengan gelar tersebut?

Stratifikasi sosial hendaknya diteruskan, hanya dan demi terjaganya standar-standar moral Lombok Sasak Mirah Adi di setiap generasi penerusnya. Lombok dari kata Lomboq yang lurus, Sasak atau Sa’saq berarti kenyataan, Mirah adalah Permata dan Adhi atau Adi yaitu Yang Utama. Tercatat di Kekawin Negarakretagama Mpu Prapanca, kitab gubahan berisi sejarah kekuasaan dan pemerintahan kerajaan Majapahit dulu. Lombok Sasak Mirah Adhi, kejujuran adalah permata kenyataan yang baik atau utama

Berbagai Sumber : Wikipedia

(Visited 2,178 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Raden Fulan-Dende Fulana, Jejak Lombok Mirah Sasak Adi' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool