Ritual adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan

Ritual Adat Rebo Buntung Pringgabaya Lombok

Vote Us

Ritual adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan di Pantai Tanjung Menangis Pringgabaya Lombok Timur (Lotim) kini menjadi acara budaya rutin tahunan.

Dimulai Rabu 16 Nopember atau bertepatan dengan Rabu terakhir bulan Safar di kalender Hijriah (kalender muslim), rangkaian acara adat masyarakat pesisir ini dipusatkan di pantai Tanjung Menangis dan pantai Ketapang.

Pantai Tanjung Menangis spot Ritual Adat Rebo Buntung

Pantai Tanjung Menangis spot Ritual Adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan Pringgabaya

Keseluruhan prosesi adat sebenarnya telah dimulai di awal bulan Safar. Tapi tenaaang, Ezytravelers cukup luangkan pekan terakhir bulan Safar (untuk tahun 2016, bertepatan di minggu ke-3 Nopember, tahun depan kemungkinan akan dilaksanakan di awal Nopember—menyesuaikan dengan bulan Safar penanggalan Hijriah) untuk saksikan langsung prosesi-prosesi puncak yaitu Rebo Buntung dan Tetulak Tamperannya.

Prosesi Rebo Buntung

Ritual adat Rebo Buntung prinsipnya mewajibkan setiap masyarakat Pringgabaya untuk berkegiatan di luar rumah. Jadi, sepanjang hari saat pelaksanaan rangkaian prosesi ritual adat, segenap lapisan masyarakat sibuk melaksanakan prosesi Rebo Buntung.

Rebo Buntung menjadi puncak prosesi dari tiga rangkaian acara yang dilaksanakan di bulan sebelumnya, tepatnya pada Muharam. Ada Tetulak Desa, Tetulak Gubuq dan terakhir Tetulak Otak Reban di mana semua mata air di sekitar Pringgabaya didatangi. Inti dari tiga prosesi awal ini yaitu doa bersama seluruh lapisan masyarakat Pringgabaya agar terhindar dari wabah penyakit, bencana alam serta di satu sisi juga sebagai perwujudan rasa syukur atas panen atau hasil melaut yang selama ini diterima.

Tiba di prosesi puncak, sesepuh adat dan tokoh masyarakat yang terlibat di panitia inti mulai bersiap sejak pagi. Pelarungan kepala sapi beserta sesajen pelengkap lainnya, disebut juga Tetulak Tamperan.

Prosesi Awal Ritual Adat Rebo Buntung

Prosesi Awal Ritual Adat Rebo Buntung
Rombongan pembawa sesajen ritual adat Tetulak Tamperan

Rombongan pembawa sesajen ritual adat Tetulak Tamperan

prosesi ritual adat Rebo Butung dan Tetulak Tamperan

prosesi ritual adat Rebo Butung dan Tetulak Tamperan

Saya yang sudah berharap dapat ikuti prosesi puncak ini sejak akhir tahun lalu, abaikan terik menyengat di pantai Tanjung Menangis. Rasa magis menyaksikan langsung urut-urutan prosesi Rebo Buntung, sampai dilarungnya kelengkapan Tetulak Tamperan mengingatkan betapa kita manusia sungguh tak bisa benar-benar terlepas dari alam. Ritual yang sudah dilaksanakan selama seabad lebih ini tetap terasa up to date, tak tergerus perubahan jaman.

Tetulak Tamperan

Prosesi di bawah naungan terpal pelindung dari para sesepuh adat, tokoh masyarakat serta pejabat dan tamu undangan selesai. Iring-iringan pembawa sesajen dan kepala sapi kini bergerak ke pantai. Satu perahu yang telah disiapkan membawa sesajen menunggu, dan segera penuh oleh rombongan pembawa sesajen.

Rombongan pembawa sesajen ritual adat Rebo Buntung

Rombongan pembawa sesajen ritual adat Rebo Buntung

Sesajen ritual adat Rebo Buntung

Sesajen ritual adat Rebo Buntung

Perahu sesajen ritual adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan

Perahu sesajen ritual adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan

Seusai pelarungan sesajen, beramai-ramai masyarakat serta segenap undangan yang hadir santap bersama, dilanjutkan mandi pantai sampai sore hari.

Pantai Ketapang dan pantai Tanjung Menangis terletak di dusun Ketapang kecamatan Pringgabaya. Saat ini ruas jalan raya menuju dua spot pantai cantik yang dilengkapi dermaga mini sudah terhubung dengan banyak daerah lainnya di Lombok. Saya sendiri bisa memilih melalui jalur timur, yaitu Selong-Tanjung-Korleko-Pringgabaya.

Untuk Ezytraveler yang umumnya sering memilih menginap di hotel-hotel terbaik di Senggigi atau kota Mataram Lombok Barat (Lobar), ruas jalan utama lintas tiga kabupaten (Barat, Tengah dan Timur, atau jalan raya pelabuhan Lembar di ujung barat menuju pelabuhan Kayangan di ujung timur Lombok) memastikan akses menuju spot ini mudah dan anti nyasar.

Memilih berangkat selepas subuh, sedikit kemacetan di perempatan pasar Pringgabaya yang juga berdekatan dengan Masjid Besar Jami’ul Khair di Otak Desa Pringgabaya, saya beruntung sampai di spot acara prosesi Rebo Buntung tepat di setengah delapan pagi. Keberuntungan yang rasa-rasanya akan saya akrabi setiap tahun. Siapa tahu ada Ezytraveler yang momen berliburnya bertepatan dengan ritual adat Rebo Buntung dan Tetulak Tamperan kan? Plus, saya pun beruntung menjadi teman trip Ezytraveler? Nggak nolak sayanya sik.

Spot Lokasi Ritual Adat Rebo Buntung

Pantai Tanjung Menangis Yang Ramai

Dua pantai ini juga diakrabi pengunjung di banyak momen lainnya. Misal, demi update event-event budaya dan ritual masyarakat Lotim bagi Ezytraveler, saya menyempatkan kunjungi spot ini di sepekan selepas Hari Raya Idul Fitri atau euphoria perayaan tahun baru Masehi. Huwwwooo, ramai pun! Dermaga beton dengan deretan lampu tenaga matahari, berubah menjadi ‘papan-papan’ loncat para perenang handal. Saya? Cuma perenang pantai kebanyakan, memilih berjalan santai dari pantai dan maksimal berendam di kedalaman air setara perut orang dewasa. 😀

Nungggu apa lagi? Segera jadwalkan liburan kalian ke Lombok. Yuks!

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 163 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Ritual Adat Rebo Buntung Pringgabaya Lombok' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool