Rudat, Seni Tari Tradisional Lombok Bernuansa Islam

Rudat, Seni Tari Tradisional Lombok Bernuansa Islam
5 (100%) 1 vote

Ayo ke Lombok!

Hello guys, para traveller pecinta Lombok. Ketika berbicara travelling ke Lombok, apa yang kamu pikirkan? Berjemur di pantai? Mendaki gunung Rinjani? Mandi di bawah guyuran Air Terjun? Menikmati kuliner Lombok yang mayoritas menggoyang lidah dan nampol mulut? Atau sibuk mencari oleh-oleh seperti tenun dan mutiara? Sebagai traveller, ada baiknya juga peduli pada budaya daerah yang kamu pijaki. Yoi guys, sesekali berwisata ke tempat bersejarah sekaligus mengenal aneka ragam budaya lokal Lombok.

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Salah satu budaya Lombok yang mungkin jarang terdengar oleh para traveler yaitu Rudat. Apa itu Rudat? Nah, pasti kamu bakal bertanya-tanya seperti itu. Rudat merupakan seni tari tradisional suku Sasak, Lombok, yang bernafaskan Islam. Jika ditilik dari sejarah, menurut wikipedia tari Rudat ini berasal dari Turki bersama dengan penyebaran agama Islam di Indonesia pada abad ke-15. Jadi tak jarang, banyak orang yang menonton pertama kali seni tari ini akan langsung merasakan nuansa Islam dan jika memperhatikan kostum yang dikenakan oleh para penarinya, cukup berbeda dengan baju adat Lombok sendiri.

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Rudat merupakan tari dengan gerakan yang sangat familiar dengan gerakan pencak silat. Gerakan-gerakan seperti memasang kuda-kuda, memukul, menendang, dan juga menangkis seakan-akan sedang melakukan gerakan silat. Diiringi dengan tabuhan rebana, biola, jidur dan mandolin, sekilas iringan musik Rudat ini mirip dengan musik Melayu. Cukup unik untuk sebuah seni tari.

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Dulunya tari Rudat ini dijadikan sebagai media dakwah agama Islam, maka kamu tidak perlu merasa heran jika lagu yang dinyanyikan oleh pengiring musik Rudat ini berisikan puji-pujian kepada Tuhan. Lantunan salawat Nabi dan firman-firman Allah dikemas dalam syair pengiring. Namun, semakin ke sini masyarakat Lombok tidak hanya menggunakan Rudat sebagai seni tari untuk berdakwah, tetapi juga dijadikan sebagai hiburan. Tak heran, jika kamu kebetulan bisa menonton seni tari Rudat di sebuah acara pernikahan atau pun khitanan.

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Kostum yang dikenakan pun cukup unik, sekilas seperti prajurit dengan baju yang berwarna terang dan agak mencolok, serta memakai topi yang agak tinggi seperti pemain drumband. Ketika musik pengiring dimulai, penyanyi dalam musik Rudat akan mengucapkan salam pembuka sebagai berikut “Tabik tuan-tuan, tabik nona-nona, mulailah bermain di hadapan tuan-tuan melihat keramaian”, kemudian akan melanjutkan dengan salawat Nabi.

koleksi pribadi @deehati

koleksi pribadi @deehati

Sayangnya, seni tari Rudat ini hampir tergilas oleh waktu dan maraknya kesenian modern. Nah, tugas kita juga nih para traveler untuk melestarikan seni tari tradisional seperti Rudat. Kalau bukan kita yang mencintai budaya Indonesia, siapa lagi? Buat kamu yang ingin menonton langsung seni tari yang cukup unik ini, makanya buruan ke Lombok donk! Ezytravel.co.id udah menyediakan tiket murah ke Lombok, banyak juga paket wisata ramah kantong di sana.

(Visited 913 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Rudat, Seni Tari Tradisional Lombok Bernuansa Islam' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool