Sayur Lebui dan Pedis Panas

Sayur Lebui dan Pedis Panas; Masakan Khas Masyarakat Sasak di Lombok yang Wajib Dicoba

Sayur Lebui dan Pedis Panas; Masakan Khas Masyarakat Sasak di Lombok yang Wajib Dicoba
5 (100%) 1 vote

Kuliner khas suatu daerah pasti menjadi salah satu hal penting yang dicari wisatawan ketika berwisata ke suatu tempat. Kuliner juga termasuk salah satu elemen penting yang turut mendukung perkembangan pariwisata di suatu daerah. Selain objek wisata yang berkesan dan indah, kuliner adalah satu alasan yang membuat banyak orang kembali datang ke suatu tempat hanya untuk mencicipi makanan yang khas dari daerah tersebut.

Lombok tidak hanya dipenuhi puluhan objek wisata alam yang indah dan alami, tapi juga beragam jenis kulinernya yang terkenal dengan cita rasa pedas. Di Lombok, para wisatawan pecinta pedas akan dimanjakan lidahnya oleh suguhan berbagai jenis masakan. Tentunya yang paling terkenal seantero Indonesia raya adalah ayam taliwang dan pelecing kangkung. Eittt tapi tidak hanya itu lho. Masih banyak masakan lainnya yang patut dicoba ketika berwisata di Lombok. Seperti dua jenis masakan ini; sayur lebui dan sayur pedis panas. Hmmmm..

Lebui adalah sejenis biji-bijian yang bentuknya mirip kedelai hitam. Biasanya lebui dimasak dengan campuran daging sapi has dalam, dengan irisan bawang merah dan daun bawang yang cukup banyak serta daun kemangi. Rasanya pun cukup pedas dan sedikit berminyak. Sayur ini cocok dihidangkan dengan nasi yang masih mengepul ditambah kerupuk kulit Lombok dan ikan tongkol goreng. Nikmat.

Sayur lebui ini menjadi salah satu masakan rumahan yang biasanya dihidangkan ibu-ibu di rumah. Di beberapa tempat, seperti di kampung saya di Masbagik Timur, sayur lebui biasanya dicampur dengan pepaya muda dan salah satu dedaunan yang biasa tumbuh di pematang sawah atau kami menyebutnya dawung.

Satu lagi nih masakan olahan sayur yang wajib dicicipi kalau berkunjung ke Lombok, sayur pedis panas. Pedis artinya asam/kecut dalam bahasa Sasak, sedangkan panas artinya pedas. Rasanya sih agak mirip sayur asam khas Sunda, tapi kuahnya lebih gelap atau cenderung merah karena penggunaan cabe merah dan tomat. Sayur pedis panas juga menggunakan kemangi sehingga rasanya cukup menyegarkan. Bedanya dengan sayur lebui, sayur pedis panas berisi beragam jenis sayuran seperti seperti labu siam, jagung manis, terong, kecipir, kacang panjang, kemangi dan daun pakis. Sangat cocok bagi pecinta sayuran. Pedis panas sangat nikmat disantap dengan nasi panas.

Ini nih sayur pedis panas yang berisi aneka jenis sayuran

Ini nih sayur pedis panas yang berisi aneka jenis sayuran.

Tempat Makan Tradisional di Lombok

Restoran “Begibung” dengan konsep tradisional dan menu masakan khas Lombok

TIKET MURAH DARI JAKARTA KE LOMBOK

Sayur lebui dan pedis panas ini menjadi salah satu menu yang dihidangkan di restoran berkonsep tradisional, Begibung yang berada di dalam area Mataram Mall. Harganya Rp 16.500 per porsi untuk sayur lebui dan Rp 19 ribu untuk sayur pedis panas. Hampir seluruh lesehan dan rumah makan khas Lombok juga menyediakan sayur lebui ini. Sayur lebui juga menjadi sajian pelengkap di beberapa warung nasi di sekitar Mataram.

Pengen coba? Mari datang ke Lombok. Bagi penyuka makanan pedas, dua jenis sayur ini wajib coba kalau ke Lombok.

(Visited 2,853 times, 1 visits today)


About

Wartawan di koran Suara NTB, pecinta buku, full time dreamer, mimpi keliling dunia karena dunia layaknya buku, harus dibaca sampai tuntas.


'Sayur Lebui dan Pedis Panas; Masakan Khas Masyarakat Sasak di Lombok yang Wajib Dicoba' have 6 comments

  1. May 4, 2015 @ 11:35 am deehati

    Mirip sayur asem ya..

    Reply

    • May 4, 2015 @ 12:26 pm Yanet

      Iya mbak dee, agak mirip. Menu favorit nih… Sepanci juga abis deh kalo masak sendiri. hehehe

      Reply

  2. May 4, 2015 @ 6:04 pm bunsal

    Gegara kangen parah ma sayur lebui ini, saya berhasil meyakinkan adik buat paketkan 1kg biji lebui, dari Kediri-Lobar ke Semarang, untuk dimasak pas dulu tinggal di Semarang.
    Gak bosen blas sebulan makan pakai sayur lebui…xixixixixixi

    Reply

    • May 7, 2015 @ 2:20 pm Yanet F

      Wah niat banget mbak.. heheh… enak sih ya..

      Reply

  3. May 5, 2015 @ 10:10 pm Hurmayani

    Mb Yanet perlu ni kapan kapan kita incip masakan ini ni tapi Mb Yanet yang masak hehe wuwenakk pastinya

    Reply

    • May 7, 2015 @ 2:21 pm Yanet F

      hehehhe.. boleh mbak kapan-kapan.. sy sering masak sayur ini..

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool