Soto Lombok

Soto Lombok Ya Mule Ngeno

Soto Lombok Ya Mule Ngeno
5 (100%) 5 votes

Mule Ngeno, satu istilah dari varian lima besar pengkategorian Bahasa Sasak – Kuto Kute, Ngeto Ngete, Ngeno ngene, Meno Mene dan Mriak Mriku. Mule berarti ‘Memang’ dan Ngeno berarti ‘Begitu’. Jadi, Mule Ngeno padanan dari frasa ‘Memang Begitu’. Frasa yang digunakan menjaga keaslian resep soto yang dijual. Sekaligus sebagai nama warung. Soto Mule Ngeno terletak di Desa Batu Yang Pringgabaya Lombok Timur.

Berkendara motor sekitar setengah jam dari rumah saya di Kota Selong, di Lombok Timur. Jika di salah satu trip Anda ke Lombok memasukkan wisata gili Kondo dan gili-gili cantik lain di sekitarnya sebagai itinerary hari pertama, kunjungan ke warung ini sangatlah highly recommended. Warung Mule Ngeno berada di jalan raya menuju Gili Kondo dan sekitarnya.

Soto Lombok

Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Soto Lombok

Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Soto Lombok

Gang lebar di depan Warung Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Meski terletak tidak persis di pinggir jalan raya Mataram – Labuhan Lombok, lokasi warung cukup berjalan kaki sekitar lima menit saja. Ruas jalan di depan warung belum beraspal halus saat saya kunjungi. Namun, lebar dan lapangnya bahkan bisa muat bagi satu bis pariwisata besar. Sesekali terdengar ketuk sepatu kuda dari cidomo (cikar dokar montor, dokar khas Lombok Timur) yang lewat di gang.

Soto khas ala Lombok sebenarnya paling mudah dikenali karena taburan serundeng atau koya, atau sangrai kelapa parut yang kemudian digiling halus. Hasil sangrai serundeng ini terkesan hampir gosong (kuning kecoklatan), jauh berbeda dengan sesaur (serundeng kelapa sangrai juga) yang hasil akhirnya kuning terang dan identik dengan campuran kacang kedelai atau kacang tanah goreng. Bahan utama lainnya, daging sapi dengan kuahnya yang gurih, bihun pun taburan kacang asin (kacang tanah goreng tanpa kulit). Karbo pelengkap bisa memilih sepiring nasi putih atau ketupat daun kelapa. Beberapa warung soto Lombok lainnya kadang sediakan juga ketupat daun pisang, disebut juga pesor (bahasa Lombok Timur).

Soto Lombok

Soto Daging Mule Ngeno Lombok Timur dan Kerupuk Kulit Sapi.

Soto Lombok

Untuk lidah Lombok saya, paling pas ekstra 4 sdk sambal.

Saya pribadi masih belum pernah praktekkan langsung resep soto khas Lombok ini. Namun, ibu saya di rumah hampir selalu memasaknya sendiri jika sewaktu-waktu kangen, meski kadang sesekali di-sela dengan resep soto Lombok yang lebih praktis, soto kuah bening atau kuah santan encer yang sertakan kunyit sebagai salah satu bumbunya.

Di kota Selong sendiri, cukup mudah temukan warung soto Lombok ini. Lantas, mengapa harus jauh-jauh ke warung Mule Ngeno? Ini rahasianya..

Kendi Maling! Kendi tradisional yang terbuat dari tanah liat. Nikmati soto Mule Ngeno yang semakin kental ‘rasa’ Sasaknya ketika tenggorokan dilegakan dengan air putih dingin dan khas aroma keramik tanah si Kendi Maling. ‘Meja makan’ warung berupa berugak besar, lima buah terletak di halaman dengan beberapa pohon besar rindang. Dua belas meja kayu untuk empat orang terletak bersebelahan dengan meja saji atau ibu pemilik warung, sekaligus dapur bersih wadah panci besar kuah soto.

Semua meja dilengkapi minimal dua buah Kendi Maling, wadah air putih yang ditutupi daun pisang segar dan selalu penuh berisi air minum dingin nan menyegarkan. Dibantu mbak Susianti, salah seorang pelayan warung, total Kendi Maling yang siap tuang sekitar 40 buah! Sangat disarankan rasakan sensasi dinginnya ketika kebetulan trip lintas gili Anda baru saja selesai.

Soto Khas Lombok

Salah satu Berugaq di Warung Soto Mule Ngeno Lombok Timur, di pintu masuk ujung kanan

Soto Khas Lombok

Kendi Maling di Warung Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Soto Khas Lombok

Lesehan di samping dapur bersih.

Soto Khas Lombok

Angle dari sisi kiri halaman Warung Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Bagi saya pribadi, sensasi rasa air dari Kendi Maling hampir selalu mengingatkan kenangan baik persahabatan saya dengan seorang teman kuliah yang tinggal di pemukiman Arab di kota tua Ampenan. Salah satu sudut rumahnya disengaja spesial sebagai tempat gentong keramik tanah besar, wadah air putih bagi seisi rumah. Sudut yang membuat saya selalu mengenang dengan baik jalinan persahabatan lainnya, seorang yang campuran Arab Cina, Kristen Jawa, Budha Tanjung Lombok Utara. Mirip dengan isu kekinian, efek emas yang diraih pasangan ganda campuran bulu tangkis Indonesia di Olimpiade Rio 2016 Brazil yang baru saja berakhir.

Kembali ke soto Mule Ngeno, pilihan cemilan yang disediakan, kerupuk kulit sapi yang keasliannya terjamin juga sebaiknya dicoba. Paket semangkuk penuh soto Lombok ini, sepiring nasi putih atau ketupat, air putih Kendi Maling serta cemilan kerupuk kulit sapi masih lebih murah dari ongkos Damri trayek BIL – Selong yang 30K IDR. Kecuali seporsi soto kikil dan iga-nya dengan range harga 35K sampai dengan 40K IDR.

Warung ini ternyata tak saja dikenal oleh pecinta kuliner di Lombok Timur namun sudah menjadi target kuliner para wisatawan luar pun manca. Fakta yang saya saksikan sendiri. Saya memesan dengan seorang ibu dari rombongan mobil yang hendak melintas ke Sumbawa. Bahasa Jawa yang medhok si ibu tak bisa disembunyikan. Pun karena memesan bareng, saya mau tak mau menguping pesanan bungkus ibu tersebut untuk oleh-oleh kerabatnya di Sumbawa sana.

Saya memesan seporsi soto Lombok daging tanpa karbo (ketupat atau pun nasi) karena sebelumnya sudah sarapan berat dengan nasi. Dua sendok sambal cabe rawit merah ternyata masih kurang pedas bagi lidah saya, saya genapkan empat sendok, barulah rasa soto sempurna menurut lidah saya tercapai. Saya jarang sekali berikan kecap. Koya Soto Mule Ngeno ternyata jauh lebih halus dari kebanyakan soto Lombok umumnya. Pemberian jeruk nipis peras di dasar mangkuk sebelum dimasukkan bahan utama soto lainnya jadi mengingatkan saya dengan cara ibu saya membuat kopi hitam a la Lombok. Letakkan gula terlebih dahulu, baru kemudian kopi bubuknya. Memastikan kopilah yang terkena air panas lebih dahulu. Saya pemakan dan peminum cepat. Jadi, semangkuk soto pedas berkuah panas, saya tandaskan tak lebih dari lima menit. Begitu pun saat memesan kopi hitam tanpa gula. Sekilas lidah saya cecap rasa jahe dan ya, campuran sedikit rasa beras. Cara umum masyarakat Lombok Timur menggoreng kopi untuk persediaan bubuk kopi harian.

Soto Lombok

Kopi hitam tanpa gula a la Warung Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Soto Khas Lombok

Dapur bersih Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Soto Lombok

Deretan toples berisi bawang goreng dan kacang asin Warung Soto Mule Ngeno Lombok Timur

Soto Khas Lombok

CP untuk yang inginkan Soto Mule Ngeno di kuliner Wedding Party atau acara keluarga lainnya.

Penulis numpang selfie boleh yaaaa..Ini wajah kenyang lhoo..

Penulis numpang selfie boleh yaaaa..Ini wajah kenyang lhoo..

Soto Mule Ngeno sama sekali bukan soto yang, begitulah. Soto ini mewariskan kekhasan penyajian ala Sasak Lombok. Ikhtiar menjaga tradisi kuliner Lombok selama mungkin. Semoga.

Mau liburan ke Lombok? Cari di sini: tiket pesawat dan hotel
(Visited 465 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Soto Lombok Ya Mule Ngeno' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool