suling-dewa-lombok

Suling Dewa Lombok, Penghubung Antara Nyata dan Gaib

Vote Us

Ayo ke Lombok! Hening,  suasana sakral sangat terasa di pagelaran seni musik tradisional masyarakat Sasak Bayan, Suling Dewa Lombok. Dengan tenang dan santun, para pemusik yang terdiri dari peniup suling, sinden, penari beserta masyarakat yang turut serta begitu hikmat mengikuti pagelaran ini.

Mampir Coffee Street di kota Mataram yuk!

suling-dewa-lombok

Dari informasi yang saya dapatkan, pagelaran suling dewa (alat musik tradisional Lombok) ini sudah digelar sejak tempo dulu. Berawal ketika masyarakat Bayan mengalami masa-masa sulit. Kemarau panjang yang tidak berkesudahan merupakan masa paceklik bagi masyarakat Bayan di Lombok Utara, kelaparan melanda mereka. Dari situlah para tetua dan pemangku adat Bayan, Lombok Utara ini berkumpul untuk bermusyawarah, mencari jalan keluar agar bisa mengatasi situasi yang suram itu.

suling-dewa-lombok

DIGITAL CAMERA

Para tetua dan pemangku adat Bayan akhirnya bersepakat untuk melakukan matur (permohonan petunjuk) kepada yang Maha Kuasa, dengan melaksanakan ritual adat Taekan Lekoq Buaq. Dari situlah mereka mendapatkan petunjuk, bahwa kemarau panjang yang terjadi karena masyarakat Bayan lupa pada leluhur mereka. Mereka juga mendapatkan petunjuk untuk melakukan komunikasi dengan para leluhur yaitu ritual mendewa. Ritual yang dilakukan dengan menggunakan suara-suara dari suling sebagai medianya. Terkadang diiringi juga alat musik kecapi.

suling-dewa-lombok

Selain itu, dari petunjuk yang mereka dapatkan, ritual mendewa ini harus menggunakan suling khusus yang terbuat dari pohon bambu yang tumbuh di sekitar wilayah Senaru di kaki Gunung Rinjani. Pohon bambu khusus yang dikenal dengan nama Biloq Mater tersebut juga punya cara khusus untuk menebangnya. Ada ritual khusus untuk meminta ijin menebang pohon bambu tersebut.

suling-dewa-lombok

Suling yang dibuat khusus untuk mendewa berbentuk tidak seperti suling pada umumnya. Suling tersebut berukuran besar dan panjang dari suling biasanya. Pada pagelaran acara suling dewa ini, hari untuk peniupan suling juga dicari hari yang baik. Dina Keras yaitu hari yang dianggap memiliki kedekatan dengan sang pencipta, yakni malam Senin, malam Kamis, dan malam Jumat.

Peniupan suling dilakukan semalam suntuk hingga fajar menyingsing. Suara yang tercipta dari suling yang ditiup diartikan sebagai penyerahan diri sepenuhnya kepada sang Maha Pencipta. Suasana magis pun sangat kental terasa. Bao daye merupakan istilah malam pertama saat pagelaran suling dewa ini dilakukan. Jika gerimis turun pada malam kedua peniupan suling dewa ini, maka masyarakat Bayan percaya bahwa komunikasi yang mereka lakukan dengan sang Pencipta telah berhasil. Kemudian dilanjutkan pada ritual matur ngaturang likoq dan suling yang dipercaya sebagai penghubung antara yang nyata dan gaib.

suling-dewa-lombok

Di malam ketiga atau malam terrakhir pagelaran, hujan turun deras. Dari situ masyarakat Bayan jadi bisa bercocok tanam kembali, dan pertanian di sana menjadi subur. Ritual mendewa ini dipercaya sangat ampuh, masyarakat Bayan kini mengenal mendewa dengan nama suling dewa. Alat ini hanya digunakan sebagai prantara saja, namun doa dan pengharapan tetap pada sang Pencipta.

Jro gamel merupakan lelaki peniup suling dewa, sedangkan Inan gending erupakan perempuan sinden yang melantukan nyanyian yang mengikuti alunan irama suling dewa. Diiringi juga dengan dua penari yang dikenal dengan sebutan amaq Aki dan inaq Ini yang menarikan tarian Lokoq Sebia, pampang paoq, dan beberapa tarian tradisional lainnya. Nah, untuk menjadi sinden dan penari dari ritual ini harus dalam keadaan suci atau tidak sedang keadaan menstruasi.

Jika dulu suling dewa ini merupakan media penghubung yang nyata dan gaib untuk meminta turun hujan, kini ritual ini digelar untuk beberapa fungsi lainnya. Miisalnya, permohonan keselamatan dan kesejahteraan.

Buruan langsung terbang ke Lombok! Booking hotel murah & Tiket pesawat Jakarta Lombok. Wow! Ada paket tour murah juga untuk Ezytravelers.

Suling dewa ini disimpan oleh Jro gomel, dan diletakkan di tempat yang tinggi. Ada beberapa suling yang ditampilkan dalam pagelaran. Namun, ada satu suling yang hanya dibolehkan ditiup pada upacara adat Bayan saja yaitu Pesta Alip Selamat Desa. Sampai saat ini, masyarakat Bayan masih menjaga tradisi kesenian suling dewa.

Nah, buat para ezytraveler yang ingin menikmati pagelaran ini. Kalian bisa berkunjung ke desa adat bayan di Lombok Utara. Jika dari bandara, kalian bisa menggunakan bis damri ke arah Senggigi kurang lebih sekitar 2 jam perjalananan. Sesampainya di sana, kalian bisa menyewa motor untuk melanjutkan perjalanan ke Bayan, sekitar 1,5 jam menuju ke sana.

Eits, kalau berkunjung ke destinasi wisata Lombok, jangan lupa buang sampahmu pada tempatnya!

tiket mudik murah

(Visited 29 times, 1 visits today)


About

Simply Complicated


'Suling Dewa Lombok, Penghubung Antara Nyata dan Gaib' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool