“Susah Berjamaah”, Belajar Syukur dari Seni Patung Lombok

“Susah Berjamaah”, Belajar Syukur dari Seni Patung Lombok
5 (100%) 1 vote

Lombok keren! Serius! Nggak cuma tempat wisatanya aja, tapi juga budaya dan berbagai karya seninya. Sayangnya, produk-produk kerajinan Lombok tidak seterkenal wisata pantainya. Hehe..

Okay, kali ini postingan saya tentang seni patung yang desainnya dikenal sebagai “susah berjamaah”. Loh? Susah kok berjamaah? Well, patung-patung ini punya ceritanya.

Desain patung susah berjamaah.

Desain patung susah berjamaah.

Salah satu sentra pembuatan patung ada di daerah Lombok Tengah dan Lombok Timur bagian selatan. Karya seni yang dicipta itu berkaitan erat dengan kondisi daerah yang kerap dilanda kekeringan.

Desainnya unik kan :D

Desainnya unik kan 😀

Salah satunya lokasi pembuatan patung ini ada di  Dusun Bebile Desa Ganti Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah.

Salah satu desain patung khas Bebile adalah patung perempuan yang membawa baskom. Ekspresi wajah patung itu tampak kelelahan. Selain mengangkat baskom, patung perempuan itu dibuat sedang hamil.

Patung perempuan susah berjamaah.

Patung perempuan susah berjamaah.

Proses pembuatan patung di salah satu galeri.

Proses pembuatan patung di salah satu galeri.

Ada juga patung pria. Patung-patung pria digambarkan memiliki tubuh ceking. perut tipis, dada rata. Tangan dan kaki kurus, hampir seperti tulang. Dengan posisi duduk, patung itu menggambarkan posisi orang bertopang dagu di atas lutut yang dilipat. Wajahnya tampak susah.

Selain patung yang sendiri-sendiri, ada juga patung yang dibuat berkelompok. Ada patung yang dibuat dengan posisi berjejal. Orang-orang itu dilukiskan saling menginjak, seperti dalam acara panjat pinang. Desain inilah yang disebut “patung susah susun gibung’’ yang artinya sama-sama susah.

5 kilometer dari Bebile ke arah timur, tepatnya di Dusun Kerong Desa Pandan Wangi Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur, juga terdapat sentra kerajinan yang sama. Ada juga yang mengatakan bahwa patung susah yang kini ditemui hampir di semua gerai seni berasal dari dusun ini.

Patung lelaki susah itu adalah cerminan masyarakat di Dusun Kerong, dan masyarakat daerah selatan Lombok Timur pada umumnya. Sebelum ada program embung (bendungan kecil), daerah selatan Lombok Timur itu terkenal sebagai daerah kering kerontang. “Tanah hanya bisa ditanami sekali setahun. Air bersih hanya tersedia saat musim hujan. Sawah-sawah gagal panen, dan pangan menjadi langka. Masyarakat daerah selatan dilanda kesusahan,” demikian cerita salah seorang pengrajin.

Patung pria susah.

Patung pria susah.

Patung-patung itu adalah gambaran para orang tua terdahulu. Pengalaman masa kecil para pematung itu, hidup susah dengan kondisi pangan yang langka menjadi sumber inspirasi.

Tetap semangat!

Tetap semangat!

Begitu juga dengan patung perempuan. Patung perempuan yang di atas kepalanya ada baskom berisi air menggambarkan penderitaan wanita yang harus berjalan kaki jauh untuk mengambil air bersih.

Hebatnya para pengrajin ini cukup sering diundang untuk mengikuti pameran, salah satunya pameran budaya yang pernah diadakan di PRJ Jakarta. Target pasarnya pun tidak hanya konsumen lokal yang “nyeni” tanpa turis asing yang menjadikan karya mereka sebagai koleksi.

Seorang pengrajin dengan patung karyanya.

Seorang pengrajin dengan patung karyanya.

Tidak hanya bernilai seni, patung-patung ini benar-benar menjadi pengingat untuk bersyukur dan menjaga kekayaan alam pulau Lombok tercinta.

(Visited 561 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'“Susah Berjamaah”, Belajar Syukur dari Seni Patung Lombok' have 1 comment

  1. October 4, 2015 @ 8:04 pm depz

    nice kak el 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool