Taman Narmada, Berwisata Sejarah di Kota Air

Taman Narmada, Berwisata Sejarah di Kota Air
5 (100%) 1 vote

Di Pulau Lombok, ada satu kecamatan yang dijuluki sebagai Kota Air. Iya, kecamatan Narmada di Lombok Barat memang dikenal sebagai kota air. Alasannya? Kecamatan ini memang kelimpahan air, pertanian dan perkebunannya subur.

Satu lagi yang menambah daya tarik kecamatan ini, yaitu adanya Taman Narmada.

Salah satu kolam besar di Taman Namada

Salah satu kolam besar di Taman Namada

Dulu saat masih kecil, taman Narmada adalah tempat rekreasi favorit saya dan keluarga. Hehe, mungkin karena jaraknya yang relatif dekat, murah, meriah, dan cukup bisa menghapus penat. Sekian tahun berlalu, ternyata tidak cukup banyak perubahan di taman Narmada, kecuali penataan dan beberapa tambahan fasilitas. Meski demikian, taman ini tetap ramai pengunjung, terutama di akhir pekan.

Pintu masuk menuju taman Narmada. Ups, tiketnya cuma 5000 perak

Pintu masuk menuju taman Narmada. Ups, tiketnya cuma 5000 perak

Taman ini dibangun sebagai tempat upacara Pekelem (ritual Hindu) yang dibangun oleh Anak Agung Gede Ngurah di tahun 1727 sekaligus sebagai tempat istirahat raja. Ada beberapa kolam besar dan kolam-kolam kecil di taman ini, termasuk kolam renang yang sengaja dibuat untuk pengunjung. Di masing-masing area/bangunan terdapat penjelasan tentang fungsi bangunan (dulunya).

Bale Terang - salah satu bangunan di Taman Narmada.

Bale Terang – salah satu bangunan di Taman Narmada.

Salah satu yang paling menarik adalah Balai Petirtaan atau air awet muda. Air yang dimaksud adalah mata air dari kaki Rinjani yang mengalir melalui tiga wilayah, yaitu Lingsar, Suranadi, dan Narmada. Kerennya, siapa aja yang mencuci muka di Balai Petirtaan diyakini akan menjadi awet muda. Pastinya, sebelum masuk ada beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya adalah harus menggunakan kain tertentu yanmg telah disediakan dan tidak sedang datang bulan. Worth trying!

Jalan cantik nan asri menuju bagian belakang Taman Narmada.

Jalan cantik nan asri menuju bagian belakang Taman Narmada.

Next, jika terus berjalan ke area belakang taman, tidak hanya kumpulan pedagang sate bulayak yang akan kita temui. Ada juga pipa panjang peninggalan zaman penjajahan Belanda, yang konon digunakan untuk mengalirkan air ke rumah-rumah penduduk. Kewl!

Pipa panjang peninggalan zaman penjajahan.

Pipa panjang peninggalan zaman penjajahan.

Jika berkunjung ke sini, anda tidak perlu susah-susah membawa bekal. Ada banyak pilihan makanan yang bisa anda coba, mulai dari yang khas Sasak seperti pelecing rujak atau sate bulayak, sampai yang standar seperti bakso atau mie goreng, soft drink dan snack. Taman-taman yang tertata rapi dan rindang juga bakal bikin betah berlama-lama disini. Wajar jika banyak pasangan yang juga memilih tempat ini sebagai lokasi foto pre-wedding. Yuhuuu!
Jika ke Lombok, sempatkan ke Taman Narmada untuk belajar tentang sejarah sambil menikmati keindahan taman yang hijau dan asri. Bonusnya? Bisa “AWET MUDA”. Yuk ke Lombok!

(Visited 524 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Taman Narmada, Berwisata Sejarah di Kota Air' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool