maulid-adat-bayan

Maulid Adat Karang Bajo, Bayan Lombok (Part I)

Vote Us

Ayo ke Lombok! Ini bulan maulid, dan kalian Ezytravelers harus mencoba sensasi berbeda dari maulid di pulau surga ini. Dalam kebiasaan masyarakat Islam di Indonesia, Maulid merupakan suatu tradisi yang sudah mendarah daging. Maulid yang adalah perayaan hari lahir Nabi Muhammad SAW, acara peringatan yang ditujukan untuk ekspresi kegembiraan serta penghormatan untuk Nabi Besar Muhammad SAW. Ada banyak sekali tradisi maulid dengan berbagai cara dan budaya dari adat masing-masing daerah di Indonesia.

Berkunjung ke Pantai Tebing Lombok yuk! 

Tidak terkecuali Lombok, maulid merupakan suatu acara yang begitu meriah, ditunggu-tunggu. Bahkan masyarakat yang merayakan hari raya besar Umat Muslim ini rela mengeluarkan biaya yang sangat besar. Mereka akan dengan senang hati merogoh kocek dalam untuk perayaan ini. Mereka akan mengundang sanak saudara dan tetangga untuk mengikuti perayaan acara, ada pengajian atau hanya sekedar “rowahan” alias makan-makan di rumah pengundang.

maulid-adat-bayan

Dari tradisi  ini, ada juga hal unik yang cukup menarik perhatian saya. Maulid Adat Bayan, sebuah kampung adat yang masih mempertahankan perayaan hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW dengan tradisi adat mereka. Laman media sosial saya berseliweran tentang tradisi adat perayaannya di daerah Bayan, dan membuat saya jadi tertarik untuk berkunjung dan melihat dengan mata saya sendiri secara langsung.

Setelah mencari info kesana kemari, saya berkesempatan untuk bisa turut serta di Maulid Nabi Muhammad SAW Adat Bayan secara langsung. Saya berangkat bersama beberapa teman dengan menggunakan sebuah mobil. Perjalanan cukup jauh dari kota Mataram. Sekitar 3 jam, kami baru sampai di lokasi. Oh iya, kami sempat hampir salah memasuki lokasi, karena dalam perjalanan kami menemukan banner dengan tradisi maulid yang hampir sama. Haha.

maulid-adat-bayan

Sebelum berangkat, saya sudah menghubungi seorang teman yang merupakan panitia acara yang ada di Bayan, Bang Renadi. Dia menyambut kami dengan ramah. Kami berjalan memasuki area kampung adat. Sudah ramai sekali. Banyak anak kecil dengan pakaian adat, bermain, berlari-lari dan ada juga yang sedikit malu-malu melihat kami dari kejauhan.

Mata saya tak henti-hentinya bergerilya melihat semua area. Rumah-rumah adat yang masih dipertahankan, mereka menyebutnya Bale, yang artinya rumah. Rumah dengan dinding kulit bambu atau bedeng, beratap jerami. Kami dipersilahkan duduk di sebuah “berugak” (saung), yang ada di tengah komplek rumah-rumah adat berjajar. Bang Renadi mulai bercerita tentang kampung adat yang masih dipertahankan oleh masyarakat Bayan.

Saya menyimaknya bertutur, menceritakan dengan detail dan lengkap tentang masyarakat adat yang sampai sekarang masih berusaha dan selalu menjadi tradisi turun menurun yang mereka miliki ini. Beliau sangat mengapresiasi tradisi adat dan dengan semangat yang dia miliki juga prinsip akan budaya yang harus dipertahankan, walau tidak menutup kemungkinan untuk tetap membuka diri menerima banyak hal baru seperti teknologi yang semakin kini semaki tinggi.

maulid-adat-bayan

Prosesi Adat Bayan ini memang sangat unik, semua orang termasuk para tamu seperti kami harus memakai pakainan adat seperti mereka. Untuk lelaki cukup memakai kain dan tidak memakai baju, kain yang dipakaipun serupa sarung tetapi dililitkan dengan salah satu ujung kain harus menyentuh tanah. Bagi kaum perempuan menggunakan kain atas dan kain bawah seperti kemben. Yang membuat ini lebih unik lagi, tidak diperbolehkan memakai pakaian dalam. Jangan dibayangkan, ini merupakan tradisi yang memang memiliki filosofinya sendiri.

Masyarakat Adat Bayan percaya bahwa untuk melakukan ritual Maulid Adat ini harus dengan diri yang suci dan mengenakan kain yang suci. Bagi perempuan yang sedang datang tamu bulanan tidak bisa mengikuti prosesi adat ini. Saya bersama teman-teman, dipersilahkan untuk berganti pakaian di salah satu bale. Sedikit canggung memang untuk orang yang tidka terbiasa, apalagi memakai kain tanpa baju dalam.

maulid-adat-bayan

Setelah berganti pakaian, kami kembali ke berugak. Menunggu ritual dimulai, saya berbincang dengan seorang teman yang juga asli Lombok tetapi tinggal di kota Mataram. Dia bercerita bahwa ini adalah kali pertama dia mengikuti tradisi maulid Nabi Muhammad SAW di kampung adat. Apalagi saya yang merupakan pendatang, walau lama tinggal di Lombok, saya baru kali ini datang dan berbaur dengan masyarakat adat secara langsung.

Mau jalan-jalan? Temukan berbagai pilihannya di sini: Paket Tour Murah, Indonesia Holidays Package, dan Tiket Murah

Sayangnya, kami berangkat di hari kedua. Sebenarnya rangkaian acara maulid adat Bayan ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama sedikit terlewatkan karena beberapa teman masih maju mundur untuk memastikan kami berangkat atau tidak. Maulid Adat Bayan di Karang Bajo, sangat menarik, tunggu dikulikan berikutnya di part II ya…

Eits …. Itu sampahnya tolong masukin tempat sampah dulu ya~

Salam Cihuy~

(Visited 118 times, 1 visits today)

About

Simply Complicated


'Maulid Adat Karang Bajo, Bayan Lombok (Part I)' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool