Upacara Perayaan Lebaran Topat

Tradisi Lebaran Topat, Analogi Membelah Hati

Tradisi Lebaran Topat, Analogi Membelah Hati
5 (100%) 1 vote

Setiap daerah memiliki berbagai tradisi yang dijalankan seusai Hari Raya Idul Fitri. Sebagian besar masyarakat suku Sasak di Lombok merayakan Lebaran Topat. Topat artinya ketupat dalam Bahasa Sasak. Lebaran Topat ini dirayakan tujuh hari pascaperayaan Idul Fitri. Sudah menjadi tradisi di masyarakat, merayakan Lebaran Topat dengan berbagai kegiatan salah satunya dengan ziarah makam khususnya ke makam-makam para wali yang berjasa menyebarkan Islam di Lombok. Setelah ziarah, biasanya masyarakat menuju ke objek wisata bersama sanak keluarga.

Terlepas dari segala bentuk selebrasi tersebut, sebenarnya dalam Lebaran Topat terkandung makna khusus. Lebaran Topat adalah sebuah analogi untuk membersihkan hati dari segala penyakit seperti iri, dengki, sirik, dan lainnya.

Menurut penuturan budayawan Sasak, H. Lalu Anggawa Nuraksi, dari aspek religius atau agama, Lebaran Topat mengandung makna bahwa di hari itu umat Muslim membelah hati dari segala sifat buruknya. Belah ketupat atau topat dianalogikan seperti membelah sebuah hati. “Sehingga orang Sasak harus melakukan belah topat di makam para wali,” katanya.

Lebaran Topat Lombok

Ngurisan atau memotong rambut bayi yang baru lahir merupakan salah satu agenda yang sering dirangkaikan masyarakat dengan perayaan Lebaran Topat.

Dalam kepercayaan masyarakat Sasak, ketupat sebagai hidangan wajib tidak boleh dibuka dengan menarik bungkus atau janurnya, tapi harus dibelah menggunakan pisau. Jika tetap membuka jalinan janur dari ketupat tersebut, orang Sasak bisa kepusaq (kesasar). Lebaran Topat juga bermakna sebagai wujud rasa syukur. Dapat juga diartikan dengan melebarkan taubat. Dituturkan Anggawa, konon dulu para wali yang melakukan syiar agama selalu membawa ketupat sebagai bekal utama.

Perkembangan saat ini khususnya di Lombok, perayaan Lebaran Topat juga dikaitkan dengan kegiatan pariwisata atau pelesir. Pada saat Lebaran Topat warga berbondong-bondong menyerbu tempat-tempat wisata. Anggawa mengatakan masyarakat boleh merayakannya dengan bersenang-senang asalkan tidak berlebihan. “Setelah ke makam boleh ke pantai tapi tidak boleh bertentangan dengan norma agama dan budaya,” ujarnya.

Lebaran Topat Lombok

Peziarah di Makam Loang Baloq

Lebaran Topat Lombok

Lebaran Topat Lombok
Saat ini Lebaran Topat telah dikemas menjadi sebuah agenda tahunan oleh beberapa kabupaten/kota. Di Lombok, banyak tempat yang dijadikan sebagai pusat lokasi perayaan Lebaran Topat. Di Kota Mataram misalnya Makam Loang Baloq dan Makam Bintaro. Sementara di Lombok Barat, pusat perayaan Lebaran Topat biasanya dilaksanakan di Makam Batu Layar. Pantai Senggigi dan sekitarnya juga akan dipadati warga pada saat Lebaran Topat.
Mau menyaksikan bagaimana meriahnya warga merayakan Lebaran Topat? Segera booking tiket di Ezytravel dan terbang ke Lombok, dijamin seru.

(Visited 480 times, 1 visits today)


About

Wartawan di koran Suara NTB, pecinta buku, full time dreamer, mimpi keliling dunia karena dunia layaknya buku, harus dibaca sampai tuntas.


'Tradisi Lebaran Topat, Analogi Membelah Hati' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool