tradisi ramadhan di lombok

Intip Serunya Tradisi Ramadhan di Pulau Lombok, Yuk!

Intip Serunya Tradisi Ramadhan di Pulau Lombok, Yuk!
Vote Us

Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri merupakan hari besar yang dinanti-nanti oleh seluruh umat Muslim di dunia di manapun ia berada, karena di hari itu adalah hari kemenangan bagi umat Islam setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Lebaran memang merupakan hari yang spesial yang sangat ditunggu-tunggu, karena pada hari itu semua sanak famili dan kerabat jauh yang jarang bertemu akan memanfaatkan momen itu untuk berkumpul, bersilaturrahim dan bermaaf-maafan. It’s only once in a year! Setiap daerah biasanya punya tradisi Ramadhan yang unik, baik sebelumnya, saat ataupun setelah Ramadhan.

Lombok pun! Nah tulisan kali ini tentang beberapa tradisi Ramadhan di pulau Lombok. Cekidot, kuy!

Bersih-Bersih dan Ziarah Makam

Tradisi bersih-bersih dan ziarah makam dilakukan di semua daerah di pulau Lombok. Biasanya tradisi Ramadhan ini dilakukan seminggu ataupun H minus tiga memasuki bulan puasa dan kembali dilakukan ketika H minus 3 menjelang perayaan lebaran. Yang biasa kami lakukan adalah membersihkan makam dengan mencabut semua rumput liar ataupun semak yang memenuhi Pemakaman. Ada juga masyarakat yang selain membersihkan makam keluarga juga menziarahi makam Tuan Guru/Ulama/Wali yang dikeramatkan. Biasanya, satu keluarga akan berbondong-bondong untuk membawa peralatan untuk kegiatan membersihkan makam, diantaranya sabit, parang dan cangkul.

tradsi ramadhan ziarah makam

Ziarah makam (foto: M. Shafwan)
City tour di Lombok, cobain rekomendasi ini: Short Trip di Lombok? Yuk Cobain City Tour Aja!

Tradisi ini lebih lebih kepada tujuan mengingat bahwa setiap makhluk yang bernyawa pasti akan kembali ke tanah (meninggal). Nah, karena itu untuk mempertahankan keberadaan makam hampir setiap warga berinisatif membawa seluruh anggota keluarga tak terkecuali anak-anak kecil untuk membersihkan sekaligus mengenalkan makam-makam leluhurnya. Sehingga dikemudian hari diharapkan anak-anak inilah yang bisa merawat dan menjaganya ataupun melestarikan adat sebagai khasanah dan kekayaan budaya.

Mal-Mal (maleman) atau Dila Jojor

Ini adalah tradisi Ramadhan yang selalu ditunggu-tunggu anak kecil di kampung.. hehehe. Masyarakat Sasak menyalakan dila jojor terutama pada malam-malam ganjil, di sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan yang  malam lailatul qadr. Malam spesial yang dalam al-Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

tradisi ramadhan dile jojor

Dile Jojor dipasang di halaman rumah (foto: M. Shafwan)

Dalam istilah  Sasak sendiri, Dila  Jojor  berarti lampu atau penerangan. Dila Jojor berbentuk seperti obor kecil, dan terbuat dari sebatang bambu yang sudah dibentuk seperti tusukan sate, namun dengan ukuran yang sedikit lebih besar. Bahan dila jojor sendiri dibuat dari biji kenyamplungan yang ditumbuk kemudian ditambahkan dengan kapas ataupun kapuk. Bahan dari biji Kenyamplungan dan kapuk ini kemudian dililitkan ke batang bambu. Sebelum Dila jojor dinyalakan, terlebih dahulu di jemur hingga kering dan terlihat kehitaman dengan terlihat mengeluarkan sedikit minyak. selanjutkan dinyalakan dan dipasang di semua area pekarangan rumah, pintu gerbang,  dan jalanan menuju rumah. Tetapi banyak juga anak-anak yang mengaraknya keliling kampung. Tradisi Dila Jojor  biasanya diadakan sebagai penanda pada 10 hari terakhir Ramadhan. Malam penuh berkah ini turun pada malam-malam ganjil, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, dan malam terakhir, 29 Ramadhan.

dile jojor tradisi ramadhan

Kiddos playing with the lamp! (foto: M. Shafwan)

Masyarakat Sasak sendiri mengenal malam-malam ganjil ini sebagai Maleman/Dila Jojor. Tradisi Maleman diisi dengan kegiatan-kegiatan ibadah, antara lain  mengkhatamkan al-Quran. Menjelang maleman inilah, Dila jojor pun dinyalakan seusai berbuka puasa. Sambil menancapkan Dila Jojor, masyarakat Sasak biasanya membacakan shalawat kepada Nabi Muhammad dan berdoa semoga bisa dipertemukan kembali dengan malam lailatul qadr.

suasana maleman tradisi ramadhan

suasana maleman (foto: M. Shafwan)

maleman tradisi ramadhan

Maleman (foto: M. Shafwan)

Lebaran Topat

Lebaran Topat is one of the famous traditions in Lombok. Perayaannya adalah seminggu setelah lebaran. Banyak juga yang meyebut lebaran topat sebagai lebaran kedua karena biasanya setelah Idul Fitri, banyak masyarakat yang melanjutkannya dengan puasa Sunnah. Sehingga lebaran topat adalah lebaran untuk puasa sunah.

tradisi ramadhan menu lebaran topat

menu lebaran topat (foto: Hartin)

Saatnya jalan-jalan hemat! Ambil promo menarik: Hotel di Lombok, tiket pesawat promo dan Tour Lombok + Tiket (Murah). Mau?

Sesuai namanya, topat alias ketupat adalah menu wajib di hari ini. Padanannya bisa beragam menu, mulai dari opor ayam telur, aneka urap, sate, dan menu lainnya. Satu lagi, di momen lebaran topat, biasanya warga masyarakat akan memadati tempat-tempat wisata, terutama pantai dan pemandian. The crowd is going crazy!

tradisi ramadhan menu lebaran topat

Serunya lebaran topat! (foto: Iyza)

Gimana? Ada yang berniat melewatkan libur puasa dan lebaran di Lombok. Mungkin tradisi-tradisi di atas bisa jadi momen berkesan buat Ezytravelers. Yukz, main ke Lombok!

 

 

(Visited 135 times, 1 visits today)


About

Traveling is a personal way to find yourself. Get lost, and expand your horizon!


'Intip Serunya Tradisi Ramadhan di Pulau Lombok, Yuk!' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool