Sekolah Alam Kembang Kuning

Ruang Kelas Wisata Alami di Sekolah Alam Kembang Kuning

Ruang Kelas Wisata Alami di Sekolah Alam Kembang Kuning
2.67 (53.33%) 3 votes

Wisata alami banyak terdapat di sekitar desa Kembang Kuning yang bertetangga dengan desa Tete Batu di Lombok Timur. Spot-spot mata air dan air terjun, persawahan serta kebun. Berada di lereng sisi selatan kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani, selain spot-spot alami di atas, desa Kembang Kuning menjanjikan view sunrise sekaligus view siluet Gunung Rinjani.

Kondisi inilah yang menggerakkan pengurus Sekolah Alam desa Kembang Kuning dan kemudian menggagas pelaksanaan sekolah alam. Pak Roni dan Pak Musanip (MU), duo Ketua dan Sekretaris pengurus sekaligus tim pelaksana sekolah telah lama eksis sebagai pegiat pariwisata. Disamping sering menemani turis manca yang berkunjung, keterlibatan di Kelompok Sadar Wisata (pokdarwis) membuat mereka tergerak kenalkan dunia yang mereka tekuni sedini mungkin pada anak-anak Desa Kembang Kuning.

Minggu Pagi di Sekolah Alam Kb Kuning

Persiapan rutin siswa Sekolah Alam Kembang Kuning Lombok Timur

Absen dulu sebelum berangkat

Siswa Sekolah Alam Kb Kuning Absen dulu sebelum berangkat

Pak Roni pula yang pernah mengajar di salah satu sekolah dasar di desa tersebut selama beberapa tahun. Di luar sekolah, bersama beberapa pemuda yang berkesempatan selesaikan sarjana di luar desa, menggagas satu sekolah alam bagi para siswa sekolah dasar.

Bertempat di salah satu bangunan kosong KUD, bahkan berhadap-hadapan dengan salah satu sekolah dasar negeri, kelas Sekolah Alam dilaksanakan setiap hari Senin, Kamis, Sabtu dan Minggu.

Saya beruntung bisa mengikuti kelas Minggu kemarin, dimana proses belajar dilaksanakan langsung di alam. Jika minggu lalu para siswa belajar di Air Terjun Burung Walet, kemarin pagi mereka belajar di bendungan kecil ‘Bendungan Dewa’, perbatasan desa Kembang Kuning dan Tete Batu. Demikian yang dikatakan Ibu Murni, salah seorang kader posyandu yang kerap ikut juga di kelas-kelas Sekolah Alam. Putrinya yang masih berumur 3 tahun juga selalu bersemangat mengikuti setiap kelas di Sekolah Alam.

Jalan kaki ke spot belajar

Siswa Sekolah Alam jalan kaki bersama ke destinasi belajar.

Tepat pukul 8 pagi, beberapa anak-anak sudah tampak berkumpul di halaman gedung KUD. Sembari menunggu siswa lain, absen dan pembagian kelompok dilakukan oleh staf pengajar Sekolah Alam. Di sisi lain barisan, saya ngobrol dengan Pak Roni dan Pak Mu, ceritakan ‘sejarah’ mengapa mereka dan staf pengajar lainnya komit serta konsisten temani siswa-siswa Sekolah Alam.

Memiliki banya spot wisata alami baik di desa Kembang Kuning sendiri atau desa tetangga yang juga telah eksis sebagai desa wisata seperti Tete Batu, Lendang Nangka dan Pringgasela, menjadi salah satu alasan utama mengapa kelas-kelas Sekolah Alam lebih banyak lakukan pembelajaran di luar gedung.

Eksis sebagai destinasi desa wisata, Sekolah Alam juga kerap libatkan relawan pengajar dari para turis manca yang datangi Kembang Kuning atau desa tetangga. Kemarin, pengajarnya David dari Perancis, jelaskan pengelolaan sampah di negaranya dengan pengantar Bahasa Inggris sederhana.

Selain relawan pengajar, siapkan contekan Ezytravelers untuk daftar bapak dan ibu guru dari empat kelas di empat hari berbeda Sekolah Alam yaaa;

Agama dan budi pekerti : Suparni
Wira usaha :Emilia fitriani
Bahasa inggris dan pariwisata : Roni dan Musanip
Agro bisnis : L.Irwan Ependi
STMB lima pilar: Sonaini dan L. Azhar

Wah, sudahlah selalu segar dengan berbagai spot wisata alami di setiap kelas Minggu, ‘pelajaran’nya juga keren-keren kan Ezytravelers?

Wisata Alami Sekolah Alam Kb Kuning

Melintasi persawahan, kebun dan sungai.

Relawan dan Staf Pengajar Sekolah Alam Kb Kuning

David, Relawan Pengajar dari Perancis dan Ketua Pengurus Sekolah Alam Pak Roni

Belajar di alam terbuka

Siswa Sekolah Alam belajar langsung di alam terbuka

Nah, contekan materi ajarnya sudah, ruang kelas nan seru juga sudah plus relawan pengajar dari berbagai negara di dunia, yakin nih Ezytravelers nggak tertarik buat sekali waktu jadi relawan pengajar juga?

Relawan Pengajar di Sekolah Alam Kb Kuning

David berbagi pengolahan sampah di negaranya, Perancis.

Saya pribadi paling terkesan dengan antusiasnya anak-anak saat berangkat bersama, berjalan kaki sekitar setengah jam dari lokasi sekolah ke spot bendungan. Membekal nasi kaput masakan ibu di rumah untuk kemudian disantap bersama selepas belajar singkat bersama para guru atau relawan pengajar. Sapaan-sapaan sederhana Bahasa Inggris sudah mulai jamak mereka ucapkan meski sekolah alam baru intens dilaksanakan tiga bulan terakhir.

“Intip Hotel, Tiket Pesawat ke Lombok Terbaru dan Bikin VISA Online” Hotel di Lombok, Tiket Pesawat, dan Bikin VISA ONLINE

Sedikit tambahan, tumbuhkan kepedulian pada lingkungan serta keinginan agar anak-anak bisa semakin dekat pada Tuhan melalui interaksi pembelajaran yang langsung bersentuhan dengan alam menjadi tujuan yang ingin dicapai Sekolah Alam. Sounds familiar kan Ezytravelers? Having fun saat traveling atau staycation cantik akan selalu mengingatkan kita atas berkah Tuhan, apalagi jika dapatkan momen liburan dengan pemandangan serba cantik. Serunya, di Sekolah Alam, selain belajar bersama juga bisa selalu apdet spot-spot wisata alami di sekitar Desa Kembang Kuning, juga desa-desa wisata terdekat lainnya.

Ezytravelers mau berbagi bersama anak-anak Sekolah Alam Kembang Kuning? Cuss intip promo tiket pesawat dan hotel-hotel cantik di Lombok. Segera ya..

Begibung seusai belajar bersama

Begibung seusai belajar bersama

(Visited 183 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Ruang Kelas Wisata Alami di Sekolah Alam Kembang Kuning' have 1 comment

  1. March 14, 2017 @ 4:18 pm Lalu Irwan Efendi

    Izin share bu

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool