Makam Selaparang Raja Lombok Sasak

Wisata Religi Lombok, Makam Selaparang, Jejak Sang Raja Sasak (Part 2)

Wisata Religi Lombok, Makam Selaparang, Jejak Sang Raja Sasak (Part 2)
3.67 (73.33%) 3 votes

Dua hari menjelang Ramadhan 1436 H, saya sekeluarga akhirnya berkunjung ulang ke Makam Selaparang, Desa Selaparang, Lombok Timur NTB. Alhamdulillah, berjodoh juga dengan Mamiq Lalu Wirakanom atau biasa dipanggil Miq Anom. Generasi ke-27 dari keturunan keluarga kerajaan Selaparang, dengan Raja Pertama yang diangkat, Raden Panji Tilar Negara.Generasi dengan silsilah keluarga yang masih tersimpan rapi.

Semakin bersyukur karena Miq Anom berkenan luangkan waktu, berbagi cerita tentang makam-makam yang ada, juga sedikit riwayat mengapa beliau yang di’tugas’kan menjaga Makam Selaparang.

“Tugas ini diwariskan keluarga besar kami. Yang ibu bilang sebagai museum, memang berisi benda-benda milik keluarga kerajaan. Tetapi, yang mendapat tanggung-jawab tersebut adalah Mamiq Lalu Wiradana. Seperti berbagi tugas, begitu,” urai Miq Anom.

Memastikan ulang tentang mengapa beberapa nisan dari makam-makam yang terbesar berbeda model ukirnya, Miq Anom menjelaskan bahwa secara detail identitas di masing-masing makam tidak boleh dituliskan. Hal ini berdasarkan kesepakatan bersama keluarga besar, lebih untuk menjaga terjaganya makam-makam itu sendiri dari pihak-pihak tak bertanggung-jawab.

Makam Selaparang Raja Sasak Lombok

Beberapa makam terbesar yang terdekat dari pintu masuk.

“Yang jelas, di lokasi ini, semua makam adalah laki-laki atau selakian dan makam sebinian (perempuan) di Makam Tanjung. Hanya 5 menit dari lokasi ini, arah barat desa.”

Kebetulan karena kali ini kami masuk melalui desa Ketangga, meskipun jalan lebih kecil dan agak rusak, malah justru melewati Makam Tanjung ini. Jadi, ketika Miq Anom menjelaskan tentang perbedaan peruntukan makam, tak sulit untuk kembali dan berkunjung ke Makam Tanjung.
Cerita umum yang saya dengan dari masa kecil dulu, bahwa terdapat juga petilasan Mahapatih Gadjah Mada, dibenarkan Miq Anom.

“Lokasi petilasan di batu yang bulat bu, bisa dilihat di jejeran makam yang terjauh dari pintu masuk. Selain itu, makam-makam yang berdekatan dengan petilasan ini adalah makam-makam tamu kehormatan kerajaan. Beliau-beliau berasal dari negara-negara Timur Tengah, biasanya Syeikh-Syeikh yang kebetulan menjadi tamu keluarga kerajaan.”

Petilasan Mahapatih Gadjah Mada Kerajaan Majapahit

Petilasan Mahapatih Gadjah Mada-Kerajaan Majapahit

Diceritakan Miq Anom, bahwa Mahapatih Gadjah Mada menjadi muallaf, sesaat setelah datang dan menjadi tamu besar kerajaan Selaparang.

Satu kisah penting yang akhirnya juga saya ketahui dari berbincang-bincang dengan Miq Anom, lokasi makam tadinya menjadi tempat pertemuan. Semacam aula besar untuk berkumpul dan menerima tamu-tamu penting keluarga kerajaan.

“Sekitar tahun 1979, kakek saya almarhum berhasil mengusahakan turunnya bantuan pemerintah dan memperbaiki makam seperti keadaannya sekarang. Demikian juga dengan Makam Tanjung. Jadi bisa dikunjungi oleh generasi-generasi berikutnya, seperti ibu ini.”

Makam Tanjung

Plang penunjuk lokasi Makam Tanjung

Makam Tanjung

Gerbang Luar Makam Tanjung

Makam Dewi Anjani di Makam Tanjung

Makam Dewi Anjani di Makam Tanjung

Keterangan Juru Kunci Makam Tanjung

Keterangan Juru Kunci Makam Tanjung

Makam Tanjung

Angle dari sisi pohon besar di samping sisi luar Makam Tanjung

Sayangnya, kami tak sempat bertemu juru kunci Makam Tanjung meski jelas-jelas kontak beliau dicantumkan di pintu gebyok Makam Selaparang, juga Makam Tanjung sendiri. Namun, makam utama yang tampak paling besar di makan sebinian ini jelas terlihat. Pagar batu setinggi pinggang orang dewasa membuat makam masih terlihat dari luar pagar. Dikelilingi oleh persawahan dan kebun-kebun kecil warga, juga di samping pekuburan warga setempat.

Suami saya justru terkesan dengan beberapa batu nisan yang tampak berbeda dengan batu-batu nisan lainnya. Meski sama-sama batu alam, kesan tua tampak dari bercak-bercak jamur di batu nisan tersebut. Kondisi yang seharusnya bisa kami pertanyakan jika saat itu ditemani juru kunci makam.
Sementara, karena Miq Wiradana di bangunan yang menyimpan koleksi benda-benda masih sedang keluar kota, kami juga masih belum berhasil berkunjung ulang. Dus memastikan, keris-keris serta benda-benda lain yang saya saksikan saat berkunjung di masa kecil dulu, masih sama atau tidak. Pe-er yang saya pastikan bisa saya selesaikan di kunjungan berikutnya. InsyaAllah, aamiin.

(Visited 840 times, 1 visits today)


About

Penulis freelance dengan seorang putri dan seorang putra, serta selalu berjuang keras menjadi istri terbaik dunia dan akhirat.


'Wisata Religi Lombok, Makam Selaparang, Jejak Sang Raja Sasak (Part 2)' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloLombokku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool